Memuliakan Kopi Gayo lewat Kebudayaan
Festival Panen Kopi Gayo yang keenam digelar di Desa Paya
Tumpi Baru, Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah, Aceh. Festival ini menjadi sarana
untuk memuliakan kopi melalui kebudayaan. Festival Kopi Gayo tahun ini digelar
pada 25-26 November 2023. Festival diisi berbagai acara pertunjukan kesenian, baik
tradisional maupun modern. Pertunjukan seni tradisional yang ditampilkan seperti
didong, canang, dan tari saman pegayon. Sementara untuk pertunjukan seni modern
ada Jazz Panen Kopi yang menampilkan sejumlah musisi dari Takengon, Medan, dan
Yogyakarta. ”Pada hari terakhir (Minggu) kami juga akan mengumumkan pemenang
kompetisi seni tradisional didong setelah para finalis tampil dulu sehari
sebelumnya. Juga ada penampilan seni tradisional campuran Jawa Deli, Ketoprak
Door Cipta Rukun Rahayu. Kelompok ini sudah ada sejak 20 tahun lalu dan
menggunakan bahasa daerah campuran Jawa dan Gayo,” ujar penggagas acara
festival, Hardiansyah Ay, Jumat (24/11).
Dalam rangkaian ketiga Festival Panen Kopi Gayo 2023,
peserta diajak mengikuti sejumlah aktivitas di perkebunan kopi, seperti
berkunjung ke kebun kopi, mengikuti ritual penanaman bibit kopi, Doa Ni Kupi,
dan pemaparan sekaligus demonstrasi pengolahan kopi. ”Jadi, di lokasi akan
dipertunjukkan kegiatan mulai dari memanen kopi, menyangrai, menggiling, sampai
mencicipi (cupping) kopi,” tambah Hardiansyah. Festival Panen Kopi Gayo mengambil
momen panen raya kopi di perkebunan-perkebunan rakyat di AcehTengah. Acara ini
diharapkan dapat menjadi ajang pemasaran kopi, seni, dan budaya. Kadis
Pariwisata Aceh Tengah Zulkarnain mengatakan, jika dirata-rata, kini dalam sehari
Aceh Tengah dikunjungi 3.000 orang. ”Umumnya wisatawan lokal, tetapi ada juga dari
luar Provinsi Aceh,” kata Zulkarnain. Pada 2022, Aceh Tengah dikunjungi 158.280
orang. ”Wisatawan mancanegara masih minim. Kami akan tingkatkan lagi
promosinya,” katanya. (Yoga)
Tren Surplus Berakhir, APBN Berbalik Defisit Rp 700 M
Bukukan Realisasi 88% Penerima Pajak Bakal Tercapai
PIK2 Bakal raup Keuntungan Rp 10,48 Triliun dari Rights Issue
Ekonomi Hancur, Pembangunan Mundur
Ketum INSA Ditetapkan sebagai Ketua FASA 2024-2026
PINJAMAN DARING, Kredit Macet Tertinggi di Lima Provinsi
Data Statistik Tekfin Pendanaan dari OJK mengungkap,
pertumbuhan penyaluran pinjaman daring atau pinjol meningkat selama beberapa
tahun terakhir. Angkanya lebih tinggi disbanding lembaga pendanaan konvensional.
Pertumbuhan penyaluran kredit pinjol yang tajam sejalan dengan kenaikan kredit
macet. Jumlah kredit macet pinjol yang dikenal dengan istilah TWP 90 atau
tingkat wanprestasilebih dari 90 hari ini hampir berlipat ganda sejak Januari 2021.
Di tingkat provinsi, TWP 90 tertinggi ditemukan di NTB yang mencapai 6,7 % per
Juli 2023, disusul Banten 4,9 %, Jabar 4,1 %, Jatim 3,7 %, dan Jateng 3,3 %.
Hal serupa terlihat di periode Januari 2021 dan Juni 2023.
