;
Kategori

Ekonomi

( 40430 )

Perang Memanas, Saham Energi Kian Mendidih

24 Jun 2025
Ketegangan geopolitik kembali meningkat di kawasan Timur Tengah  setelah serangan Amerika Serikat terhadap tiga fasilitas  nuklir di Iran, serta potensi penutupan Selat Hormuz. Situasi yang memicu lonjakan harga minyak global ini turut mengangkat saham-saham sektor energi dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan  saham energi ini diyakini bakal berlanjut, dengan potensi gain yang masih  cukup tinggi. Investment Analyst Edvisor Profina Visindo Indy Naila menilai, kondisi saat ini sangat menguntungkan bagi emiten hulu migas yang berorientasi  pada produksi. "Dengan kekhawatiran gangguan rantai pasok, harga jual minyak bisa meningkat tajam, dan hal ini akan berdampak langsung pada kenaikan margin keuntungan bagi produsen seperti PT Medco Energi Internasioanl Tbk (MEDC)," kata dia. Indy memproyeksikan harga saham MEDC bakal melanjutkan penguatan menuju level Rp 1.600-1.700. Sementara PGAS atau PT Perusahaan Gas Negara Tbk juga bisa terdorong ke Rp 1.800. Meski saham migas mencatatkan penguatan signifikan, Indy menilai, kontribusinya terhadap IHSG masih terbatas. "Saham-saham energi bukan termasuk big cap IHSG. Jadi, untuk menopang indeks secara luas tetap diperlukan peran emiten perbankan yang bobot kapitalisasinya besar," tutur dia. (Yetede)

Strategi Kemenperin Pacu Industri Batik Dalam Negeri

24 Jun 2025
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong potensi industri batik dalam negeri agar semakin dikenal dan diminati oleh seluruh kalangan masyarakat. Upaya yang telah dilakukan dengan berbagai pihak  seperti yayasan batik Indonesia (YBI). "Industri batik nasional memiliki keragaman dan keunikan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, Keragaman identitas batik di Nusantara meliputi berbagai aspek mulai dari motif, warna, dan bahan baku, hingga teknik pembuatan. Ini yang menjadi potensi kita untuk terus  mengembangkannya," kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita. Dirjen IKMA mengemukakan, salah satu daerah Kabupaten Cirebon. Di wilayah ini, ada Sentra Batik  Trusmi, yang merupakan kawasan industri kecil dengan lebih dari 600 pengrajin dan pelaku usaha batik yang tersebar di Desa Trusmi Wetan dan Trusmi Kulon, Kacamatan Plered. Adapun berbagai jenis batik khas unggulan Kota Udang ini, kata dia, di antaranya batik mega mendung, waleran, dan  merawit. Batik Merawit Cirebon merupakan sebuah teknik membatik tulis khas Cirebon yang memerlukan ketelitian dalam penggambaran isian motif atau isen-isen menggunakan canting berujung sangat kecil . (Yetede)

Antisipasi Ancaman Bom di Pesawat, RI-Saudi Perkuat Koordinasi

24 Jun 2025

Maskapai Saudi Airlines yang mengangkut jemaah haji asal Indonesia sepanjang pekan lalu dia kali mengalami teror bom. Sebagai langkah antisipasi pemerintah akan memperkuat koordinasi dengan Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi.  Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Lukman F. Laisa mengatakan pihaknya memastikan bahwa proses pemulangan jemaah haji kelompok terbang (kloter)  33 Debarkasi Surabaya dari Arab Saudi berjalan lancar, aman dan selamat menggunakan pesawat Saudi Airlines nomor penerbangan SV-5688.

