;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Rupiah Melemah, Defisit Diprediksi Melebar

26 Mar 2025
Pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus Rp 16.652 per dolar AS berpotensi menekan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025, terutama karena asumsi kurs dalam APBN dipatok di level Rp 16.100. Bhima Yudhistira, Direktur Celios, menilai depresiasi rupiah ini akan berdampak besar pada belanja pemerintah, terutama subsidi energi seperti BBM, elpiji, dan listrik, serta beban bunga utang yang bisa membengkak. Hal ini dapat memperlebar defisit anggaran dari target 2,53% PDB, mengingat setiap pelemahan Rp 100 terhadap dolar AS dapat meningkatkan defisit hingga Rp 3,4 triliun.

Bhima juga mengingatkan potensi inflasi impor akibat naiknya harga bahan baku dan barang impor yang akhirnya bisa menurunkan daya beli masyarakat.

Di sisi lain, Fitra Jusdiman, Direktur Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia (BI), menekankan bahwa kondisi saat ini jauh lebih stabil dibanding krisis 1998. Ia menegaskan bahwa BI terus menjaga kestabilan nilai tukar melalui strategi triple intervention di pasar spot, DNDF, dan pembelian SBN. Fitra juga menyatakan bahwa BI dan otoritas terkait berkomitmen menjaga kepercayaan pasar di tengah volatilitas global.

GOTO Optimistis Lanjutkan Pertumbuhan

26 Mar 2025
Kinerja PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) diproyeksikan terus membaik di tahun 2025, didorong oleh pertumbuhan pesat di segmen layanan on-demand dan fintech, khususnya bisnis pinjaman digital. Abdul Azis Setyo Wibowo dari Kiwoom Sekuritas menyoroti bahwa lini lending GOTO menunjukkan pertumbuhan pesat dengan rasio NPL yang rendah, menjadikannya pendorong utama profitabilitas jangka panjang.

Etta Rusdiana Putra dari Maybank Sekuritas menyebut EBITDA disesuaikan GOTO pada 2024 berhasil melampaui ekspektasi, menunjukkan efisiensi kinerja dan sinergi antar unit bisnis. Ia memperkirakan pendapatan fintech GOTO akan tumbuh 48% secara tahunan pada 2025.

Sementara itu, Peter Miliken dari Deutsche Bank mencatat bahwa setelah merger dengan TikTok, GOTO mampu membalikkan kerugian menjadi keuntungan pada kuartal IV 2024. Ia juga menilai posisi finansial GOTO saat ini jauh lebih kuat dibanding tahun sebelumnya, dan menaikkan target harga saham GOTO menjadi Rp 115 dengan rating buy.

GOTO diprediksi mencatat pendapatan sebesar Rp 17,57 triliun dan laba bersih Rp 361 miliar pada 2025, dengan potensi EBITDA disesuaikan mencapai hingga Rp 1,6 triliun.

Dividen BMRI Berikan Imbal Hasil Menarik

26 Mar 2025
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) akan membagikan dividen sebesar Rp 43,5 triliun atau 78% dari laba bersih tahun 2024, dengan nilai Rp 466 per saham. Ini merupakan peningkatan dari tahun sebelumnya dan memberikan dividend yield sebesar 9,83% berdasarkan harga saham Rp 4.740.

Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi, menegaskan bahwa keputusan pembagian dividen besar ini mencerminkan dukungan pemegang saham terhadap rencana ekspansi bisnis bank ke depan.

BPI Danantara, melalui BKI sebagai holding, juga akan mendapat dividen signifikan sebesar Rp 22,61 triliun.

Sementara itu, Handiman Soetoyo dari Mirae Aset Sekuritas menilai dividen BMRI menarik untuk investor jangka panjang, namun tidak cocok bagi pemburu dividen jangka pendek. Prospek pertumbuhan sektor perbankan dinilai tetap menjanjikan dalam jangka panjang.

