Ekonomi
( 40460 )IHSG Diproyeksikan Bertumbuh Sedang Pada Akhir 2024
Perdagangan pasar modal diwarnai banyak koreksi pada pertengahan tahun 2024. Sekuritas pun menargetkan pertumbuhan sedang atau moderat pada Indeks Harga Saham Gabungan di akhir tahun. Indeks bursa diharap tumbuh dengan dukungan sejumlah sentimen positif di dalam dan luar negeri. IHSG sepanjang tahun ini sampai Kamis (8/8) tumbuh negatif hampir 1 % dari level sekitar 7.300 menjadi sekitar 7.200. Volatilitas IHSG signifikan terjadi pada pertengahan Juni ketika menyentuh posisi 6.700-an.
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede dalam webinar Virtual Media Briefing-PIER Economic Review, Kamis (8/8) menjelaskan, pelemahan IHSG pada semester I-2024 hampir serentak terjadi pada kinerja beragam sektor saham. ”Kami mencatat bahwa kinerja sektoral saham teknologi masih turun 27 %, transportasi turun 15 %, sektor energi sendiri meningkat 15 %. Sementara perbankan masih dengan kinerja negatif 4 % karena dipengaruhi beberapa kinerja saham bank yang kinerja kreditnya terdampak, khususnya dari sektor UMKM,” katanya. Lemahnya kinerja saham perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia sejalan dengan besarnya modal asing yang keluar dari pasar modal.
Berdasar data year to date sampai 7 Agustus, arus masuk (inflow) bersih yang menggambarkan selisih dana masuk dan keluar dari investor asing sebesar 52 juta USD. Di pasar surat utang atau obligasi, arus modal keluar (outflow) bersih tercatat mencapai 1,6 miliar USD. Kabar baiknya, sejak awal triwulan III-2024 atau Juli, net inflow yang masuk ke pasar saham tercatat 479 juta USD. Sementara, di pasar obligasi, investor asing mulai menarik dananya pada awal Agustus ini karena ekspektasi penurunan suku bunga pada akhir kuartal ini. Sejak awal Juli, tercatat ada arus keluar bersih 259 juta USD. ”Ada inflow di Juli yang meningkat, diantaranya kembalinya inflow investor asing di pasar saham dan kurangnya kepemilikan dana asing di pasar obligasi,” ujar Josua. (Yoga)
Elon Musk Gugat Pengiklan di Platform X
Platform media sosial milik miliarder Elon Musk, X, menggugat Aliansi Global untuk Media yang Bertanggung Jawab atau Global Alliance for Responsible Media (GARM), koalisi para pengiklan besar dunia. Ia menuduh GARM melanggar regulasi antimonopoli karena berkoordinasi untuk mencegah merek-merek terkemuka dunia, seperti Unilever, CVS Pharmacy, dan perusahaan energi Denmark, Orsted, untuk memasang iklan di X. Gugatan antimonopoli itu diajukan X ke pengadilan federal Texas, awal pekan ini. Elon Musk, Selasa (6/8) mencuit di X yang intinya menyatakan perang terhadap merek-merek terkemuka yang dia tuduh telah melakukan boikot besar-besaran terhadap X.
”Kami mencoba perdamaian selama dua tahun, sekarang perang,” cuit Musk. Kemarahan Musk terhadap pengiklan tersebut sudah terjadi lama. Saat acara Deal Book Summit yang digelar The New York Times tahun lalu, Musk bahkan beberapa kali mengumpat untuk menyerang merek-merek terkemuka, seperti Disney, yang tidak lagi pasang iklan di X. Mengutip The New York Times, Kamis (8/8), CEO X Linda Yaccarino mengatakan, perilaku GARM dan para eksekutif merek-merek terkemuka di dunia itu ilegal dan merugikan X miliaran USD.
