Ekonomi
( 40428 )Penetrasi Asuransi Swasta Masih Meluas
Menara Mitratel Tetap Tangguh di Tengah Persaingan
Pemerintah Siap Sasar Pajak Pedagang Online
RI memperkuat Ekonomi lewat Kerja Sama dengan Banyak Negara
Konflik geopolitik silih berganti mengganggu stabilitas ekonomi dunia, mendorong Indonesia untuk lebih memperkuat ekonomi dalam negeri. Menghadapi situasi ini, pemerintah tetap membuka kerja sama antar negara yang bebas aktif dan mengembangkan hilirisasi demi keberlanjutan ekonomi. Hal itu mengemuka dalam sambutan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mewakili presiden Prabowo dalam pembukaan acara Jakarta Geopolitical Forum IX/2025(JGF 2025) yang diselenggarakan Lemhannas di Jakarta, Selasa (24/6). Bahlil menyoroti ketidakpastian yang tengah melanda dunia akibat dinamika geopolitik yang dinamis dan tidak terduga. ”Awalnya kita ingin bergabung bersama kawasan-kawasan ekonomi dengan harapan saling mendukung. Sekarang hampir semua negara memikirkan kepentingan negaranya masing-masing. Ada koreksi pertumbuhan ekonomi global dampak dari ketidakpastian itu,” kata Bahlil.
Dalam menghadapi situasi tersebut, Indonesia masih membuka kerja sama dengan banyak negara, seperti Rusia, AS dan China. Negara tetangga, seperti Singapura dan Malaysia, juga digandeng untuk membangun kekuatan kawasan regional. Hal itu ditunjukkan lewat kunjungan Presiden Prabowo bersama sejumlah menteri ke Rusia, membahas peluang kerja sama di sejumlah sektor. Indonesia juga menandatangani kesepakatan dengan Singapura dalam bidang energi terbarukan. ”Kita melakukan kerja sama karena politik kita bebas aktif. Kita tidak berpihak pada negara mana pun. Negara mana yang menguntungkan untuk kita dan sama-sama untung. Ini juga terkait bagaimana kita melakukan proses kerja sama dalam rangka meningkatkan ketahanan energi kita,” ucapnya. Kerja sama itu dimungkinkan dengan memetakan keunggulan komparatif yang dimiliki Indonesia dan mengoptimalkan kekayaan sumber daya alam dengan hilirisasi sebagai strategi utama ransformasi ekonomi nasional. (Yoga)
Dompet tergerus Pengeluaran untuk Beras dan Pulsa
Bak beras, pulsa telepon seluler dan paket internet telah menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Dalam lima tahun terakhir, pengeluaran masyarakat untuk ko-moditas nonpangan itu sudah separuh belanja beras.Keduanya sama-sama tengah menggerus dompet kita. Di era digital, penduduk kota dan desa pengguna telepon seluler dan internet terus meningkat. Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) BPS merekam persentase pertumbuhan tersebut meningkat dari 63,53 % pada 2019 menjadi 68,65 % pada 2024. Persentase penduduk pengguna internet juga melonjak dari 47,69 % menjadi 72,78 %. Belanja pulsa telepon dan paket internet masyarakat juga membengkak. Hasil Susenas September 2024 yang dirilis BPS pada 28 Mei 2025 menunjukkan, pengeluaran penduduk kota dan desa per kapita per bulan untuk pulsa telepon dan paket internet Rp 45.634. Artinya, rata-rata setiap penduduk Indonesia mengeluarkan Rp 45.634 untuk membeli pulsa dan internet dalam sebulan.
Pengeluaran tersebut meningkat 54,81 % dibanding hasil Susenas BPS pada September 2019 yang sebesar Rp 31.432. BPS juga menunjukkan, kenaikan pengeluaran pulsa dan internet di perdesaan lebih besar dibanding perkotaan. Dalam tiga tahun terakhir,2022-2024, pengeluaran pulsa dan internet di kota dan desa naik 11,90 % dan 5,41 %. Pada 14-16 Mei 2025, Lembaga Survei Kedai KOPI meng-gelar survei bertajuk ”Survei Penggunaan Internet di Indonesia” melibatkan 1.545 responden di seluruh Indonesia dengan metode wawancara mandiri berbasis komputer (CASI). Hasilnya, 61,3 % responden menghabiskan Rp 50.000-Rp 100.000 per bulan untuk paket data. Paket berlangganan bulanan jadi pilihan utama (83 %) dengan kuota ideal 11-30 gigabyte per bulan (29,6 %).Dan kebutuhan komunikasi (paket data, pulsa dan Wi-Fi) menduduki posisi pertama pengeluaran tertinggi bulanan (88,4 %) mengalahkan kebutuhan lainnya, seperti makanan dan minuman, listrik dan air, serta pendidikan.
