;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Perlunya Kerja Sama Satgas PHK dan Satgas Investasi

20 May 2025
Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid  Ahmad menerangkan, satgas PHK harus berhubungan dengan Satgas Investasi. "Karena yang karena PHK ini juga saya kira mereka sudah punya skill juga bisa dialokasikan pada investasi baru, yang kemudian bisa menyerap tenaga kerja mereka yang memungkinkan terdampak dari situasi ini," kata dia. Satgas PHK sebelum dibentuk pada 1 Mei 2025 ini. Satgas ini dibentuk akibat banyaknya gelombang PHK kian mengkhawatirkan  berbagai sektor industri di tanah air. Pada 2024, terjadi PHK sekitar 80.000 orang, Sementara di kuartal 1-2025 ini jumlahnya mencapai 24.000 orang. Ada pun fokus daripada Satgas PHK ini untuk mencegah pemutusan PHK, menjaga stabilitas ketenagakerjaan, dan memastikan hak-hak pekerja tetap terlindungi sesuai aturan. Tauhid melihat, tugas satgas PHK saat ini masih mencari infromasi dan gagasan terkait sektor lemah atau kuat untuk ke pasar Amerika Serikat. "Misalnya punya 10 komoditas utama ke AS, jadi diindentifikasikan mana yang masih bisa bertahan dan mana yang kena imbasnya (PHK)," kata dia. Untuk meminimalisir semakin banyaknya jumlah perkerja yang kena PHK, Tauhid menegaskan mulai mengkaitkan pekerja tersebut dengan investasi baru. Ini missing linknya yang belum saya lihat saat ini." ucap dia. (Yetede)

Perbanyak Insentif Industri Otomotif, Daripada Menambah Pajak

20 May 2025
Pemerintah diharapkan dapat memperbanyak insentif untuk industri otomotif daripada menambah pajak. Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara menerangkan, pemberian insentif pajak mobil bisa menjadi obat mujarab untuk menaikkan penjualan mobil dalam jangka pendek, Ini sudah dibuktikan pada 2021. Dia mengakui, saat memberikan insentif, penerimaan negara bisa berkurang. Tetapi, ini akan ternormalisasi, begitu pasar mobil pulih. "Kami tidak minta utang atau subsidi, melainkan penundaan penyetoran pajak pada periode tertentu. Begitu ekonomi bangkit, penerimaan pemerintah akan kembali," kata Kukuh saat dalam diskusi "Menakar Efetivitas Insentif otomotif," yang digelar Forum Wartawan Industri (Forwin) di Jakarta. Dia mengatakan, pajak kendaraan di Indonesia jauh lebih tinggi dibandingkan di Malaysia. Di Malaysia pajak tahunan Avanza 1.5L Rp330.000, kemudian biaya balik nama hanya Rp7.000, tidak ada mutasi daerah dan tidak ada perpanjangan 5 tahunan. Sedangkan di Indonesia pajak tahunan mobil yang sama mencapai Rp4.000.000, ada wajib perpanjangan 5 tahunan serta biaya balik nama Rp.300.000-500.000. "Mohon maaf saya sebut jenama supaya gampang, Di sana pajak tahunannya engga lebih dari Rp 1 juta. Di sini Rp 6 juta, jadi bisa dibayangkan. Kalau ini dikurangikan  lumayan," kata Kukuh. (Yetede)

Minat Investor ke SBN Makin Tinggi

20 May 2025
Kepala Badan kebijakan Fiskal Kementrian Keuangan (BKF Kemenkeu) Febri Kacaribu mengatakan, minat investor terhadap Surat Berharga Negara (SBN) makin tinggi di tengah gejolak perekonomian global. Hal itu mencerminkan investor makin percaya terhadap fiskal dan perekonomian Indonesia secara keseluruhan. "Dibandingkan awal tahun, imbal hasil (yield) SBN 10 tahun kita masih rendah. Ini banyak terjadi khususnya dalam satu bulan terakhir," kata Febrio. Adapun Yield SBN 10 tahun turun 2 basis poin (bps) menjadi 7,00% secara tahun berjalan  (year-to-year/ytd) pada kuartal 1-2025. Meski sempat naik setelah pengumuman tarif resiprokal AS, yield kembali turun sebesar 4,5 bps ke level 6,98% pada 22 April 2025. Mengingat hubungan terbaik antara harga SUN dan yield, maka penurunan yield menunjukkan minat investor yang tetap tinggi terhadap obligasi Pemerintah Indonesia. Febrio optimistis kepercayaan investor terhadap intrusmen utang pemerintah Indonesia didorong oleh perbaikan kinerja fiskal dan ekonomi. Dari segi fiskal, pendapatan negara menunjukkan pemulihan utamanya melalui penerimaan pajak, pendapatan negara menunjukkan pemuliha  utamanya melalui penerangan pajak. (Yetede)