Kadis Koperasi dan UMKM Provinsi NTB Ahmad Masyhuri
mengakui, pinjol menjadi salah satu persoalan di daerahnya. ”Tidak ada yang
bisa mengatakan telah tuntas kita perangi, kami mengharapkan pinjol tidak
menjalar ke mana-mana,” kata Masyhuri. Infrastruktur telekomunikasi menjadi
faktor pendorong warga mengenal keuangan digital. ”Untuk memasarkan pinjol atau
digitalisasi keuangan secara umum tidak menjadi soal. Tinggal konsumen yang memilih,”
kata Masyhuri. Sejalan dengan peningkatan kredit macet, angka penambahan utang
berjalan di lima provinsi itu juga meningkat. Utang berjalan di Jabar, per
Januari 2021-Juli 2023, meningkat 268 %, disusul Jatim 254 %, Jateng 238 %,
Banten 221 %, dan NTB 168 %. Total nilai utang berjalan secara nasional
mencapai Rp 56 triliun. (Yoga)
Mereka yang Menikmati Manisnya Dana Pinjol untuk Pengembangan Usaha
Jasuta (55) dan Suryanah (53), menjalankan usaha membuat
tempe yang dirintis pada 2005 di Kelurahan Curug Manis, Serang, Banten.
”Orang-orang bilang, tempe saya ini lebih awet, 3-4 hari, setelah dibeli, Jadi
ya mungkin di cari orang,” kata Suryanah tersenyum, Jumat (10/11). Suryanah berkeinginan mengembangkan usahanya.
Pada 2015 ia mengajukan kredit usaha ke bank konvensional. Dua kali ia meminjam
dana Rp 10 juta dengan tenor masing-masing 1,5 tahun. Seingatnya, cicilannya Rp
700.000 per bulan. Tahun 2018, kampungnya dikunjungi Amartha yang kemudian
menawarkan pinjaman daring untuk kalangan UMKM. Suryanah pun tertarik. Berbekal
persetujuan keluarga, ia mengambil pinjaman pertama dari Amartha sebesar Rp 2
juta.
Sekarang ia tengah menyelesaikan pinjaman kelimanya dalam
lima tahun terakhir, senilai Rp 12 juta. Skema cicilan per minggu membuatnya
merasa nyaman. Siklus produksi dan penjualan tempenya yang harian membuat ia
lebih mudah menyisihkan dana untuk membayar cicilan mingguan ketimbang bulanan.
Suryanah mengakui penghasilan hariannya tak menentu. Jika target omzetnya per
hari Rp 1,5 juta-Rp 2 juta meleset, ia kekurangan modal untuk berproduksi
kembali. Harga kedelai berkisar Rp 13.000 per kg. Rata-rata ia butuh 40-80 kg
kedelai per hari sehingga setiap hari ia butuh Rp 500.000 sampaiRp 1 juta untuk
modal membuat tempe. ”Kalau ada duit pinjaman, saya bisa beli kedelai untuk
modal bikin tempe,” katanya. Suryanah tak berhenti memikirkan cara untuk
mengembangkan usahanya. Ia belajar cara pembuatan tahu. ”Kalau saya berhasil
mencoba bikin tahu, ya saya akan ngambil pinjaman lagi,” ujarnya semringah. (Yoga)
Iklan Pinjol Harus Dikendalikan
Orang mudah tergiur untuk meminjam uang dari platform pinjaman
daring atau pinjol. Mereka melakukan itu karena melihat tawaran kemudahan dari
iklan. Penerima pinjaman daring selama dua tahun terakhir didominasi kelompok
usia kurang dari 35 tahun. Mereka menggunakan dana pinjaman untuk hal-hal
konsumtif. Meski bergaji rendah, sifat konsumtif generasi muda menjadikan mereka
sasaran utama penyaluran pinjol.