BRI Gelar RUPTS 2025, Membagikan Dividen dan Buyback Saham

25 Mar 2025

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Senin, 24 Maret 2025, di Jakarta. Pada RUPST ini, BRI menyetujui untuk membagikan dividen sebesar-besarnya Rp 51,73 triliun, meningkat dibandingkan dividen yang dibayarkan tahun 2024 sebesar Rp 48,10 triliun. BRI juga akan melakukan pembelian kembali (buyback) saham dengan jumlah sebesar-besarnya Rp3 triliun. Pada RUPST BRI 2025 ini terdapat 10 mata acara rapat yang diputuskan dan telah disetujui, tiga diantaranya dijelaskan oleh Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, diantaranya Penetapan Penggunaan Laba Bersih Perseroan (penetapan dividen tunai), Rencana Pembelian Kembali Saham (buyback) dan Perubahan Pengurus Perseroan.

Penggunaan Laba Bersih Perseroan (Penetapan Dividen Tunai) untuk tahun buku 2024, BRI mencatat laba bersih konsolidasian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 60,15 triliun. Dari jumlah tersebut, perseroan menetapkan total dividen tunai yang dibagikan sebesar-besarnya mencapai Rp 51,73 triliun. Atas nilai dividen tersebut, pada 15 Januari 2025, BRI telah membagikan dividen interim sebesar Rp 20,33 triliun atau Rp 135 per lembar saham. Sisa dividen yang akan dibayarkan adalah sebesar besarnya Rp31,40 triliun. Dari total nilai dividen tunai diatas, BRI menyetorkan dividen kepada negara Rp27,68 triliun (termasuk dividen interim yang telah dibagikan pada 15 Januari 2025 sebesar Rp10,88 triliun). Sisanya dibayarkan secara proporsional kepada setiap Pemegang Saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada tanggal pencatatan (recording date). (Yetede)


Berkurangnya Manfaat Ekonomi Lebaran

25 Mar 2025

Jumlah pemudik tahun ini yang diperkirakan turun sinifikan dinilai bukan hanya sebagai gambaran perubahan pola mobilitas masyarakat, tapi juga memperkuat sinyal pelemahan ekonomi nasional. Pasalnya, ini akan membuat penyusutan jumlah perputaran uang, sehingga manfaat ekonomi dari libur Lebaran terhadap sejumlah sektor ekonomi berkurang. Alhasil, libur ldulfitri yang secara historis hampir selalu menjadi pengungkit ekonomi di kuartal hari rayaumat muslim di tahun ini kemungkinan akan berkurang signifikan.

Bahkan, hampir semua ekonom memprediksi, pertumbuhan ekonomi pada kuartal 1-2025 akan lebihrendah dibanding periode sama tahun lalu, yang secara year on year (yoy) masih mampu tumbuh 5,11%. Ekonom dan pakar kebijakan publik UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, menilal, sektor transportasi, ritel, kuliner, dan industri kecil menengah (UMKM) akan menjadi sektor yang paling merasakan penurunan manfaat ekonomi Lebaran tahun ini. Padahal, tradisi mudik Lebaran selama ini menjadl motor penggerak slklus perputaran uang di masyarakat. (Yetede)


Investor Pasar Saham Agar Fokus ke Fundamental

25 Mar 2025

Pasar saham kembali terempas pada perdagangan Senin (24/3/2025), begitu struktur pengurus Badan pengelola Investasi (BPI) Dayanagata Nusantara (Danantara) diumumkan ke publik. Namun, sejumlah analis dan Bursa Efekndonesia (BEI) menyebut danantara bukan penyebab penurunan indeks, karena manajemen diisi kalangan professional. Analis menilai, penurunan indeks lebih disebabkan persepsi pertumbuhan Indonesia yang lebih rendah tahun ini. Selain itu,kondisi global belum kondusif dalam menopang penguatan indeks. Investor diminta fokus ke fundamental ekonomi nasional sekaligus emiten dalam berinvestasi saham, bukan ke persepsi. Berdasarkan data BEI, indeks harga saham gabungan (IHSG) turun 1,55% ke level 6.161.

