;
Kategori

Ekonomi

( 40465 )

Dana Pungutan Ekspor Sawit Terkumpul Rp 69,7 T

29 Dec 2021

Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) menyatakan, dana pungutan dari ekspor sawit mencapai lebih dari Rp 69 triliun sejak Januari hingga pertengahan Desember 2021. Capaian ini menjadi yang terbesar sejak BPDPKS didirikannya BPDP KS tahun 2015. Sebelumnya, pungutan ekspor sawit terbesar adalah sebesar Rp 40,77 triliun pada tahun 2019. "Pungutan ekspor yang kami himpun pada tahun 2021 ini sampai dengan tanggal 17 Desember mencapai Rp 69,7 triliun. Ini merupakan jumlah pungutan terbesar sepanjang didirikannya BPDPKS," kata Eddy Abdurrachman, Direktur Utama BPDPKS, Selasa (28/12).

Eddy menerangkan, dana tersebut digunakan untuk menjalankan program-program. Diantaranya, pemberian dukungan untuk program kewajiban biodiesel, peremajaan sawit rakyat, penyediaan sarana dan prasarana sawit, penelitian dan pengembangan, pengembangan sumber daya manusia, serta program promosi dan kemitraan. Ia mengatakan, volume ekspor sawit hingga 17 Desember telah mencapai 35,88 juta ton dan nilai ekspor sawit sebesar US$ 28,99 miliar. Jika dihitung sejak 2015, nilai ekspor sawit periode Juli 2015-November 2021 berada di rentang US$ 7,7 miliar-US$ 28,99 miliar, dengan rata-rata nilai ekspor US$ 20,67 miliar. "Atau rata-rata 14% dari total ekspor non migas di Indonesia," ucap Eddy.


Efek Tappering Off, Imbal Hasil SBN Bisa Terkerek Naik di 2022

29 Dec 2021

BI bersiap hadapi efek kebijakan tapering off dari bank sentral AS (The Fed), yang akan meningkatkan suku bunganya tahun depan. Gubernur BI Ferry Warjiyo memperkirakan The Fed menggerek suku bunga pertengahan tahun depan, yang mempengaruhi pebingkatan suku bunga surat utang pemerintah AS atau US Treasurry. Bila US Treasury naik, Indonesia harus menyesuaikan, Ferry menyebut, BI dan pemerintah memperkirakan imbal hasil SBN bisa terkerek di 50 basis poin (bps). Peningkatan suku bunga The Fed bisa menimbulkan ketidakpastian pasar keuangan yang mempengaruhi nilai tukar rupiah, yang merurut Ferry bisa dijaga dengan intervensi pasar spot, pasar domestic non deliverable forward (DNDF) dan pembelian SBN di pasar sekunder. Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman melihat peningkatan suku bunga The Fed mendepresiasi nilai tukar rupiah di 14.600 per USD, lebih rendah dari akhir tahun ini 14.400 per USD. (Yoga)


Agenda Kebijakan Biden Akan Tersusun di 2022

29 Dec 2021

Tahun depan akan menjadi titik balik bagi kebijakan-kebijakan keuangan AS, karena regulator baru di pemerintahan Joe Biden sedang memperisapkan serangkaian perubahan peraturan yang akan membuat Wall Street dan perusahaan-perusahaan di Negeri paman Sam khawatir. Menurut para analisis dan orang dalam Gedung Putih, tahun depan akan sangat penting bagi perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang keuangan untuk membuat peraturan tentang masalah ini. Menurut para ekslusif, isu mata uang kripto menjadi bidang utama yang harus diperhatikan. Para regulatorpun sudah mengeksplorasi resiko-resiko aset digital dan apakah mereka dapat diatur berdasarkan peraturan federal yang ada. "Kami akan melihat regulator keuangan federal, yang telah sangat jelas bahwa aktivitas ini perlu diatur secara menyeluruh, mulai bergerak maju pada beberapa spesifik," kata Zach Dexter, CEO Platform Kripto FTX US Derivatives. (Yetede)

