Ekonomi
( 40789 )Masyarakat Dirugikan
Pembatalan impor kereta rel listrik atau KRL bekas dari Jepang yang tidak dibarengi dengan alternatif lain untuk menggantikannya diprediksi akan meningkatkan pembelian kendaraan bermotor. Dalam jangka panjang, hal ini dapat menyebabkan pembengkakan kebutuhan hidup masyarakat secara umum. Urban Planning, Gender, and Social Inclusion Associate dari Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Deliani Poetriayu Siregar mengkritik PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI dan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) karena tak mewacanakan alternatif selain impor. Kedua perusahaan juga ia sebut kurang transparan memaparkan biaya yang dibutuhkan untuk impor dari Jepang ataupun beli baru dari PT Industri Kereta Api (Persero).
”Yang kami takutkan, PT KAI dan KCI memang tidak ada solusi lain. Takutnya, nantinya masyarakat yang tadinya commuting dari luar Jakarta dengan KRL akan berpindah ke kendaraan bermotor pribadi. Perpindahan ini bisa jadi irreversible (permanen) karena mereka sudah keluar modal untuk beli kendaraan,” kata Deliani, Jumat (14/4). Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), selama Januari-Maret 2023, sebanyak 1,84 juta unit sepeda motor terjual. Jumlah ini naik dari 1,26 juta unit pada periode yang sama 2022 dan 1,29 juta unit selama tiga bulan pertama tahun 2021. Menurut Deliani, jika jumlah rangkaian KRL yang beroperasi dibiarkan berkurang, masyarakat secara umum akan menanggung akibat ekonominya, utamanya akibat macet. ”Kalau semakin banyak kendaraan pribadi, tentunya ini akan menambah emisi karbon dan akhirnya menyebabkan masalah kesehatan. Kerugiannya akan jauh lebih besar kalau kita harus menunggu produksi kereta dalam negeri,” katanya. (Yoga)
Menhub: Waspadai Merak dan Cipali
Menhub, Budi Karya Sumadi meminta masyarakat mewaspadai Pelabuhan Penyeberangan Merak dan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) sebagai simpul kemacetan arus mudik Lebaran 2023. Kendaraan yang melintasi Merak dan Cipali masing-masing diprediksi mencapai 45 ribu dan 121 ribu pada puncak arus mudik H-3 atau 19 April 2023. Total pemudik tahun ini diprediksi mencapai 123,8 juta orang, melonjak 44,9% dari tahun lalu, sebanyak 27,32 juta pemudik diproyeksikan menggunakan mobil pribadi, 25,13 juta menggunakan sepeda motor, 22,77 juta menggunakan bus, dan 9,53 juta pemudik menggunakan mobil sewa.
“Lonjakan pemudik itu akan di dua tempat, satu Tol Cipali, karena di situ ada pemberhentian dua jalur dan empat jalur. Yang kedua di Merak. Kami sudah persiapan, tentu persiapan tidak berarti apa-apa apabila solusinya tidak baik,” kata Menhub usai melepas Tim Liputan Mudik Lebaran 2023 B-Universe di Jakarta, Jumat (15/4). Kalangan pengamat transportasi yang dihubungi Investor Daily meminta pemerintah jangan terlalu fokus ke jalan tol, tapi juga memperhatikan jalan-jalan arteri. Soalnya, jalan arteri juga merupakan bagian dari jalan yang dilintasi pemudik. (Yetede)
Garuda Food Tebar Dividen Rp 219 Miliar
PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) membagikan dividen tunai sebesar Rp 219,2 miliar atau Rp 6 per saham untuk tahun buku 2022. Dividen itu akan dibagikan ke pemegang saham pada 16 Mei 2023. Dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) Garudafood, Jumat (14/4), Dirut Garudafood Hardianto Atmadja mengatakan, pembagian dividen ini telah mempertimbangkan proyeksi pertumbuhan bisnis perseroan serta antisipasi risiko yang mungkin terjadi di masa mendatang. Selain itu, laba lembar saham perseroan tahun lalu tumbuh 0,4%.
“Selain membagikan dividen, RUPST Garudafood juga sepakat mengangkat direktur baru, yakni Swadheen Sharma, menggantikan Rudi Eko Hartono,” kata dia. Pembagian dividen tersebut, kata dia, sejalan dengan kinerja positif perseroan selama 2022. Emiten produsen snack Chocolatos tersebut membukukan laba bersih Rp 425,2 miliar. Pertumbuhan laba bersih tersebut ditopang peningkatan penjualan bersih sebesar 19,4%, dari Rp 8,8 triliun menjadi Rp 10,5 triliun. Dia memerinci, penjualan segmen makanan dalam kemasan berkontribusi 88,7% terhadap total penjualan perseroan dan tumbuh 22,1%. Penjualan di pasar domestik naik 20,1% menjadi Rp 10,1 triliun, sedangkan penjualan ekspor naik 5,5% menjadi Rp 412 miliar. ( Yetede)
Masih Ada THR Rp 37 Triliun dari Bursa
Kalau Anda masih mengincar THR dari bursa, tidak perlu bingung. Masih banyak emiten yang bakal membagikan dividen. Dari emiten yang sudah mengumumkan rencana membagi dividen, berdasarkan hitungan KONTAN, setidaknya akan ada dana Rp 37,04 triliun yang bakal masuk pasar.