Bahkan, indeks sempat merosot hingga jebol di bawah 6.000, tepatnya 5.967 pada sesi pertama. Asing kembali net sell Rp 160 miliar, sehingga akumulasinya sampai kemarin mencapai Rp 33,3 triliun sepanjang 2025. Indeks LQ45 yang berisi saham-saham likuid berkinerja baik terpangkas 17,62%. Indeks regional ditutup mixed, kemarin. Indeks FTSE Malaysia turun 0,11%, PSEi Index Filipina turun 1,1%, Strait Times Index STI Singaputa naik 0,25%, SET Thailand naik 0,29%, dan VN-Index Vietnam turun 0,15%. Indeks SSE Composite China naik 0,15%, Hang Seng 0,9%, Kospi Korea Selatan turun 0,42%, dan TSE Taiwan terpangkas 0,46%. (Yetede)


Program Produktif butuh Relokasi Anggaran

25 Mar 2025

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Esther Sri Astuti mengatakan, efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah berdampak ke sektor perhotelan. "Pasti terdampak di sektor perhotelan karena biasa pemerintah melakukan kegiatan di hotel," kata dia, Senin (24/3/2025). Menurut Esther, budget realokasi (bukan efisiensi anggaran karena total anggaran tak berkurang) harus diperuntukkan untuk program yang produktif dan bisa menstimulasi pertumbuhan ekonomi untuk mencegah PHK di sektor perhotelan. "Juga menjaga daya beli masyarakat karena masyarakat bisa berlibur dan menggunakan hotel kalaupunya uang," kata dia. Tahun lalu pemerintah resmi melakukan pemotongan anggaran, industri perhotelan dan restoran mengalami penurunan yang signifikan.

Ketua bidang Litbang dan IT BPP Perhimpunan Hoten dan Restoran Indonesia (PHRI) Christy Megawati memaparkan kinerja pasar mengalami penurunan sejak kebijakan penghematan anggaran pemerintah diterapkan pada November 2024, tercermin dari survei PHRI beberapa bulan terakhir yang melibatkan 726 pelaku industri perhotelan dari 30 provinsi. "Dalam grafik ini kita bisa lihat November, market masih optimis bahwa kinerja pasar tahun2024 dibanding tahun sebelumnya masih positif. Tapi di bulan Desember, semenjak adanya pengumuman kebijakan anggaran, market mulai shifting," jelas Christy dalam Konferensi Pers PHRI di Jakarta belum lama ini. Dari Januari, industri mulai merasakan pesimis karena market mengalami penurunan. (Yetede)

(Yetede)


Tekanan Inflasi Diwaspadai BOJ

25 Mar 2025

Hasil pertemuan Bank of Japan (BOJ) minggu lalu menunjukkan masih perlunya mewaspadai tekanan inflasi yang disebabkan oleh makanan. Ini berarti waku bunga dapat dinaikkan lebih cepat dari perkiraan. Mengikuti jejak bank-bank sentral lain, seiring meluasnya kebijakan tarif pemerintahan Presiden AS Donald Trump terhadap para mitra dagangnya, telah membuat ketldak pastian arah kebijakan moneter Jepang meningkat. Para pembuat kebijakan di Jepang pun hurus melangkah dengan hati-hati ketika mencoba menilal implikasi ekonomi dari bea masuk AS yang sangut cepat. Sementara, tanda-tanda meningkatnya inflasi makanan yang menambah prospek kenaikan upah berkelanjutan, kemungkinan bakal membuat BOJ tetap berada di jalur untuk menaikkan suku bunga dengan kecepatan stabil. Langkah ini berbeda dengan penurunan suku bunga yang disinyalkan oleh rekan-rekanya di AS dan Eropa.

