Ekonomi
( 40465 )Bali Jagadhita Culture Week 2021, Ekspor Produk UMKM Tembus Rp4,7 Miliar
Reaksi ekspor produk usaha mikro kecil menengah yang mengikuti kegiatan Bali Jagadhita Culture Week 2021 mencapai Rp4,7 miliar. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi (KpwBI) Bali Trisno Nugroho mengatakan acara tersebut diselenggarakan pada 4-6 Oktober 2021 yang bertujuan untuk memperluas cakupan pasar produk UMKM di Pulau Dewata. "Pasar domestik maupun ekspor baik, tetapi dengan masuk pasar ekspor, ini akan makin menambah kesejahteraan UMKM," ujarnya kepada Bisnis, Kamis (7/10). Bali Jagadhita Culture Week 2021 merupakan bagian dari Karya Kreatif Indonesia (KKI) yang telah dilaksanakan enam kali sejak 2016. Bali Jagadhita tahun ini mengangkat tema Sinergi, Globalisasi, dan Digitalisasi UMKM dan Sektor Pariwisata.
Peserta yang terlibat sebanyak 21 UMKM dengan perincian 9 UMKM dengan produk kain/tenun, 5 UMKM produk Kriya, 5 UMKM produk makanan dan minuman, serta 1 UMKM desain atau ekonomi kreatif. KKI sinergikan dalam rangka mendukung gertakan nasional yang diprakarsai oleh pemerintah yakni Gerakan Bangga Buatan Indonesia (GBBI) serta Gerakan Nasional Berwisata Indonesia) (GBWI). Sekretariat Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan Pemprov Bali terus berupaya mendampingi UMKM karena merupakan sektor yang tangguh terhadap terbulensi. Ketika sektor lain terdampak serius akibat pendemi Covid-19, menurutnya, UMKM mampu bertahan dan masih bisa diandalkan. "UMKM bisa eksis namun membutuhkan dukungan dari kita semua, baik dari BI, OJK, maupun Pemda," katanya. (yetede)
Gojek Membeli Saham Hypermart Rp 355 Miliar
Hypermart memerlukan modal untuk terus bertumbuh dan juga untuk mengeksekusi strategi ritel omnichannel dan memperkuat neraca keuangan. PT Aplikasi Karya Anak Bangsa atau Gojek membeli saham PT Matahari Putra Prima Tbk, yang merupakan pengelola hipermarket Hypermart. Dana yang dikeluarkan Gojek untuk akuisisi saham ini sekitar Rp 355 miliar. Transaksi tersebut telah diselesaikan pada 4 Oktober 2021. Pemegang saham lama, yaitu PT Multipolar Tbk, menjual saham Matahari Putra Prima sebanyak 6,74 persen kepada Gojek. Adapun harga per saham senilai Rp 700.”Tujuan transaksi adalah untuk investasi dengan status kepemilikan saham langsung,” demikian keterangan CEO Gojek Andre Soelistyo kepada Bursa Efek Indonesia, Kamis (7/10/2021). Sebelumnya, Gojek tidak memiliki saham di Matahari Putra Prima.
Pamor Fintech Kian Memikat
Ditengah pandemi Covid-19 yang masih jadi perhatian utama di seluruh dunia, minat masyarakat untuk memanfaatkan perusahaan layanan financial technologi atau fintech sebagai kanal alternatif pembiayaan makin tinggi. Tingginya minat tersebut turut membuka peluang perbankan menjalin aliansi lebih luas guna meningkatkan porsi pembiayaan, khususnya dari penyaluran pembiayaan skala UMKM.
Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) yang juga CEO PT Invesrtree Radhika Jaya (Investree) Adrian Gunadi menyatakan, peluang yang terbuka lebar itu disambut dengan cepat oleh perbankan selaku pendana (lender) Institusi. "Kami rasa lender institusi penting untuk menjaga kestabilan sumber pendanaan bagi UMKM. Dimana pada umumnya lender institusi dapat melakukan pendanaan dalam jumlah yang lebih besar dengan waktu yang lebih singkat, sehingga dapat membantu borrower UMKM segera mendapatkan modal," katanya, Rabu (6/10).
Investree menyuguhkan rata-rata imbal hasil atas pendanaan mencapai 16,7% pertahun untuk para lender. Sebelumnya, PT Bank DBS Indonesia juga mengumumkan komitmen pendanaan bersama atau joint financing sebesar Rp1 triliun melalui kerja sama dengan Kredivo. "Dengan ekspansi terhadap limit skema kerja sama dari Rp500 miliar menjadi Rp1 triliun kami mengharap mampu menjangkau masyarakat lebih luas dan meningkatkan inklusi keuangan," kata Consumer Banking DBS Indonesia Rudy Tandjung. (yetede)
Industri Keramik, Tarif Safeguard Dipastikan Turun
Besaran bea masuk tindakan pengamanan atau safeguard produk keramik dipastikan turun sesuai dengan aturan WTO yang mewajibkan pemangkasan tarif pada periode berikutnya. Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Edi Suyanto mengungkapkan besaran safeguard keramik akan turun menjadi 13-17% selama tiga tahun kedepan. Sebelumnya, selama kurun 2018-2021 besaran safeguard 19%-23%. Dia berharap beleid perpanjangan safeguard keramik segera diteken oleh Kementerian Keuangan sehingga mampu menghalau serbuan produk impor, khususnya dari India dan Cina.