Perihal beras, hampir setiap tahun, masyarakat mengeluhkan kenaikan harga beras. Untuk mengatasinya, pemerintah menggulirkan bantuan pangan berupa beras dan menggelar operasi pasar beras. Pemerintah juga akan menyalurkan 1,813 juta ton beras program Stabilisasi Pasokandan Harga Pangan (SPHP) secara bertahap pada Juni-Desember 2025. Tujuannya meredam kenaikan harga beras disejumlah daerah, terutama di Indonesia bagian timur. ”Saat ini, kami menunggu anggaran belanja tambahan senilai Rp 4,97 triliun untuk bantuan pangan berupa beras dan Rp 1,6 triliun untuk penyaluran beras SPHP. Jika ang-garan itu sudah masuk, kedua program itu langsung di-gulirkan,” kata Direktur Ketersediaan Pangan Bapanas, Wijayanto di Jakarta, Senin (23/6). Dari waktu ke waktu, pulsa telepon dan paket internet menjadi kebutuhan pokok masyarakat meskipun tidak sevital beras. Bersanding dengan beras, pulsa dan internet tengah beraducepat menggerus dompet kita. (Yoga)
Tunggakan Pembayaran Rusunawa di Jakarta Mencapai Rp 58,7 Miliar
Warga Rumah Susun Sederhana Sewa atau Rusunawa Pesakih di Jakbar mengeluh kesulitanmembayar biaya sewa rusunawa. Mereka meminta pemutihan tunggakan dan keringanan besaran biaya sewa tiap bulan. Tunggakan biaya sewa ini menjadi salah satu masalah pengelolaan rusunawa yang sedang dicarikan solusinya. DPRD DKI Jakarta berharap ada solusi melalui ketentuan baru yang lebih jelas. Puluhan warga dari Rusunawa Pesakih berunjuk rasa di Balai Kota Jakarta dan DPRD DKI Jakarta pada Selasa (24/6). Namun, mereka urung bertemu perwakilan Pemprov DKI Jakarta karena surat permohonan audiensi diteruskan kepada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta. Sebagian warga yang berunjuk rasa menyebut dirinya sudah10 tahun tinggal di Rusunawa Pesakih. Mereka warga program gusuran dari Kebon Jeruk dan Kapuk yang bekerja di sektor informal dengan tunggakan hingga Rp 24 juta per keluarga karena penghasilan tak cukup untuk membayar sewa.
Kasinah (60) warga gusuran dari Kebon Jeruk yang tinggal bersama suami yang sakit stroke tujuh tahun terakhir. Suaminya bekerja sebagai satpam sebelum jatuh di kamar mandi dan sakit hingga kini. Sementara Kasinah adalah tukang urut. ”Tunggakan saya Rp 6 juta. Enggak bayar-bayar. Anak udah pada nikah enggak bisa bantu duit,” kata Kasinah. Mula-mula besaran biaya sewa unitnya Rp 200.000, kemudian gratis selama pandemi Covid-19 sebelum dinaikkan menjadi Rp 400.000 pasca pandemi. Pengelola rusunawa meminta Kasinah mencicilsetiap bulan lewat Bank DKI (sekarang Bank Jakarta). Namun, ia tak sanggup membayar sewa karena lebih memprioritaskan membayar uang air yang berkisar Rp 80.000 sampai Rp160.000 per bulan. Kasinah juga mengaku bahwa ia dan suami sudah tak mendapat bansos Kartu Lansia Jakarta, biaya sehari-hari bergantung pada penghasilan sebagai tukang urut.