Tiongkok Akan Longgarkan Lagi Kebijakan Moneter

29 Dec 2021

Ahli Strategi investasi dari Independent Strategy David Roche mengatakan pada Senin (27/12) bahwa Pemerintah Tiongkok akan melonggarkan lagi kebijakan moneternya supaya dapat terus fokus pada stabilitas  dan mencapai kesejahteraan bersama. "Untuk mencapai hal itu, Tiongkok kemungkinan akan memangkas tingkat suku bunga pinjaman  lebih lanjut,  menyuntikkan uang ke perbankan untuk dipinjamkan kepada usaha kecil dan menengah serta memasktikan bahwa para pengembang properti yang bermasalah menyelesaikan proyeknya. Itu adalah langkah-langkah yang saya harapkan dapat kita lihat lebih banyak. Menurut Roche, gangguan-gangguan yang relatif kecil  seperti infeksi virus corona dapat menyebabkan konsekuensi ekonomi yang sangat besar diluar batas suatu negara. "Hal itu berdampak pada seluruh rantai pasokan dan kemudain permintaan, kepercayaan diri, dan yang lainnya," katanya. (Yetede)

XL Axiata Raih 6 Penghargaan di Penghujung Tahun 2021

29 Dec 2021

PT XL Axiata Tbk meraih enam penghargaan dan pengakuan publik dari berbagai ajang bergengsi, baik dari dalam negeri maupun internasional menjelang tutup tahun 2021. Enam penghargaan dalam berbagai katagori diterima perusahaan di sepanjang bulan November-Desember 2021. "Semua penghargaan tersebut sekaligus merupakan tanggung jawab yang harus kami laksanakan untuk mempertahankan, bahkan, meningkatkannya ke level  yang leih baik lagi," ujar CEO XL  Axiata Marwan O Baasir dalam pernyataannya, Selasa (28/12). Kemenangan tersebut diraih atas inovasi XL Axiata Business Solutions dalam menyuguhkan ekosistem terintegrasi melalui pengembangan solusi internet of things (IoT) Wearable Device untuk mengukur kondisi kebugaran seseorang. (Yetede)

Pos Indonesia Rilis Kanal Bayar BPJS Ketenagakerjaan

29 Dec 2021

PT Pos Indonesia (persero) dan BPJS Ketenagakerjaan menjalin kerjasama untuk memperluas kanal pendaftaran dan pembayaran iuran program jaminan sosial ketenagakerjaan melalui kanal layanan Pos Indonesia, baik di Kantor Pos maupun aplikasi Pospay. Selain itu, kedepan, Kantor Pos dapat melayani  pencairan klaim bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan. "Tujuan dari kerja sama ini adalah memberikan kemudahan bagi calon peserta BPJS Ketenagakerjaan  untuk melakukan pendaftaran dan pembayaran iuran secara rutin," ungkap Direktur Utama Pos Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi, dikutip Selasa (28/12). Pos Indonesia memiliki jaringan yang dedicated dan sistem distribusi yang andal. Selain layanan kurir dan logistik, perseroan memiliki bisnis layanan keuangan berbasis digital PosAja. Keduanya dapat diunduh melalui Play Store dan Apps Store. (Yetede)

Harga Telur Ayam Meroket, Pemerintah Didesak Intervensi

28 Dec 2021

Ketum Asosiasi Peternak Layer Nasional Musbar Mesdi mengatakan kenaikan harga telur ayam di akhir tahun tak terhindarkan sebagai imbas tingginya harga pakan, jagung pipil kering berkadar air 15 % menyentuh Rp 6.000 per kg membuat harga telur membengkak jadi Rp 23.000 per kg, padahal harga acuan penjualan di produsen dipatok Rp 19.000 – 21.000 per kg. Penyerapan 30.000 ton jagung oleh bulog dan penyalurannya ke peternak seharga Rp 4.500 per kg tak efektif karena hanya diterima sebagian koperasi peternak di sejumlah sentra produksi. Dimasa mendatang, dia berharap pemerintah mempertimbangkan rekomendasi impor jagung dengan volume disesuaikan neraca nasional yang disesuaikan kedatangannya diluar waktu panen di tanah air. (Yoga)


Kinerja Perdagangan, Memacu Ekspor Unggulan Daerah Lewat Kolaborasi

28 Dec 2021

NTB mengekspor komoditas unggulan seperti mutiara ke Jepang dan China, Vanili ke AS, udang vaname ke India, anyaman ketak ke Arab, rempah ke AS dan rumput laut ke China sejumlah USD 718.755 pada Desember 2021 melalui pelabuhan Gili Emas, Lombok Barat. Kadis Perdagangan NTB Fathurrahman mengatakan, ekspor Desember 2021 merupakan kolaborasi semua Kemenperdag, Pemprov NTB dan UMKM. NTB menargetkan peningkatan ekspor non tambang dengan komoditas unggulan seperti vanili yang baru bisa memenuhi 10 % kuota permintaan.