Asaki memperkirakan dengan besaran import bulanan rata-rata Rp500 miliar, negara akan kehilangan Rp90 miliar sehingga Rp100 miliar jika safeguard tidak diperpanjang. "Jangan sampai katalis positif harga gas yang diharapkan bisa membantu meningkatkan daya saing dan menggerek pertumbuhan industri keramik terdistrupsi oleh gangguan impor," ujarnya kepada Bisnis, Rabu (6/10). Terkait harga gas, pihaknya kini berharap pada kemudahan perluasan alokasi harga gas industri sebesar US$6/MMMBtu untuk menaikkan daya saing.
Sementara itu, safeguard untuk keramik yang diterapkan sejak 2018 dinilai belum efektif membendung serbuan produk impor. Peneliti di Pusat Industri, Perdagangan, dan Investasi Indef Ahmad Heri Firdaus menyebut tak cukup menerapkan safeguard untuk membangun ketahanan industri dalam negeri. Kenyataannya, meski dikenakan safeguard, keramik dari negara pesaing seperti China, India, dan Vietnam masih mampu mempertahankan daya saing berkat dukungan struktur biaya produksi yang kuat. (yetede)
Perdagangan Elektronik, 15,9 Juta UMKM Terkoneksi Ekosistem Digital
Kementerian Koperasi dan UKM mencatat jumlah usaha mikro kecil dan menengah yang terhubung dengan ekosistem digital meningkat 100% sejak pandemi Covid-19. Menteri Koperasi dan UKM Tenten Masduki mengatakan kini jumlah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang terhubung ke ekosistem digital mencapai 15,9 juta unit, dibandingkan dengan 8 juta unit sebelum Maret 2020. "Pada 2024 pemerintah menargetkan 30 juta UMKM dapat terhubung kedalam platform digital. Dengan tergabungnya ke ekosistem digital, akan menjadi salah satu peluang bagi UMKM untuk tumbuh ekspansif," katanya, Rabu (6/10).
Teten menjelaskan transformasi digital menjadi kunci pemulihan ekonomi nasional. Terlebih dengan proyeksi bahwa ekonomi digital Indonesia akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara pada 2025 menurut laporan Google dan Temasek. Dia berharap keikutsertaan pelaku usaha dalam seller Conference Lazada bisa mendorong UMKM untuk terhubung dengan ekosistem digital. "Melalui seller Conference Lazada, diharapkan pelaku usaha dapat meningkatkan skala bisnis serta kualitas produknya sehingga bisa terus tumbuh dan berkembang," kata Teten. SVP Seller Operation Lazada Indonesia Haikal Bekti Anggoro mengajak para pedagang di platformnya untuk mempersiapkan diri untuk menghadapi festival belanja 11.11 dan 12.12 tahun ini.
Berkaca pada capaian tahun lalu, Haikal memperjelas barang yang diikutsertakan dalam kampanyae 11.11 dan 12.12 memperlihatkan kenaikan omzet hingga tiga kali lipat. Kunjungan ke toko juga naik 1,2 kali lipat, traffic hanya naik satu kali lipat dan tingkat konversi hanya satu kali, tambahnya. "Ketika berjualan secara online, yang namanya mata uang untuk para seller adalah traffic, jadi harus berlomba-lomba mendapat tingkat kunjungan yang tinggi." Kata Haikal. Sebelumnya Kementerian Perdagangan melaporkan nilai transaksi dagang-el pada semester 1/2021 mencapai Rp186,75 trilliun naik 63,63% dibandingkan dengan periode yang sama setahun sebelumnya. (yetede)
Dompet Digital, UMKM Manfaatkan GOTO Financial
Ekosistem pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) yang terhubung dengan platform GoTo Financial diproyeksikan mampu mencapai Rp53,2 triliun pada 2021 dan berpotensi mengalami peningkatan. Hal itu terungkap dalam lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI (LD FEB UI) bertajuk 'Peran GoTo Financial terhadap Inklusi Keuangan Indonesia Tahun 2021. Wakil Kepala LD FEB UI Paksi CC.K Walandouw memaparkan, 70% responden merchant ekosistem ini mengaku memanfaatkan GoPay karena banyak digunakan oleh konsumen. "Apalagi di era pandemi ini transaksi nontunai itu sudah banyak digunakan konsumen. Jadi merchant mulai menyediakan akses pembayaran online pun semakin penting," jelasnya, Selasa (5/10).
Adapun, 60% responden pertama kali menyediakan akses transaksi nontunai setelah bergabung di ekosistem. Lainnya, tertarik menggunakan akses dari GoTo Finansial untuk mempermudah belanja, berinvestasi, menjadi lebih profesional dengan menerima pembayaran via kartu kredit, dan memanfaatkan riwayat digital dari usahanya untuk mengajukan pinjaman modal usaha. "Ini menjadi salah satu bukti bahwa layanan GoTo Financial membantu meningkatkan skala usaha dan efisien usaha dari para UMKM yang bergabung dalam ekosistem," tambahnya.