”Orang-orang terluka ketika pasar ide dirusak dan beberapa konten sudut pandang di X tidak didanai (tak memikat pengiklan). Ini bagian boikot ilegal,” ujarnya. Sejak mengakuisisi X senilai 22 miliar USD pada 2022, Musk berjanji untuk mengantar X ke era baru kebebasan berbicara tanpa batas. GARM yang mewakili merek-merek terkemuka di dunia yang menguasai lebih dari 90 % belanja iklan global dituduh telah mengajak para pengiklan anggotanya untuk menghindari X setelah Musk membelinya. Tudingan itu dibuktikan oleh X karena 18 anggota GARM berhenti beriklan di platform X sama sekali. Puluhan anggota GARM lainnya mengurangi pengeluaran pasang iklan di X hingga 70 % atau lebih.
Upaya hukum yang ditempuh Musk bersama jajaran eksekutif X ini dinilai banyak pengamat periklanan sebagai langkah memutus hubungan dengan para pemimpin perusahaan media sosial lainnya. Mereka telah menjalin hubungan dekat dengan para pengiklan dan cepat tanggap terhadap kekhawatiran pengiklan tentang konten yang menyinggung. ”Sepanjang Musk belum memutus semua hubungan dengan seluruh komunitas periklanan, saya tidak melihat pengajuan gugatan ini akan membuat merek-merek terkemuka di dunia kembali ke X,” ujar Chief Strategy Officer Ebiquity, konsultan pemasaran dan media, Ruben Schreurs kepada The New York Times. (Yoga)
PHK di Industri Tekstil Terus Terjadi
PHK di industri tekstil dalam negeri terus terjadi seiring banjirnya impor tekstil dan produk tekstil, baik legal maupun ilegal. Sejumlah pihak mendesak pemerintah mengendalikan impor untuk melindungi industri tekstil. ”Hampir setiap bulan kita dapat informasi minimal satu pabrik tutup. Ada yang terkena PHK di sini, di situ. Kita tidak mau seperti itu,” ucap Sekretaris Eksekutif Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia Farhan Aqil dalam diskusi daring, Kamis (8/8). Diskusi yang digelar Institute for Development of Economics and Finance (Indef) itu mengambil tema ”Industri Tekstil Menjerit, PHK Melejit”.
Berdasar data Asosiasi Pertekstilan Indonesia, dalam 6 bulan pertama 2024, sebanyak 20-30 pabrik berhenti beroperasi. Sekitar 10.800 pekerja di industri tekstil mengalami PHK. Di Jabar, dalam catatan Kompas, salah satu pabrik tekstil yang tutup adalah PTAlenatex. Pabrik ini melakukan PHK terhadap 700 karyawannya. Di Jateng, terdapat lima pabrik yang melakukan PHK dengan jumlah karyawan 100 hingga 800 orang. Data BPS yang diolah Kemenperin menunjukkan penurunan jumlah tenaga kerja di industri tekstil sebesar 7,5 % dari tahun 2023. Pada industri pakaian jadi, ada penurunan jumlah pekerja 0,85 % dibanding tahun lalu.
”Kondisi sekarang mungkin lebih buruk dibandingkan pandemi Covid-19,” kata Farhan. Pertumbuhan PDB industri tekstil nasional pada 2022, ketika pandemi Covid-19, tercatat 9,34 %. Namun, pada akhir 2023, pertumbuhannya minus 1,93 %. Kondisi ini tak lepas dari gempuran impor yang dipicu Permendag No 8 Tahun 2024 tentang revisi ketiga Permendag No 36 Tahun 2023 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor yang berlaku per 17 Mei 2024. Permendag itu menghilangkan persyaratan pertimbangan teknis dari Kemenperin untuk impor tekstil dan produk tekstil (TPT). Dampaknya, impor bisa masuk lebih mudah karena tidak lagi mempertimbangkan besar kapasitas, kekuatan, dan kebutuhan impor yang sesuai untuk industri. (Yoga)
Pelepasan Barang Impor Ilegal
60 Perusahaan Berencana Investasi di IKN
Industri Dana Pensiun Tumbuh 12%
Mesin-mesin Pertumbuhan Baru Group Astra
Peluang Investasi Saham dengan Harga Terjangkau
Investor penganut value investing dapat memanfaatkan peluang di tengah rontoknya saham-saham blue chip, karena valuasi sejumlah emiten unggulan saat ini sedang terdiskon. Adityo Nugroho, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, menjelaskan bahwa lesunya kinerja pasar saham Indonesia dibandingkan bursa-bursa global disebabkan oleh minimnya katalis positif, sehingga pasar cenderung lebih terseret oleh sentimen ketidakpastian global.