Kopdes Merah Putih Siap Jadi Penyalur Bansos

20 May 2025
Menko Pangan Zulkifli Hasan menyatakan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih nantinya dicanangkan pemerintah sebagai penyalur bantuan sosial (bansos). Rencananya tersebut diupayakan  mengingat Kopdes Merah Putih mengutamakan peran Kementerian BUMN, salah satunya PT Pos Indonesia, sebagai perusahaan milik negara yang turut menyukseskan peran lembaga keuangan milik desa tersebut. "Kita ingin buka menjadi penyalur bantuan-bantuan sosial dengan PT Bos Indonesia, BUMN juga," jelas Menko. Menko Pangan yang juga Ketua Satgas Kopdes Merah Putih itu menjelaskan, peran serta kementerian BUMN menjadi fungsi sentral pembentukan Kopdes Merah Putih tersebut. Selain PT Pos Indonesia, peran permodalan oleh Bank Himbara hingga agen pupuk perlu melibatkan Kementerian BUMN. "Semua itu urusannya dengan BUMN kita. Permodalan plafon Rp 3miliat itu dari BUMN, bank-bank dari Himbara. kemudian akan menjadi agen pupuk, agen sesuai pemerintah Bapak Presiden Prabowo Subianto, agen  semua BUMN juga," Karena itu Menko Pangan mengatakan, pihaknya juga meminta bantuan Menteri BUMN Erick Thohir guna membentuk sistem dukungan dari BUMN terhadao Kopdes Merah Putih. "Jadi, memang hampir semua. Karena itu, kata kuncinya keberpihakan BUMN kepada koperasi ini akan sangat menentukan berhasil apa tidak," tegas dia. (Yetede) 

BUMDes Blora Mampu Berkontribusi Garap 160 Sumur Bor Minyak

20 May 2025
Badan Usaha Milik Desa (BumDes) Sumber Alam Agung Abadi Desa Plantungan, Blora, Jawa Tengah mampu berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes) Plantungan lewat pengelolaan 160 sumur bor artesis yang menghasilkan  minyak. "BUMDes dari awal mengelola sumur artesis hingga sekarang sudah berkontribusi dalam memberikan PADes Plantungan lebih dari Rp 3 miliar," kata Pengelola BUMDes Sumber Alam Agung Abadi Desa Plantungan Hanafi. Hasil pengumuman limbah dari seratus sumur bor artesis di Desa Plantungan Kecamatan Blora Jawa Tengah, kata dia, rata-rata mendapatkan 1 juta liter per bulan. Ia mengungkapkan dari 160 sumur bor artesis tersebut, yang bercampur dengan minyak limbah tercatat ada 60-an sumur, selebihnya minyak yang bercampur dengan air. "tergantung intensitas hujan. Jika curah hujannya tinggi banyak airnya, begitu sebaliknya. Rata-rata per bulan pengumpulan minyak bisa mencapai 1 juta liter," terangnya. Ia mengatakan dari pengolahan puluhan limbah sumur bor artesis di Desa Plantungan, penghasilan per tahunnya ya cukup besar dan sudah berjalan empat tahun, sehingga bisa berkontribusi terhadap PADesa. Sekitar 10% dari PADes tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan sosial, pembangunan infrastruktur serta lainnya. (Yetede)

Investor Asing Jadi Incaran Baru Pasar RI

20 May 2025

Kembalinya investor asing ke pasar saham Indonesia menjadi angin segar di tengah kelesuan sejak awal tahun. Aksi net buy besar-besaran, yang dipicu oleh meredanya tensi dagang global dan kondisi valuasi yang menarik, menunjukkan adanya optimisme baru. Tokoh-tokoh penting seperti Felix Darmawan (Panin Sekuritas), Ekky Topan (Infovesta Kapital Advisori), Reza Fahmi Riawan (Henan Putihrai Asset Management), Adrian Joezer (Mandiri Sekuritas), Erindra Krisnawan (BRI Danareksa Sekuritas), dan Inarno Djajadi (OJK) menyoroti bahwa keberlanjutan tren ini sangat tergantung pada stabilitas makroekonomi domestik, kebijakan fiskal dan moneter yang prudent, serta penguatan fundamental emiten.