Meski demikian, kata Lukman, pemerintah akan terus melakukan pengawasan dan koordinasi insentif dengan operator penerbangan, pengelola bandara, otoritas keamanan serta memastikan semua proses berjalan sesuai prosedur. "Di sisi lain paling utama adalah bagaimana semua prosedur berjalan dan tetap mengedepankan keselamatan," ujarnya di Jakarta. Untuk diketahui, pada Sabtu (21/6) lalu, pesawat SV 5688 yang mengangkut 376 penumpang dan terbang dengan rute Jeddah-Muscat-Surabaya mendapat ancaman bom melalui sambungan telpon yang diterima oleh petugas Air Traffic Control (ATC) di Jakarta Are Kontrol Center (ACC) dari Kuala Lumpur ACC. Berdasarkan prosedur keamanan pilot memutuskan untuk mengalihkan  rute (divert) ke Bandar Udara Internasional Kualanamu, Medan, untuk memastikan keselamatan penumpang dan kru. (Yetede)

Bank Dunia Menyoroti Posisi Utang Pemerintah RI

24 Jun 2025
Bank Dunia menyoroti posisi utang pemerintah Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global. Saat tekanan perekonomian dunia meningkat, dikhawatirkan itu akan membuat pemerintah harus meningkatkan jumlah  imbal hasil uang berujung pada kenaikan beban utang yang akan dibayar. "Imbal hasil obligasi cenderung meningkat. Faktanya, spread obligasi juga cenderung meningkat, terutama ketika suku bunga secara tetap cukup tinggi secara global, dan ini meningkatkan biaya pinjaman ketika ketidakpastian meningkat," kata Lead Economist Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste Habib Rab. Dia mengatakan, meskipun saat ini rasio utang pemerintah terhadap PDB masih dibawah 40% dari PDB tetapi bunga utang Indonesia belum berada dalam batas aman. Dalam hal ini dibutuhkan peningkatan pendapatan negara agar kemampuan membayar utang bisa meningkat. "Rasio bunga utang terhadap pendapatan di Indonesia sekitar 20%, dibandingkan dengan rata-rata berpenghasilan menengah ke atas  sekitar 8,5%" terang dia. (Yetede)

Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar

24 Jun 2025

Di tengah eskalasi konflik antara Israel dan Iran, harga komoditas unggulan Indonesia seperti batu bara dan crude palm oil (CPO) menunjukkan tren kenaikan signifikan. Dalam sebulan terakhir, harga batu bara di ICE Newcastle naik 6,42% menjadi US$106,85/ton, sedangkan CPO meningkat 8,06% menjadi 4.129 ringgit/ton.

Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menilai bahwa fluktuasi harga kedua komoditas ini berdampak besar pada stabilitas makroekonomi dan fiskal negara, mengingat kontribusinya yang mencapai 20–25% dari total ekspor nasional. Kenaikan 10% harga komoditas bahkan bisa mengurangi defisit transaksi berjalan hingga 0,13% dari PDB. Namun, ketergantungan ekspor terhadap batu bara dan CPO juga berisiko jika terjadi penurunan harga. Oleh karena itu, Josua mendorong diversifikasi ekspor dan penguatan industri manufaktur bernilai tambah.

Sementara itu, Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, memperingatkan bahwa lonjakan harga ini bisa bersifat sementara. Jika perang terus berlanjut, ekonomi global bisa melambat, yang justru menurunkan permintaan terhadap komoditas. Untuk mengantisipasi hal ini, ia mendorong hilirisasi industri berbasis prinsip ESG agar menciptakan nilai tambah ekonomi jangka panjang.

Dari sisi pelaku industri, Direktur Eksekutif APBI Gita Mahyarani mengonfirmasi bahwa kenaikan harga batu bara didorong oleh permintaan dari Vietnam dan gangguan pengiriman dari Australia, bukan semata dampak konflik. Namun, ia mewaspadai tekanan harga di masa depan akibat naiknya biaya logistik seiring lonjakan harga minyak.

Senada, Ketua Umum Gapki Eddy Martono juga mengkhawatirkan penurunan permintaan CPO jika konflik berkepanjangan. Ia menekankan pentingnya efisiensi biaya dan peningkatan produktivitas untuk mempertahankan daya saing industri sawit nasional.

