Ekonomi
( 40554 )John Riady, Saat Ini Musim Semi untuk Start-up Berkinerja Baik
Memasuki pertengahan tahun 2022, berbagai usaha rintisan (start-up) mengumumkan kebijakan efisiensi yang berujung pada PHK massal. Hal ini menandakan adanya langkah lebih rasional dan strategi mayoritas start-up yang dikenal royal "bakar duit". Walaupun begitu, saat ini juga bisa disebut sebagai musim semi bagi start-up yang berkinerja baik. Sadar atau tidak, para pelaku usaha rintisan banyak yang telah terjebak pada strategi agresif, baik itu secara pengembangan pasar maupun pengembangan internal. Masing-masing usaha rintisan bersaing agar dapat diterima pasar melalui berbagai layanan digital. Tuntutan ini mempunyai dua konsekuensi strategis, yakni mengupayakan agar layanan bisa diterima secara luas oleh masyarakat serta keandalan dan inovasi digital yang berkesinambungan. "Kebutuhan modal yang besar dalam pengembangan usaha rintisan harus berhadapan dengan situasi inflasi yang cenderung tinggi, menyebabkan berbagai pihak menahan dana. Terlebih lagi, saat ini terjadi gesekan dari kebijakan The Fed yang menyedot arus capital global," ungkap John Riady. (Yetede)
Pertumbuhan Ekonomi DKI Jakarta Bisa Tembus 6%
Pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta tahun ini diyakini bisa mencapai 6%. Bank Indonesia (BI) Kantor Wilayah DKI Jakarta memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Ibu Kota tahun 2022 akan berada pada kisaran 5,3% hingga 6,1%.
Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta Onny Widjanarko mengatakan, perkiraan ini lebih tinggi dari capaian pertumbuhan pada tahun 2021 yang hanya 3,56%. Hal ini didukung dengan meningkatnya aktivitas masyarakat.
Pelambatan Global Membayangi IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tampak tertekan jelang penutupan akhir juni ini. Di paruh kedua tahun ini, indeks akan dipengaruhi banyak faktor, internal maupun eksternal. Kepala Riset Aldiracita Sekuritas Agus Pramono mengatakan, IHSG di kuartal ketiga tahun ini akan bergerak di rentang 6.900-7.200. Sedangkan sampai akhir tahun nanti, ada peluang pergerakan indeks sampai rentang 7.000.
WSBP Lolos Dari Ancaman Pailit
PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) akhirnya resmi lolos dari ancaman kebangkrutan. Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) anak usaha PT Waskita Karya Tbk (WSKT) ini dinyatakan berakhir dengan disahkannya rencana perdamaian yang telah disetujui oleh mayoritas kreditur. Analis Kanaka Hita Solvera William Wibowo mengatakan, usai lepas dari pailit, ada potensi saham WSBP kembali dicermati investor.
Salurkan Kredit, Bank Digital Mulai Unjuk Gigi
Pada awal kehadirannya, bank digital memberikan pemanis menarik nasabah dengan menggelar berbagai promosi. Kini, kelompok bank ini mulai mengoptimalkan kinerja dengan menyalurkan kredit dan mengoptimalkan pendapatan berbasis komisi.
Direktur Utama BCA Digital, Lanny Budiati menyatakan, telah menyiapkan berbagai strategi di sepanjang 2022. Mulai meningkatkan customer-based berkualitas, mengembangkan produk-produk sesuai kebutuhan nasabah dan masyarakat serta menghasilkan pendapatan. Sementara Bank Neo Commerce mengoptimalkan kredit dan pendapatan berbasis komisi di tahun 2022. Presiden Direktur Bank Neo Commerce, Tjandra Gunawan menyatakan, dalam memacu pendapatan berbasis komisi, juga menggarap bisnis wealth management secara digital.