Meskipun indeks IHSG kembali menembus level 7.000 dan menunjukkan potensi pertumbuhan hingga akhir tahun, tantangan seperti inflasi yang meningkat, pertumbuhan ekonomi yang melambat, dan ketidakpastian kebijakan fiskal tetap menjadi risiko. Para analis mengingatkan bahwa arus dana asing saat ini cenderung bersifat jangka pendek (hot money), sehingga pemerintah dan regulator perlu mengambil langkah strategis, seperti perbaikan kebijakan ekonomi dan peningkatan likuiditas melalui peran liquidity provider seperti Danantara, untuk menjaga keberlanjutan minat investor asing.


Utang Luar Negeri Meningkat, Risiko Mengintai

20 May 2025

Meningkatnya utang luar negeri Indonesia di tengah perlambatan ekonomi menjadi perhatian serius yang perlu diantisipasi secara cermat. Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa utang luar negeri pada triwulan I/2025 mencapai US$430,4 miliar (Rp7.144,6 triliun), tumbuh 6,4% dari periode sebelumnya. Total utang pemerintah pun telah mendekati Rp9.000 triliun. Meskipun secara rasio terhadap PDB (30,6%) masih dalam batas aman, peningkatan beban utang ini tetap menimbulkan kekhawatiran, khususnya terhadap kemampuan fiskal negara dalam jangka menengah dan panjang.

Tokoh-tokoh penting seperti Bank Indonesia, pemerintah pusat, serta lembaga pengawas fiskal menekankan pentingnya koordinasi dalam mengelola utang agar tidak membebani APBN dan tetap mendukung pembangunan. Namun, tekanan nyata datang dari pelemahan nilai tukar rupiah, yang secara langsung menaikkan beban cicilan utang dalam mata uang asing dan mempersempit ruang fiskal negara. Hal ini berisiko mengurangi alokasi anggaran untuk sektor produktif dan stimulus ekonomi.

Dalam situasi ini, tokoh sentral yang berkontribusi terhadap peningkatan utang adalah pemerintah sendiri, yang terpaksa memperluas pinjaman luar negeri guna menutup defisit anggaran dan mendanai pembangunan di tengah penerimaan negara yang melemah. Meskipun langkah ini dianggap realistis untuk jangka pendek, kebergantungan berlebihan terhadap utang luar negeri, jika tidak disertai dengan efisiensi dan transparansi, justru berpotensi menjebak Indonesia dalam krisis fiskal di masa depan.

Oleh karena itu, diperlukan komitmen kuat dari pemerintah untuk membatasi ketergantungan pada utang luar negeri, memperbaiki kapasitas fiskal secara berkelanjutan, serta memastikan bahwa setiap utang digunakan secara produktif dan terbebas dari korupsi agar manfaat ekonominya benar-benar dirasakan masyarakat.



RI Gaet Modal Thailand untuk Proyek Strategis

20 May 2025

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mempererat hubungan strategis Indonesia-Thailand melalui sektor energi dan investasi. Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra di Government House, Prabowo secara terbuka mengundang entitas asal Thailand untuk berpartisipasi dalam pengembangan sektor energi di Indonesia, termasuk transisi ke energi bersih dan energi terbarukan.

Sebagai langkah nyata, Indonesia akan mengaktifkan kembali Indonesia-Thailand Energy Forum tahun ini, yang menjadi wadah penting untuk dialog dan kerja sama strategis di bidang energi antara kedua negara. Di sisi lain, kerja sama investasi juga diperkuat melalui pemanfaatan platform sovereign wealth fund (SWF), di mana Indonesia akan menggunakan Danantara sebagai kendaraan utama investasi lintas negara.

Menurut Menteri Luar Negeri Sugiono, kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari diplomasi ekonomi kedua negara dan menunjukkan kesiapan Danantara sebagai superholding yang memiliki mandat mengelola investasi strategis. Ia juga menyoroti peran penting Thaksin Shinawatra, mantan Perdana Menteri Thailand sekaligus ayah PM Paetongtarn, yang kini menjadi bagian dari Dewan Pengawas Danantara, sebagai simbol kedekatan dan kepercayaan antara kedua negara.