Dengan demikian, meskipun kondisi geopolitik saat ini memberikan peluang sementara bagi ekspor, berbagai tokoh dan pelaku industri menegaskan perlunya strategi jangka panjang yang adaptif, khususnya melalui diversifikasi, hilirisasi, dan efisiensi operasional.



Arus Modal Asing Bersiap Masuk

24 Jun 2025

Pemerintah Indonesia tengah mendorong pembangunan 3 juta unit rumah per tahun sebagai bagian dari strategi memperkuat fundamental ekonomi dan membuka lapangan kerja. Menurut Country Director World Bank untuk Indonesia dan Timor-Leste, Carolyn Turk, program ini berpotensi mendatangkan investasi publik sebesar US$3,8 miliar (Rp62,64 triliun) serta memobilisasi investasi swasta hingga US$2,8 miliar (Rp46,15 triliun), sekaligus menciptakan lebih dari 2,3 juta lapangan kerja. World Bank juga menyoroti bahwa sektor perumahan dan konstruksi memiliki kontribusi signifikan terhadap 10% PDB nasional dan 7% lapangan kerja.

Namun, Turk juga memperingatkan pentingnya reformasi struktural dan deregulasi untuk menjaga daya saing dan menarik investor, terutama di tengah risiko dari fluktuasi harga komoditas dan ketidakpastian global. World Bank memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat di kisaran 4,8%, di atas rata-rata kawasan Asia Timur dan Pasifik.

Sementara itu, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Fahri Hamzah, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan renovasi 1.300 rumah di wilayah pesisir pada tahun pertama pemerintahannya sebagai bagian dari target besar tersebut. Proyek renovasi ini dilakukan melalui kerja sama antara Kementerian PKP dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan skema BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya), yang mengalokasikan anggaran sebesar Rp21,8 juta per unit.

Di sisi lain, Ketua Umum REI Joko Suranto menekankan pentingnya keselarasan regulasi dan iklim investasi yang kondusif. Menurutnya, realisasi target 3 juta rumah tidak akan tercapai tanpa kolaborasi aktif dengan sektor swasta. Hingga kini, belum ada komitmen investasi yang benar-benar terealisasi karena hambatan seperti akses pembiayaan dan tumpang tindih regulasi.

Dengan demikian, keberhasilan program ambisius ini sangat bergantung pada koordinasi antar-kementerian, reformasi kebijakan, serta sinergi kuat antara pemerintah dan pelaku industri properti.


Akseleran Cari Cara Pulihkan Pinjaman

24 Jun 2025
Kasus gagal bayar di platform fintech lending PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia mencuat ke publik setelah macetnya pinjaman senilai Rp 178,2 miliar yang berasal dari enam peminjam. Hingga 23 Juni, pengembalian baru mencapai Rp 647 juta, dan hanya dua peminjam yang sempat membayar.

Ivan Nikolas Tambunan, Komisaris Utama sekaligus Co-Founder Akseleran, mengakui kondisi ini serius. Ivan menyebut dua jurus yang disiapkan untuk memulihkan dana lender: pertama, memaksimalkan penagihan termasuk penjualan aset agunan milik borrower seperti tanah di Karawang dan Bekasi; kedua, menggandeng mitra baru untuk menyalurkan pembiayaan ke borrower sehat, lalu menggunakan referral fee dari kerja sama itu untuk mencicil dana talangan ke lender.

Selain upaya penagihan, Akseleran juga telah menempuh jalur hukum. Ivan mengungkapkan pihaknya melaporkan dua peminjam bermasalah ke polisi karena proyek yang tidak jelas, dan mengancam langkah serupa kepada dua peminjam lain jika tidak ada kejelasan pembayaran.