INVESTASI ENERGI HIJAU BERKILAU
Pengembangan energi baru terbarukan yang menjadi komitmen global ditangkap Indonesia sebagai peluang untuk mendorong terjadinya akumulasi investasi dalam menciptakan ketersediaan energi bersih nasional. Komitmen tersebut seiring dengan upaya pengurangan emisi karbon atau zero emission dari kegiatan operasional sektor industri. Sejalan dengan itu, dunia internasional terus menggaungkan ihwal penggunaan energi terbarukan (EBT) di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 yang berlangsung di Scholl, Elmau, Jerman. Terbaru, Jerman melalui Green Infrastructure Initiative berkomitmen untuk mengucurkan pendanaan sebesar 2,5 miliar euro selama 5 tahun. Dalam pertemuan itu, Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson bersepakat memperkuat kerja sama di bidang EBT. Adapun, kebutuhan pendanaan untuk mengembangkan EBT di dalam negeri memang cukup besar agar bisa mencapai target netral karbon pada 2060. Presiden menyebutkan bahwa Indonesia setidaknya butuh hingga US$30 miliar untuk transisi energi 8 tahun ke depan. Oleh karena itu, tidak salah jika Presiden dan para menterinya kerap memperkuat kerja sama di bidang energi hijau itu.
Akan tetapi, upaya keras pemerintah belum bisa sejalan dengan implementasi di lapangan. Sepanjang Januari hingga saat ini, realisasi investasi sektor EBT dan konservasi energi baru US$0,67 miliar. Jumlah tersebut baru sekitar 16,9% dari target sepanjang tahun ini yang dipatok US$3,97 miliar. Selain itu, cara yang dilakukan Presiden juga bisa mendongkrak minat investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Pasalnya, Indonesia saat ini dianggap kurang menarik oleh investor yang ingin mengembangkan EBT, dan hal tersebut tercermin dari rendahnya realisasi investasinya. Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) pun menyebut Indonesia saat ini belum menjadi target investasi EBT dari sejumlah negara maju dibandingkan dengan beberapa negara di kawasan Asia Tenggara. Ketua Umum AESI Fabby Tumiwa menerangkan, hal itu disebabkan sejumlah kebijakan dan regulasi yang dikeluarkan cenderung kontraproduktif dengan agenda besar transisi energi. Malahan, beberapa kebijakan yang dikeluarkan justru menghambat daya tawar dari iklim investasi EBT di dalam negeri.
Presidensi B20 Indonesia Perkuat Peran Strategis Asean
Presidensi B20 yang dipegang oleh Indonesia sebagai satu-satunya negara di Asia Tenggara yang tergabung dalam G20 akan memperkuat peranan strategis Asean di kancah global. Asean yang telah tumbuh menjadi kawasan regional yang terus mengembangkan kemitraan ekonomi dan perdagangannya memiliki peranan penting dalam meningkatkan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi dunia. Asean menyumbang peningkatan PDB yang signifikan seiring pertumbuhan ekonomi Asia, bahkan diprediksi 50% dari total PDB dunia pada 2040. Beberapa negara Asean seperti Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Singapura bahkan sangat aktif memberikan pengaruh pada tata kelola rantai pasok di Asia Pasifik dengan kontribusi produksi dan distribusinya, mendorong peningkatan 40% total konsumsi dunia. Dengan Presidensi G20-B20 Indonesia, konsensus bersama yang akan dicapai melalui pertemuan multilateral ini diharapkan mampu memberi jalan keluar tidak hanya mengatasi krisis akibat pandemi, tetapi juga navigasi untuk berselancar atas situasi geopolitik dan geoekonomi dunia tersebut. Asean memegang peranan krusial dalam permasalahan dan tantangan global sebagaimana menjadi agenda penting Presidensi G20 Indonesia, yakni transisi energi, digitalisasi dan kesehatan global. Kerja sama regional ini mengemban posisi strategis perihal kemitraan ekonomi dan perdagangan global-multilateral yang berpotensi meningkatkan konektivitas, pertumbuhan dan pemulihan ekonomi dunia. Untuk transisi energi, Asean bahkan bergerak maju menjadikan pembangunan hijau sebagai fondasi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi melalui kerjasama strategis dengan negara-negara yang telah lebih dahulu menginisiasi pembangunan hijau. Di antaranya melalui inisitiaf Asean Climate and Energy Project serta Working Group on Climate Change yang sukses merangkul banyak kerja sama strategis dengan negara-negara yang selangkah lebih depan soal penanganan masalah lingkungan serta perubahan iklim di seluruh dunia.