Dalam rapat antara Komisi D DPRD DKI Jakarta dan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta pada Selasa (17/6) dijelaskan, tunggakan biaya sewa seluruh rusunawa di Jakarta oleh warga terprogram dan warga umum sebesar Rp 58,7miliar. Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta mengupayakan agar penghuni bisa segera membayar dengan menagih secara persuasive dengan menerbitkan surat edaran pemanggilan agar penunggak mencicil secara bertahap merujuk Pergub No 111 Tahun 2014 tentang Mekanisme Penghunian Rusunawa. Namun, sanksi denda, surat peringatan, pemutusan perjanjian sewa dan pengosongan tak efektif. Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike meminta ada aturan baku terkait persyaratan, tunggakan dan kluster yang disampaikan kepada penghuni rusunawa agar mengetahui situasi dan tanggung jawab setiap pihak. (Yoga)
Menikmati Secangkir Kopi sambil Menikmati Keindahan Flores
Flores dan kopi seakan tak terpisahkan. Aroma kopi Flores yang khas sudah semerbak hingga kemancanegara, begitu juga keindahan alamnya. Seusai bertanya soal kopi pahit atau manis yang ingin disajikan, Maksimus Liu (44) meminta istrinya, Elisabeth (40) menyeduh kopi. Bapak tiga anak di Bajawa, Fores, NTT itu semangat bercerita tentang kebun kopinya. ”Puji Tuhan, tahun ini panennya banyak. Langsung kirim ke anak saya yang kuliah,” kata Maksi, Kamis (15/5). Dari lahan seluas 80 x 100 meter warisan ayahnya, Maksi mendapat hasil 3,6 ton buah kopi. Seusaipanen, buah kopi arabika digiling untuk dibersihkan kulit buah dan dagingnya. Beratnya susut menjadi Rp 1,7 ton. Dari hasil itu, ia mendapatkan keuntungan bersih Rp 60juta. Berkebun kopi bukan pekerjaan utama Maksi. Ia bekerja sebagai sopir pribadi hakim yang bertugas di Ende. Tak hanya ke produsen kopi lokal, kopi Maksi sudah menyebar hingga ke AS.
”Waktu itu ramai orang jual kopi karena ada orang AS datang. Pasti mahal kalau dijual ke mereka. Ternyata tidak mudah karena kualitasnya harus baik,” katanya. Kopi arabika Ngada sudah keliling dunia. Supplier yang bekerja sama dengan petani kopi di Ngada adalah PT Sucafina Indonesia Coffee (SIC), perusahaan asal Swiss yang berdomisili di Bandung, Jabar. Koordinator Regional Wilayah Indonesia Timur PT Sucafina Indonesia Coffee, Abraham Gerhard Girsang menuturkan, pihaknya bekerja sama dengan Starbucks menyediakan biji kopi dan pendampingan petani kopi di wilayah Indonesia timur, terutama di Flores. Terdapat 950 petani kopi yang sudah teregistrasi sebagai penyuplai biji kopi dari Ngada. Terdapat dua varietas utama di Flores yang jadi andalan, yakni Lini S dan S795 asal India yang tahan hama penyakit dan punya ciri khas rasa.
“Starbuck hanya mengambil arabika, dan itu banyak di Ngada dan Manggarai Timur,” ucap Abraham. Dalam kurun waktu 10 tahun belakangan warung kopi dan kafe menjamur di Manggarai, apalagi di Flores. Warung-warung kopi berkembang seiring berkembangnya wisata di Flores. Berdasarkan data jumlah tamu hotel mancanegara dan domestik yang dirilis BPS NTT, sepanjang 2023, total kunjungan wisatawan ke Flores mencapai 487.851 orang, meningkat signifikan dari 376.449 orang pada 2022, didorong oleh lonjakan wisatawan mancanegara yang mencapai 150.969 orang pada 2023, naik tiga kali lipat dibanding tahun sebelumnya yang hanya 44.813 orang. Flores dan kopi memang tak bisa dipisahkan. Melihat kopi sama seperti melihat Flores dengan keindahan alamnya. Kopinya dinikmati sampai ke luarnegeri, keindahan alamnya juga mendatangkan banyak wisatawan. (Yoga)
Amankan Pasokan BBM Dalam Negeri
Mandiri Jogja Marathon 2025 Dongkrak Ekonomi DIY
Proyek Hilirisasi US6 Miliar Segera meluncur
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