Menanggapi dugaan fraud internal, Ivan menegaskan belum menemukan indikasi aliran dana ke Direksi atau Chief Risk Officer, meski refinancing sempat diberikan ke enam borrower itu demi mencoba menyelamatkan pinjaman sebelumnya. Sayangnya, keputusan itu justru membuat pinjaman bermasalah meledak bersamaan.

Anita Carolina, salah satu lender yang dananya ratusan juta tersangkut, mengaku masih menunggu kepastian dan berharap Akseleran serius melakukan penagihan.

Kasus ini menambah panjang daftar masalah gagal bayar di industri fintech lending Indonesia, menunjukkan pentingnya mitigasi risiko, tata kelola yang baik, dan pengawasan ketat dalam menjaga kepercayaan publik. 

Langkah Ekspansi dan Divestasi Perusahaan

24 Jun 2025
PT Midi Utama Indonesia Tbk. (MIDI) terus melakukan ekspansi agresif untuk mendorong kinerja, terutama dengan menambah toko di luar Pulau Jawa dan meluncurkan konsep bisnis baru bernama Ja-Di (Jajan di Alfamidi), yaitu kios kopi dan makanan ringan.

Rifdah Fatin Hasanah, analis Ina Sekuritas, menilai dominasi 52,4% toko MIDI di luar Jawa adalah strategi yang tepat karena kawasan ini memiliki pertumbuhan ekonomi dan urbanisasi lebih cepat. Hal ini tercermin dari kontribusi toko-toko luar Jawa yang menyumbang 44% pendapatan kuartal I-2025, dengan pertumbuhan penjualan 26% yoy. Rifdah juga menyoroti efisiensi Ja-Di, yang hanya membutuhkan belanja modal Rp 100 juta per kios, jauh lebih murah dibanding format lain seperti Lawson. Ia memproyeksi pendapatan MIDI tahun ini naik 6,48% menjadi Rp 21,17 triliun dengan laba bersih Rp 672,2 miliar, sehingga merekomendasikan buy dengan target harga Rp 490 per saham.

Jessica Leonardy, analis OCBC Sekuritas, mendukung strategi MIDI yang menargetkan kontribusi toko luar Jawa mencapai 60% dalam jangka panjang. Selain membuka toko baru, MIDI juga menutup secara selektif toko yang kurang optimal, seperti beberapa gerai Midi Fresh, menyesuaikan perubahan perilaku konsumen. Jessica menilai konsep Ja-Di juga membantu MIDI memperluas kategori makanan segar yang diminati pasar.

Abdul Azis dari Kiwoom Sekuritas menilai pelepasan bisnis Lawson ke induk usaha AMRT adalah langkah tepat yang akan membuat MIDI lebih fokus pada perdagangan eceran inti. Divestasi Lawson, kata Azis, tidak akan berdampak negatif pada margin perseroan, malah menjadi peluang untuk meningkatkan penjualan antar toko. Azis juga menilai konsep Ja-Di akan mendukung pertumbuhan penjualan MIDI ke depan dan merekomendasikan buy dengan target harga Rp 458 per saham.

Sementara itu, Gerry Harlan, analis Mandiri Sekuritas, optimistis terhadap prospek pertumbuhan MIDI yang berfokus pada perluasan jaringan toko di luar Jawa dan inovasi bisnis Ja-Di. Ia merekomendasikan buy dengan target harga Rp 640 per saham pada akhir tahun.

NPL Perbankan RI Kalah Saing dengan Negara Tetangga

24 Jun 2025
Industri perbankan Indonesia menghadapi tantangan ganda berupa masalah likuiditas dan kenaikan rasio kredit bermasalah (non performing loan / NPL) di tengah tekanan ekonomi makro domestik dan global. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan NPL gross perbankan nasional naik ke 2,24% per April 2025, dari 2,08% pada Desember 2024. Angka ini lebih tinggi dibanding negara tetangga seperti Singapura (1,22%) dan Malaysia (1,4%), meski masih lebih baik daripada Filipina (3,3%) dan Thailand (2,9%).