JELAJAH MAMMINASATA 2022 : KA Sulsel Gairahkan Ekonomi
Proyek kereta api Sulawesi Selatan (Sulsel) yang diproyeksi rampung pada Oktober tahun ini diyakini mampu mengakselerasi perekonomian daerah. Saat ini, kereta api pertama di Indonesia timur dalam proses perampungan. Kepala Balai Pengelola Kereta Api Sulawesi Selatan Andi Amanna Gappa menjelaskan pembangunan kereta api di Sulsel awalnya didesain untuk angkutan logistik, sehingga memiliki daya angkut yang lebih besar dari kereta di Jawa dan Sumatra. Namun, rencananya kereta api ini juga dapat digunakan untuk angkutan penumpang untuk mendukung mobilitas masyarakat.
Menurutnya, dengan adanya kereta api ini akan menumbuhkan ekonomi baru di beberapa lokasi yang dilintasi. Ketika stasiun ada di lokasi tertentu, lanjutnya, di situ akan mendorong adanya pertumbuhan ekonomi.
Menguatkan Kembali Relasi Penghuni Bumi
Perubahan besar telah terjadi di Bumi. Platform digital global menciptakan gelembung informasi. Pandemi dan perang membatasi gerak orang dan barang. Dunia yang kian menyatu tak berbatas, kini menjadi penuh sekat. Banyak ahli memprediksi situasi ini akan membalikkan arah globalisasi dan jadi pertanda awal terjadinya deglobalisasi. Sampul majalah The Economist pun memberi judul ”Reinventing Globalisation”. Virus SARS-CoV-2 dan berbagai variannya semakin memutus interaksi penghuni Bumi. Pembatasan sosial berskala besar bahkan memutus interaksi fisik. Interaksi sosial menjadi terbatas dan berjarak. Pertemuan tatap muka berganti tatap layar. Perang Ukraina-Rusia yang diikuti pemberian sanksi ekonomi oleh negara-negara sekutu AS lebih memutus lagi relasi warga Bumi. Tidak hanya membatasi mobilitas orang, tetapi juga barang, bahkan peredaran uang.
Menghubungkan kembali relasi manusia di Bumi menjadi tugas utama ke depan. No one safe until everyone is. Semua manusia di Bumi hendaknya kembali terhubung dan bersinergi. Keselarasan bahkan perlu dibangun tidak saja antar sesama, tetapi juga dengan alam dan binatang yang juga menghuni Bumi. Gordon Allport, ahli psikologi AS, menjelaskan arti pentingnya kontak dalam membangun peradaban. Kisah pertemuan dua bersaudara kembar identik, Constand dan Abraham Viljoen, dengan Nelson Mandela, yang berhasil mencegah perang saudara jelang pemilu multirasial di Afrika Selatan, menjadi bukti betapa penting sebuah kontak. HUT Ke-57 Kompas mengangkat tema rekoneksi. Dengan saling terhubung, kita, bangsa, dan dunia akan jadi lebih baik. (Yoga)
BRI Jadi Perusahaan Publik Terbesar di Indonesia Versi Forbes Global 2000
BRI kembali menunjukkan prestasi terbaiknya dengan menjadi perusahaan publik terbesar dan terbaik di Indonesia dalam pemeringkatan Forbes 2022 Global 2000 World Larest Public Companies in Indonesia. Secara sensasional, BRI menempati ranking ke-349 atau naik dari peringkat 362 pada tahun lalu. Untuk meraih posisi bergengsi tersebut, terdapat empat aspek yang dinilai oleh Forbes yaitu, sales, profit, assets dan market value. Dirut BRI, Sunarso mengatakan, prestasi tersebut membuktikan pihaknya mampu menjaga kinerja positif yang berkelanjutan dengan manajemen risiko yang sangat terukur. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