Sementara itu Peneliti LD FEB UI Alfindra Primaldhi yang memaparkan pengaruh GoTo Financial dari sisi konsumen, menyebutkan bahwa GoPay mempu menjadi gerbang pembuka minat mereka ke akses keuangan digital lain, seperti investasi, asuransi, sampai rekening bank digital. Kemudian sebanyak 72% mengaku tertarik membuat rekening bank, 25% membuat rekening bank, 24% tertarik mengajukan pinjaman, 13% menginginkan akses kartu kredit, 9% berminat membeli asuransi di dalam aplikasi. (yetede)
Cadangan Devisa RI Diprediksi Masih Stabil
Tren kenaikan cadangan devisa sejak Juni lalu, diprediksi tak akan berlanjut. Cadangan devisa Indonesia akhir September 2021, diperkirakan stagnan setelah mencatat rekor tertinggi US$ 144,8 miliar akhir Agustus 2021. Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman melihat, di satu sisi, cadangan devisa naik saat permintaan global terhadap komoditas Indonesia. Bahkan, kemungkinan besar neraca dagang pada September 2021 masih surplus.
Ketidaksetaraan dan Inflasi Ganggu Pemulihan
Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalia Georgieva mengingatkan bahwa ekonomi global yang rebound dari krisis Covid-19 akan mengalami penurunan pada tahun ini. Penyebabnya, banyak negara sedang berjuang menghadapi kenaikan harga, beban hutang tinggi, pemulihan yang berbeda dimana banyak negara miskin masih tertinggal dari negara-negara kaya. Meskipun IMF memilki kekuatan baru bernilai ratusan miliar dollar untuk membantu negara-negara pulih dari bencana, Georgieva mengungkapkan bahwa faktor-faktor mulai dari kenaikan harga pangan hingga akses vaksin yang tidak setara telah menimbulkan kerugian.
IMF dijadwalkan meliris proyeksi pertumbuhan baru pada pekan depan, tetapi Georgieva mengingatkan bahwa laju pertumbuhan tahun ini diperkirakan sedikit moderat dari prediksi 6% pada Juli. Selain itu, resiko dan hambatan untuk pemulihan global yang seimbang menjadi lebih jelas. Hal-hal ini, termasuk melebarkan perbedaan antara negara-negara kaya dan negara-negara miskin dalam lintasan pemulihan mereka dari pandemi. Pidato Georgieva itu juga disampaikan menjelang pertemuan musim gugur IMF dan bank dunia, dimana akan jadi pertama yang mengungkapkan World Economic Outlook atau Prospek Ekonomi Dunia terbaru tentang penawaran berbagai topik
Georgieva mengibaratkan pemulihan global dari pandemi seperti berjalan dengan batu didalam sepatu kita dan pemulihan itu bisa saja keluar jalur. Dia menambahkan, Italia dan negara-negara lain di Eropa telah mengalami percepatan ekonomi tetapi raksasa ekonomi dunia Amerika Serikat dan Tiongkok mengalami momentum yang melambat. "Sebaliknya, dibanyak negara lain, pertumbuhan terus meburuk, terhambat oleh rendahnya akses vaksin dan respon kebijakan yang terbatas. Perbedaan dalam peruntungan ekonomi ini menjadi lebih persiten," tutur Gerogieva. (yetede)
Menperin : Beberapa Negara Serius Jadikan Batik Komoditas Ekspor
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan meskipun batik Indonesia merupakan komoditas paling terkenal di dunia, namun saat ini produk tersebut ditemukan di banyak negara seperti Malaysia, Thailand, India, Srilanka, Iran, dan negara-negara di benua Afrika, bahkan beberapa negara menjadikan batik sebagai komoditas ekspornya.
Penggunaan batik di dunia dewasa ini semakin populer, sehingga menjanjikan potensi ekonomi yang sangat besar. Beberapa negara seperti Tiongkok, Vietnam, dan Malaysia secara serius menjadikan batik sebagai komoditas ekspor.
Kemenperin mencatat, capaian ekspor batik pada 2020 mencapai 532,7 juta dolar AS dan pada triwulan I 2021 mencapai 157,8 juta dolar AS.
Presiden Jokowi Minta Mentan Tingkatkan Kapasitas Produksi Jagung
Presiden RI Joko Widodo meminta para menteri, terkhusus Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, meningkatkan produksi jagung dan memitigasi dampak perubahan iklim terhadap sektor tanaman pangan. Presiden juga meminta jajarannya mampu mendorong produktivitas jagung melampaui target yang telah ditetapkan, serta mengembangkan industri-industri lainnya di sektor pertanian.
Presiden meminta jajarannya untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan jagung di dalam negeri. Namun, jika terdapat stok jagung di dalam negeri yang melebihi kebutuhan, maka industri dapat melakukan ekspor.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