Secara keseluruhan, langkah Presiden Prabowo ini mencerminkan arah kebijakan luar negeri yang pro-investasi dan memperkuat ketahanan energi nasional melalui kemitraan regional yang inklusif, strategis, dan berkelanjutan.


PT Bank Mandiri Taspen Menjalin Kerja Sama dengan IFG Credit Life Insurance

19 May 2025
PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) dan PT Bank Mandiri Taspen menjalin kerja sama pemasaran produk IFG Credit Life Insurance dalam rangka mendukung layanan perbankan yang terintegrasi. Penandatanganan perjanjian Kerja Sama dilakukan kedua perusahaan dalam memperluas akses perlindungan finansial bagi masyarakat.  Dalam kerja sama ini, Bank Mandiri Taspen bersama IFG Life akan memberikan perlindungan jiwa untuk debitur dan calon debitur  Bank Mandiri Taspen, terutama nasabah UMKM dan Pensiunan, dengan produk IFG Credit Life Insurance yang memberikan perlindungan terhadap resiko meninggal dunia bagi debitur selama jangka waktu kredit. Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi debitur atas kelangsungan kreditnya dan menjaga kualitas kredit di Bank Mandiri Taspen. Direktur Bisnis Korporasi IFG Life Bugi Riagandhy, menyampaikan bahwa kerja sama ini sejalan dengan visi dan misi IFG Life dalam memperluas akses perlindungan asuransi kepada masyarakat Indonesia. Kerja sama ini merupakan bentuk awal kolaborasi strategi dalam mendukung perlindungan menyeluruh bagi debitur dan calon debitur Bank Mandiri Taspen dan membuka peluang kerja sama lain di masa depan. (Yetede)

Kurang Uang Memaksa Gen Z ”Polyworking”

19 May 2025

Susah mencari pekerjaan terjadi di seluruh dunia. Sebagian generasi Z menjadikan polyworking alias melakoni beberapa pekerjaan sekaligus sebagai solusinya. Jajak pendapat Capital One menemukan 36 % gen Z di Kanada punya pekerjaan sampingan. Dikutip The Financial Post pada 15 Mei 2025, lembaga keuangan di AS dan Kanada itu menemukan 45 % responden mempertimbangkan mencari pekerjaan sampingan. Lebih dari 70 % responden Capital One menyatakan kerja sampingan dilakukan karena perlu uang lebih banyak. Energi dan sumber daya mereka difokuskan ke sana, bukan perhatian pada isu-isu tertentu atau mengejar renjana (passion).

Gianluca Russo, pekerja gen Z di Arizona, AS, adalah anggota tim komunikasi LinkedIn. Ia juga bekerja sebagai pelatih sepeda di dalam ruangan, koreografer tari, penulis lepas, dan pengarang. Profesi sebanyak itu biasa untuknya. ”Satu-satunya cara saya dapat menangani begitu banyak pekerjaan sekaligus adalah karena saya hanya mengerjakan pekerjaan yang saya sukai,” ujar Russo kepada Harper’s Bazaar edisi Senin (21/4). Beberapa tahun terakhir, polyworking ramai di dunia kerja. Anak muda berusaha membentuk kembali makna membangun karier di antara ketidakstabilan ekonomi, minim lowongan, dan ambisi. Fenomena ini tidak muncul dalam sekejap. Dunia kerja berubah, pasar kerja yang tidak stabil, dan situasi ekonomi. Gen Z terdampak.  

Polyworking berbeda dengan side hustle. Side hustle adalah situasi seseorang mempunyai pekerjaan penuh waktu, tetapi juga mempunyai pekerjaan sampingan. Sementara, Forbes pada 2023 menjabarkan, polyworking adalah praktik memiliki beberapa pekerjaan penuh waktu. ”Saat ini, tidak ada jaminan kerja. Lihat apa yang terjadi dengan sektor federal. Pekerjaan yang Anda pikir tidak akan pernah hilang ternyata hilang. Pekerjaan itu adalah pekerjaan yang dianggap sangat aman oleh orang-orang,” ujar konsultan karier Lynn Berger di New York. Polyworking bukanlah sekadar tren. Ini adalah kalibrasi ulang terhadap definisi pekerjaan di era modern. Pesannya jelas, satu pekerjaan sering kali tidak cukup di situasi ekonomi kini. (Yoga)