;
Kategori

Ekonomi

( 40478 )

Daftar Perusahaan Sawit Belum Realisasikan Ekspor

28 Jun 2022

Mendag Zulkifli Hasan mengungkapkan nama-nama perusahaan sawit yang belum merealisasikan ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) yang telah disetujui. "Ini ada yg belum merealisasikan persetujuan ekspornya. Industri nabati. Data ini berdasarkan report daripada pelaku sektor usaha. Ini per hari ini," kata Zulkifli dalam rapat bersama pengusaha-pengusaha minyak goreng, Senin (27/7)

Berdasarkan data dari INA Trade Kementerian Perdagangan, terdapat 26 perusahaan sawit yang belum merealisasikan ekspornya. Menurut Zulkifli, laporan terakhir yang telah diterima Kemendag menunjukkan dari 2.251.125 izin ekspor, baru 59,58 % yang terealisasi. Sedangkan, 40 % lainnya masih belum menggunakan izin ekspornya. Menurut Zulkifli data yang masuk seperti itu, tapi bisa juga produsennya belum lapor. (Yoga)


Ekonomi RI Kuat Hadapi Resesi Global

27 Jun 2022

Kalangan pelaku usaha meyakini perekonomian Indonesia  kuat menghadapi ancaman resesi global. Masih mengalirnya investasi asing, cadangan devisa yang berada di atas standar kecukupan internasional, kinerja industri dalam jalur positif, konsumsi masyarakat tetap solid serta ekspor komoditas yang masih tinggi akan menjadi penyelamat ekonomi Indonesia. Menurut data Kementerian Investasi/BKPM, realisasi investasi pada kuartal I-2022 telah mencapai 23,5% dengan jumlah Rp282,4 triliun dari target investasi langsung di tahun 2022 sebesar Rp1.200 triliun. "Kita punya pasar domestik yang kuat dan sumber daya yang melimpah baik sumber daya alam (SDA) maupun sumber daya manusia (SDM)," kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) saat dihubungi Investor Daily, Minggu (26/6). (Yetede)

Sektor Komoditas dan Infra-Telko Bakal Dongkrak IHSG Pekan Ini

27 Jun 2022

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan ini diprediksi menguat, menguji level area 7.060-7.080. Penguatan ini antaranya ditopang oleh  saham-saham sektor komoditas serta infrastruktur telekomunikasi (Infra-Telko). Saham-saham konsumsi nonsiklik yang tertekan selama pandemi Covid-19, kini juga dinilai mulai layak dikoleksi seiring mobilitas masyarakat yang meningkat. Penaikan agresif Fed fund rate (FFR), ancaman resesi terhadap ekonomi AS, perlambatan ekonomi dunia, dan konflik Rusia-Ukraina, tetap menjadi sentimen dominan yang membayangi aktivitas perdagangan di BEI ke depan. Dari dalam negeri, investor, diperkirakan terus mencermati kemungkinan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan BI-7 Day Reserve Repo Rate  pada semester II tahun ini. (Yetede)

GWM Serap Rp350 T, Likuiditas Bank Dipastikan Aman

27 Jun 2022

Kebijakan Bank Indonesia (BI) dalam menaikkan giro wajib minimum (GWM) untuk bank umum secara gradual dari 3,5% hingga menjadi 9% pada September 2022, disebut akan menyerap likuiditas perbankan sebesar Rp350 triliun. Dalam hal ini, Perhimpunan Bank-Bank Internasional Indonesia (Perbina) meyakini bahwa kondisi likuiditas industri perbankan masih memadai untuk mendukung ekspansi kredit. "Deposit rupiah di bank itu sekitar Rp6.400 triliun, setiap 100 basis poin menyerap Rp64 triliun. Awal tahun GWM itu 3,5% dan akan naik jadi 9%, artinya 5,5% dikali dengan Rp64 triliun sudah Rp350 triliun. LDR perbankan secara industri masih memadai 78-80%." ungkap Ketua Umum Perbina Batara Sianturi dalam acara Power Lunch CNBC Indonesia, akhir pekan lalu. Dia menilai, dengan masih memedainya likuiditas meski GWM yang naik sampai 9% sampai dengan September mendatang, mulai terlihat permintaan kredit dari nasabah multinasional Citibank. (Yetede)

2022 BTN Kantongi Kuota 207.960 Subsidi Rumah

27 Jun 2022

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mengantongi kuota 207.960 kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi pada 2022. Salah satu strategi BTN dalam merealisasikan  kouta tersebut adalah dengan melakukan akad massal KPR bersubsidi. Direktur Consumer BTN Hirwandi Gafar berterima kasih kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PURP) dan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) karena telah diberikan amanah menyalurkan KPR bersubsidi dengan kouta terbanyak. KPR subsidi itu mencakup 170.000 kuota KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan. 19.600 kouta KPR Bantuan Pembiayaan Berbasis Tabungan, dan 18,360 kouta KPR Tapera. "Kegiatan akad massal secara serentak ini merupakan salah satu strategi kami untuk dapat menghabiskan kouta  yang telah dipercayakan oleh pemerintah kepada BTN." ujar Irwandi. (Yetede)