Kemenpan RI berencana melakukan pelepasan komoditas ekspor skala besar dari Sumatra pada akhir 2021. Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan Leni Hartati Harahap mengatakan, pelepasan ekspor pertanian Sumut di Pelabuhan Belawan mencapai Rp 2 triliun, sebagai bagian Gebyar Ekspo 2021, yang jadi agenda Kementan, secara nasional pelepasan ekspor dipusatkan di Pelabuhan Sukarno-Hatta, Makasar, sebagai bagian momentum Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Grateks) yang digagas Mentan Syahrul Yasin Limpo. (Yoga)


Bekerja demi Kebahagiaan

28 Dec 2021

Di tengah pandemi Covid-19 yang menghantam berbagai usaha, mulai industri besar hingga rumah tangga, generasi milenial malah ramai-ramai berhenti bekerja. Fenomena ini membawa  masalah serius, yaitu orientasi pekerjaan yang lebih dari sekadar mencari pendapatan tetap dan kebutuhan masyarakat akan upah yang adil sesuai beban kerjanya.  Great Resignation ini terinspirasi fenomena Great Depression tahun 1929 ketika AS alami krisis moneter membuat AS jatuh miskin. Sekarang, pandemi Covid-19, membuat pekerja milenial merefleksikan kebutuhan hidup mereka tidak hanya soal keuangan, tetapi juga kebahagiaan dan kesehatan jiwa.

Berdasar data Biro Statistik AS, sektor yang kehilangan pekerja ialah kuliner, diikuti pariwisata, hiburan, rekreasi, dan retail. Selain itu, sektor keuangan dan asuransi juga. Survei Kamar Dagang AS mengungkap mereka mau kembali bekerja bila ada peningkatan bonus minimal 1.000 dollar AS dan jam kerja yang lebih fleksibel. Fenomena ini juga terjadi di Inggris dengan 400.000 pekerja yang berhenti. Di Uni Eropa, jumlahnya mencapai 2 juta pekerja yang semuanya adalah tenaga profesional. Hasil survei Randstad UK mengungkapkan, bukan hanya gaji lebih banyak yang mereka inginkan, melainkan juga kebahagiaan dalam pekerjaan. (Yoga)


Pasar Modal Global Menuju Normal, Indonesia Berpotensi Akseleratif

28 Dec 2021

Pada 2022 pasar modal Indonesia berpotensi alami fase akseleratif, tapi merebaknya galur Omicron turut menentukan arah angin. Diperkirakan pertumbuhan ekonomi global 2022 bergerak ke arah normal, yang lebih rendah dari 2021, tapi lebih tinggi dari rerata jangka panjangnya, kata Katarina Setiawan, Chief Economist and Investment Strategist Manulife Investment Management. Indonesia berpotensi alami akselerasi pertumbuhan ekonomi menuju fase ekspansi pada 2022. Momentum pembukaan kembali ekonomi meningkat ketika pandemi gelombang 3 mereda dan cakupan vaksinasi mencapai 70 % populasi pada triwulan pertama 2022. Indonesia unggul demografi warga usia muda, yang menguntungkan juga percepat aktivitas ekonomi normal, terutama bila mitigasi pandemi berjalan efektif melalui vaksinasi secara masif dan merata. Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Emma A Fauni mengatakan, tahun 2021 menjadi tahun yang menggembirakan bagi pasar penawaran saham perdana (IPO). Di saat jumlah perusahaan yang menawarkan saham perdana tumbuh moderat, dari 51 jadi 53 perusahaan secara tahunan, pendapatan dari IPO mencapai Rp 60,5 triliun, merupakan total dana IPO tahunan terbesar selama 10 tahun terakhir, sejalan aktivitas IPO global yang meningkat 60 % dari volume dan pendapatan. (Yoga)