Gubernur BOJ, Kazuo Ueda mengeluarkan peringatan tentang bagaimana tarif AS yang lebih tinggi memengaruhi ekonomi global. Ini disampaikan bersamaan dengan keputusan bank mempertahankan suku bunga pada Rahu (19/03/2025). Tetapi BOJ dapat memasukkan sampai batas tertentu dampak potensial dari tarif Trump dalam laporan prospek kuartalan di pertemuan berikutnya pada 30 April-1 Mei, ungkap Ueda, yang dilansir Reuters pada Senin (24/03/2025). Ia juga mengisyaratkan bahwa kenaikan suku bunga pada pertemuan tersebut tidak dapat sepenuhnya dikesampingkan, meskipun konsensus saat ini adalah untak pengetatan yang akan terjadi di kuartal Ill-2025. Ueda mengimbangi kekhawatiran atas ketidakpastian global dengan sinyal hawkish pada prospek harga domestik. Ini menunjukkan, tekad B0J tidak tergoyahkan untuk terua menaikkan suku bunga jangka pendek dari level 0.5%. (Yetede)


Keamanan Transaksi Pelaku Ekonomi Kreatif dipastikan oleh BSSN-Parekraf

25 Mar 2025

Badan Siber danSandi Negara (BSSN) menjalin kerjasama strategis dengan Kementerian Ekonomi Kreatif untuk memastikan perlindungan keamanan transaksi elektronik bagi para pelaku ekonomi kreatif di Tanah Air. Keduanya berkomitmen mewujudkan Sistem Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) melalui layanan pemerintah yang aman dan andal. Kepala BSSN Nugroho mengatakan,keduanya telah menyepakati poin-poin yang menjadi kesepakatan bersama, diantaranya pemanfaatan sertifikat elektronik, pengamanan TIK, peningkatan kapabilitas keamanan siber dan sandi, kampanye literasi keamanan siber, serta kerja sama lainnya.

“Kami berharap berbagai kerja sama dapat kita laksanakan demi mewujudkan visi Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045 dan Asta Cita Presiden Prabowo dan Wapres Gibran," kata Kepala BSSN, Nugroho Sulistyo Budi, Senin (24/3/2025). Menurut Sulistyo, kerja sama ini juga mencakup penyediaan sertifikat elektronik dan peningkatan kapasitas SDM untuk memastikan keamanan sistem teknologi yang digunakan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif dalam penyelenggaraan layanan publik. Menekraf, Teuku Riefky Harsya menuturkan kerja sama ini menjadi kolaborasi hexahelix pemerintah, akademisi, lembaga keuangan, media, komunitas, hingga bisnis yang dilakukan melalui pengembangan riset, pendidikan hingga pelindungan kreativitas. (Yetede)


Janji Penyalurkan BHR Sudah ditunaikan Aplikator

25 Mar 2025

Dua platform penyedia transportasi online di Tanah Air, Gojek dan Grab memastikan telah merampungkan penyaluran Bonus Hari Raya (BHR) kepada para mitra pengemudi online, pada Senin (24/3/2025). Bonus tersebut dihitung 20% dari rata-rata pendapatan bersih dalam setahun. Pemberian bonus tersebut mempertimbangkan kemampuan finansial perusahaan. Gojek menyalurkan BHR secara tunai melalui saldo GoPay mitra, sedang Grab melalui saldo OVO cash atau dompet tunai yang terhubung dengan akun Grab driver masing-masing mitra. Adapun Gojek membagi penerima BHR dalam lima kategori, dengan mitra juara utama sebagai kategori tertinggi. Besaran BHR yang diterima dalam kategori tertinggi adalah Rp 900.000 untuk mitra roda dua (motor) dan Rp 1.600.000 untuk mitra roda empat (mobil).

Sedangakan, Grab merampungkan penyaluran kepada hampir setengah juga mitra pengemudi. Nilai BHR yang diberikan untuk mitra pengemudi roda empat (mobil) berkisar antara Rp 50.000-Rp 1.600.000 dan mitra pengemudi roda dua antara Rp 50.000-Rp 850.000, dimana besarannya menyesuaikan tingkat pencapaian mitra selama 12 bulan terakhir.“Pemberian dana ini bukan Tunjangan Hari Raya (THR) sebagaimana pekerja formal, namun merupakan kontribusi Gojek untuk mendukung mitra driver dalam merayakan IdulFitri, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo terkait pemberian bonus tambahan bagi mitra driver,"kata Chief of Public Policy & Government Relations Goto, Ade Mulya. (Yetede)