Impor HRC Berkurang, Krakatau Steel Bakal Untung Rp4.36 Triliun

27 Jun 2022

PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) menargetkan bisa meraup laba kotor sebesar US$ 249,56 juta atau setara Rp 4,36 triliun pada tahun ini,  melonjak 43,4% dibanding tahun lalu US% 205,41 juta. Tingginya perolehan keuntungan tersebut, sering berkurangnya impor produk baja canai panas (Hot Rolled Coi/HRC) di pasar domestik, yang menyebabkan penjualan produk perseroan meningkat. "Berdasarkan forecasting yang dilaksanakan internal kami, penurunan volume impor HRC berpotensi menambah penjualan  KRAS sebesar 20 ribu ton per bulan, sehingga penjualan tahun ini diproyeksikan dapat meningkat sebesar 18-20%" kata Direktur Komersil Krakatau Steel Melati Sarnita kepada Investor Daily, baru-baru ini. Melati mengatakan, impor HRC turun 4% pada tiga bulan pertama 2022 menjadi 312 juta ton dibanding periode sama tahun lalu  326 juta ton.(Yetede)  

G-7 Galang US$ 600 M Untuk Program Infrastruktur Struktur Global

27 Jun 2022

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Minggu (26/6)) mengumukan proyek kelompok negara G-7 untuk menandingi Belt and Road Inititive (BRI)-nya Tiongkok. Dengan menggalang dana sekitar US$ 600miliar untuk program-program infrastruktur global di negara-negara miskin. Rencana yang pertama kali mengemuka pada pertemuan puncak G-7 tahun lalu ini akan menyasar negara-negara yang sangat membutuhkan pembangunan infrastruktur. Dari jalan hingga pelabuhan dan sampai saat ini menggantungkan pendanaannya dari Tiongkok. Biden yang masa kepresidenannya berusaha memulihkan kepemimpinan AS di kancah dunia, mengatakan versi inisiatif G-7 ini tidak hanya akan mengejar tapi juga memberikan alternatif lebih baik. (Yetede)

Tekanan Ekonomi Global dan Respon Dunia

27 Jun 2022

Tekanan ekonomi dunia sedang terjadi. Pada 7 Juni lalu, Bank Dunia memproyeksikan turunnya pertumbuhan ekonomi dunia, dari 5,7% pada 2021 menjadi 2,9% pada tahun ini. Pada 12 April, Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) sudah mengoreksi proyeksi perdagangan barang dunia tahun ini, dari 4,7% menjadi 3%, dengan catatan bahwa proyeksi ini tidak pasti karena bergantung pada situasi perang di Ukraina. Sebaliknya, laju inflasi dunia, menurut estimasi Departemen Ekonomi dan Sosial PBB pada 1 Juni lalu, akan naik dua kali lipat, dari rata-rata 2,9%. Interaksi ekonomi sama dengan interaksi alam semesta yang sangat besar, mekanisme anatomi tubuh, atau bahkan struktur sel yang tidak terlihat, sebagai sebuah sistem. Interaksi ini mengikuti hukum alam yang, oleh Adam Smith, Bapak Ilmu Ekonomi Modern, disebut digerakkan oleh sebuah "tangan tak terlihat,". Keterbukaan ekonomi antar negara tetap penting. Namun, ketika satu bagian dari sistem mengalami kerusakan, misalnya karena bencana alam, pandemi, atau perang, seluruh sistem akan merasakan dampaknya. (Yetede)

Tadah Cuan Saham Saat Dana Asing Keluar

27 Jun 2022

Dana asing masih hengkang dari bursa saham dalam negeri. Sepanjang pekan lalu, total aksi jual bersih (net sell) investor asing mencapai Rp 4,18 triliun. Beruntung, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bertahan di zona hijau sepanjang pekan lalu. Potensi resesi di Amerika Serikat (AS) dan kenaikan suku bunga mendorong investor asing mulai meninggalkan instrumen yang punya risiko tinggi, seperti saham. Sikap agresif The Fed dalam menaikkan suku bunga juga meningkatkan persepsi risiko berinvestasi di Indonesia. Analis Jasa Utama Capital Cheryl Tanuwijaya mengatakan, investor asing akan mencermati rilis data inflasi dan makroekonomi dalam negeri. Kalau data ini menunjukkan pemulihan ekonomi, dana asing bisa kembali.

BI Sudah, Sekarang Giliran Pemerintah

27 Jun 2022

Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan di level rendah, 3,5%, demi menjaga inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Namun keputusan bank sentral tersebut bakal percuma jika pemerintah gagal mengendalikan lonjakan harga barang. Faktanya, kini, harga bahan makanan dan barang lain sudah naik. Berdasarkan pantauan KONTAN di gerai Alfamart di Tambun, Bekasi, harga produk seperti mi instan goreng, misalnya, naik dari kisaran Rp 102.000-Rp 105.000 per dus menjadi Rp 110.000 per dus.