Dengan penurunan indeks LQ45 sebesar 8,22% year-to-date (YtD), sejumlah saham LQ45 kini memiliki valuasi murah, yang dapat menjadi peluang investasi, terutama pada sektor-sektor yang masih prospektif seperti perbankan, poultry, dan minyak. Beberapa analis juga menilai saham di sektor perbankan dan properti masih memiliki potensi pertumbuhan, terutama jika didukung oleh pemangkasan suku bunga dan stabilitas politik yang diharapkan dari pelantikan presiden baru pada Oktober 2024.
Ketidakpastian Kebijakan Impor: Ancaman Deindustrialisasi bagi Ekonomi Nasional
Kebijakan pemerintah di sektor perdagangan, yang dimaksudkan untuk memacu pertumbuhan ekonomi, justru menciptakan ketidakpastian dan menimbulkan polemik berkepanjangan melalui perubahan regulasi impor yang sering dilakukan. Dalam kurun waktu lima bulan, pemerintah telah empat kali mengubah kebijakan importasi, yang berujung pada terbitnya Permendag No. 8/2024 yang melonggarkan impor produk padat karya seperti tekstil dan alas kaki.
Cheril Tanuwijaya, Head of Research Mega Capital Sekuritas, menyoroti bahwa pelonggaran kebijakan ini menjadi bumerang bagi industri dalam negeri, yang kini mulai merasakan dampak negatifnya, seperti penurunan indeks manufaktur (PMI) yang terus terjadi. Penurunan ini juga berbanding lurus dengan menurunnya kontribusi industri pengolahan terhadap PDB, yang menandai fase deindustrialisasi di Indonesia. Fenomena ini mengancam perekonomian nasional, dan pemerintah perlu segera menetapkan kebijakan yang konsisten dan jangka panjang untuk mendukung industri domestik serta mengevaluasi kembali kebijakan importasi agar sektor industri tetap menjadi tulang punggung ekonomi nasional.
Seleksi Ketat Investasi IKN Nusantara: Hanya 220 dari 472 Surat Minat yang Lolos
Meskipun minat investasi yang masuk ke Ibu Kota Nusantara (IKN) tinggi, tidak semua minat tersebut dapat diterima dan cocok untuk pengembangan kawasan ini. Dari 472 surat minat investasi (Letter of Intent/LoI) yang diterima, hanya sekitar 220 yang layak untuk dilanjutkan. Plt. Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Basuki Hadimuljono, menyatakan bahwa seleksi ketat dilakukan untuk memastikan bahwa pembangunan IKN berjalan sesuai dengan desain dan rencana yang telah ditetapkan.
Dari 220 LoI yang dianggap layak, mereka berasal dari 60 investor di seluruh dunia. LoI ini akan ditindaklanjuti oleh Satuan Tugas Percepatan Investasi IKN Nusantara, yang dibentuk oleh Presiden Joko Widodo, untuk mempercepat realisasi investasi. Basuki optimis bahwa iklim investasi di IKN akan semakin terakselerasi, terutama dengan adanya dua investor asing dari China dan Jepang yang akan masuk ke sektor properti di IKN, mencakup perumahan, hotel, dan perkantoran.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