Steffano Ridwan, Direktur Utama Maybank Indonesia, mengakui NPL Indonesia lebih tinggi, bahkan rasio gross impaired loans (GIL) Maybank Indonesia mencapai 4,02%, jauh di atas Maybank Malaysia (1,15%) dan Maybank Singapura (0,49%). Namun ia menjelaskan, ini terkait struktur pasar domestik yang sangat besar di segmen ritel dan mikro, yang secara alamiah lebih berisiko. “Di Indonesia karena kita memiliki jumlah populasi yang besar (ritel) dan juga besarnya bisnis mikro, tentunya NPL bank di Indonesia secara umum akan lebih tinggi,” jelas Steffano.

Rusli, Wakil Direktur Utama Bank Victoria International, berpendapat kualitas aset perbankan Indonesia sebenarnya bisa bersaing secara global jika ekonomi domestik lebih kompetitif. Ia menyoroti dominasi pemerintah dan isu korupsi-kolusi-nepotisme (KKN) yang mengekang sektor swasta. “Kalau isu KKN hilang, nanti otomatis NPL daripada industri perbankan itu bisa bersaing di kancah global,” tegas Rusli.

Brian Indradjaja, Presiden Direktur PT Deloitte Konsultan Indonesia, menilai kondisi NPL sektor ritel di Indonesia sudah sulit dikendalikan, bahkan beberapa bank dalam situasi yang parah. Ia menekankan perlunya langkah perbaikan untuk memulihkan kesehatan NPL. Brian juga mencatat, sejumlah bank kini mulai menahan ekspansi kredit ritel demi menjaga kualitas kredit, terutama karena daya beli masyarakat yang sedang melemah.

Struktur kredit perbankan Indonesia yang padat segmen ritel dan mikro membuat risiko NPL lebih tinggi. Namun dengan reformasi tata kelola, penguatan sektor swasta, dan penyesuaian strategi penyaluran kredit, industri perbankan nasional tetap berpotensi meningkatkan kualitas aset dan bersaing secara regional.

Indonesia Genjot Investasi Pusat Data hingga 2 GW Dalam Dua Tahun Kedepan

24 Jun 2025

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) membuka peluang selebar-lebarnya bagi investasi pusat data (data center) di Tanah Air. Investasi ini akan menjadi bagian penting dari upaya percepatan  transformasi digital nasional. Upaya ini juga seiring dengan  proyeksi kebutuhan pusat data Indonesia yang diperkirakan mencapai 1,5 hingga 2 gigawatt (GW) dalam dua tahun ke depan. Jika target ini tercapai, Indonesia berpotensi besar menjadi pusat data digital (digital data hub) utama di kawasan Asia Tenggara (Asean). Adapun saat ini, ketersediaan kapasitas pusat data disebut baru sekitar 290 megawatt (MW). Hingga akhir 2025, Pemerintah menargetkan untuk meningkatkan kapasitas pusat data hingga 900 MW. Sebagai perbandingan kapasitas pusat data Malaysia saat ini sekitar 400 MW.

"Kami berharap tingkat kepercayaan investor, baik dari dalam maupun luar negeri, terus meningkat untuk mendukung ekosistem infrastruktur digital nasional yang tangguh dan inklusif," kata Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid. Terkait minat investor global dalam investasi pusat data di Indonesia. Indonesia berhasil mengamankan komitmen jumlah investasi pusat data senilai US$ 2,3 miliar (sekitar Rp37 triliun) oleh perusahaan EDGNEX yang berasal dari Dubai, Qatar, belum lama ini. Investasi EDGNEX ini akan digunakan untuk membangun infrastruktur pusat data modern di atas lahan seluas 12 hektare di kawasan industri Cikarang. Fase awal proyek ditargetkan rampung pada 2026 dan akan terus berkembang hingga 2028. (Yetede)