Analisis Tim Jurnalisme Data Harian Kompas menemukan, ada peningkatan 5,3 %
jumlah peminjam pinjol yang tidak lancar dan macet di atas 30 hari pada
kelompok usia 17 hingga 34 tahun ini (Kompas, 22/11). Otoritas tentu sudah melakukan
berbagai cara agar keberadaan platform memberi kemudahan dan sekaligus memberi pelindungan kepada nasabah
pinjaman daring. Mereka juga memberi rambu-rambu soal keamanan dalam
bertransaksi di berbagai platform teknologi finansial (tekfin). Akan tetapi, berbagai
upaya itu sepertinya belum mencukupi.
Berbagai kasus memperlihatkan bahwa orang dengan dengan hasilan rendah, yang kemudian
berhadapan dengan sejumlah masalah finansial, langsung tertarik dengan pinjaman
daring karena melihat iklan-iklannya di berbagai kanal. Sebagian besar iklan
pinjaman daring menawarkan banyak kemudahan dan menggiurkan. Beberapa isi iklan
itu antara lain kemudahan untuk meminjam, kemudahan mendapatkan pinjaman, dan
suku bunga yang disebut lebih rendah (dibandingkan dengan platform lain). Dengan
cara pemasaran digital yang bisa menyasar target dengan lebih akurat, iklan-iklan
pinjaman daring berdampak signifikan terhadap kinerja bisnis mereka. Tidak
mengherankan, mereka jorjoran mengeluarkan belanja pemasaran. Selama periode
Januari- Agustus 2023, rata-rata porsi dana iklan dan pemasaran dari 101
perusahaan fintech lending yang terdaftar di OJK mencapai 34,7 %, dengan nilai Rp
1,3 triliun atau Rp 13,2 miliar per perusahaan, meningkat 6 % dibandingkan periode
yang sama pada 2022 di 28,7 % atau Rp 8,6 miliar per perusahaan. Mereka tentu
berharap mendapatkan peminjam dalam jumlah besar dan dalam waktu singkat. (Yoga)
Incar Pasar RI, Tiktok Ingin Investasi di Tokopedia
Tiktok, aplikasi media sosial yang tengah berekspansi ke
bisnis e-dagang, tengah menjajaki investasi ke Tokopedia melalui GoTo Group. Langkah
korporasi milik raksasa teknologi asal China, ByteDance Ltd, ini antara lain untuk
mengembangkan bisnis e-dagang di pasar Indonesia yang diperkirakan menguasai 40
% pasar e-dagang Asia Pasifik dalam beberapa tahun mendatang. Menteri Koperasi
dan UKM, Teten Masduki, seusai konferensi pers Cerita Nusantara, Kamis (23/11)
di Jakarta, menyatakan, Tiktok Shop, yang tutup pada 4 Oktober 2023, berpotensi
akan kembali buka di Indonesia, baik buka sendiri maupun kerja sama investasi.
Sejauh ini, menurut Teten, Tiktok sudah menjajaki investasi di tiga perusahaan.
Ketiganya meliputi Tokopedia, Bukalapak, dan CT Corp. Untuk detailnya, dia
mengaku belum tahu.
Bloomberg pada Rabu (22/11) mengabarkan Tiktok sedang dalam
pembicaraan untuk berinvestasi ke salah satu unit GoTo Group di Indonesia.
Salah satu poin pembicaraan adalah bahwa Tiktok ingin mencoba memulai kembali
toko daringnya di Indonesia. Sumber Bloomberg mengatakan, perusahaan Itu sedang
mengerjakan potensi berinvestasi pada unit e-dagang GoTo, yaitu Tokopedia, yang
dapat di- selesaikan dalam beberapa minggu mendatang. Daripada melakukan
investasi langsung, kesepakatan kedua perusahaan dapat berbentuk usaha patungan.
Diskusi juga membahas langkah bersama Membangun platform e-dagang baru. Rencana
ini diduga dirancang untuk mengatasi hambatan peraturan dan memungkinkan Tiktok
menghidupkan kembali layanan belanja daring di Indonesia, pasar e-dagang
terbesar di Asia Tenggara. (Yoga)