Di antara emiten yang sudah mengumumkan detail jadwal pembagian dividen, 11 di antaranya masih bisa diburu dividennya karena belum
cum date. Hari ini, ada dua emiten yang mencapai
cum date, yaitu PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) dan PT Japfa Comfeed Indonesia (JPFA).
Nilai dividen kedua emiten ini juga lumayan menggiurkan. ROTI membagi dividen sebesar Rp 106,55 per saham. Bila dihitung menggunakan harga penutupan ROTI kemarin di Rp 1.600,
yield
dividen produsen Sari Roti ini 6,66%.
CEO Edvisor.id Praska Putrantyo menuturkan, emiten dengan
yield
dividen 5% ke atas bisa dipertimbangkan untuk diburu. Ia menilai
yield
dividen JPFA berpotensi mencapai 5%.
Konsumsi Masyarakat Tumbuh Melambat
Daya beli masyarakat menghadapi tantangan pada tahun ini. Kondisi ini bahkan sudah terlihat dari laju pertumbuhan konsumsi rumah tangga kuartal IV-2022 yang diprediksi melambat dari kuartal sebelumnya.
Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual memperkirakan, pertumbuhan konsumsi rumah tangga di kuartal IV-2022 berada di kisaran 5% secara tahunan. Proyeksi tersebut melambat dari kinerja pertumbuhan konsumsi rumah tangga kuartal III-2022 yang sebesar 5,39% secara tahunan. Perlambatan pertumbuhan konsumsi rumah tangga itu seiring dengan perlambatan kinerja sejumlah indikator konsumsi pada periode tersebut. Sebut saja Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) kuartal IV-2022 yang sebesar 119,7, lebih rendah dibandingkan IKK pada kuartal III-2022 yang sebesar 121,7.
Menurut David, pelemahan indikator konsumsi ini seiring dengan faktor rambatan (second round impact) dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di September 2022.
Artinya, di tahun politik ini, pemerintah harus bisa memberi rasa aman ke masyarakat. Sedangkan Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan, pertumbuhan konsumsi rumah tangga tahun ini berada di kisaran 4,5% secara tahunan hingga 4,6% secara tahunan.
Saham Emiten Resto Tak Selezat Labanya
Geliat aktivitas masyarakat pasca pandemi Covid-19 mengangkat kinerja sejumlah emiten restoran. Lihat saja, pendapatan emiten pengelola gerai food and beverage (F&B) ini kompak melonjak pada tahun lalu.
Salah satunya, PT Champ Resto Indonesia Tbk (ENAK) yang meraup penjualan bersih senilai Rp 1,26 triliun pada 2022. Penjualan ENAK melejit 60,28% secara tahunan dibandingkan tahun 2021.
Lonjakan
top line
tersebut ikut mendongkrak
bottom line
ENAK. Emiten pemilik gerai Raa Cha, Gokana dan Monsieur Spoon ini berhasil membalikkan rugi Rp 7,32 miliar pada 2021 menjadi laba Rp 62,28 miliar di 2022.
Dewi fortuna juga menyambangi PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (PTSP).Emiten pengelola gerai CFC ini membalikkan rugi Rp 17,60 miliar pada 2021 menjadi laba Rp 8,71 miliar tahun lalu.
Equity Analyst Kanaka Hita Solvera Andhika Cipta Labora menilai, kinerja emiten restoran umumnya sesuai ekspektasi. Hanya saja, belum mampu tumbuh pada level optimal. Salah satu pemicunya, aktivitas masyarakat dan tingkat konsumsi di tahun lalu belum sepenuhnya normal.
Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo menimpali, kinerja sebagian emiten sudah mengalami
recovery.
Azis memperkirakan, peluang emiten restoran meningkatkan kinerja di 2023 masih terbuka. "Periode Ramadan dan lebaran bisa jadi katalis positif bagi emiten restoran," kata Azis, kemarin.
Prodia Siapkan Belanja Rp 300 Miliar
PT Prodia Widyahusada (PRDA) tahun ini fokus memaksimalkan saluran digital sebagai langkah memperbaiki kinerja yang menyusut di tahun lalu.
Sepanjang 2022, Prodia membukukan laba bersih senilai Rp 371,64 miliar. Pencapaian ini menurun 40,36% dibandingkan realisasi 2021 yang senilai Rp 623,23 miliar. Dari sisi
top line,
pendapatan PRDA menurun 17,74% (yoy) menjadi Rp 2,18 triliun.
Direktur Utama Prodia Widyahusada, Dewi Muliaty menuturkan, salah satu strategi untuk mengungkit kinerja adalah menerapkan omnichannel untuk segmen business to consumer (B2C). Manajemen PRDA menilai, langkah ini perlu dilakukan lantaran pelayanan digital sangat berkembang dan terakselerasi di masa pandemi Covid-19.
Liana Kuswandi, Direktur Keuangan PRDA menambahkan, tahun ini pihaknya tak agresif menambah jaringan gerai. Meski demikian, Prodia tetap menargetkan pengembangan bisnis berupa penambangan satu sampai dua
outlet,
20
point of care
(POC), satu-dua lab di rumah sakit, hingga satu klinik khusus.
Sementara itu, untuk segmen
business to business
(B2B), Prodia memperkuat transformasi digital melalui ProdiaLink, yaitu
interoperability system
yang dapat mempermudah proses rujukan ke laboratorium yang dimiliki PRDA.
BERBURU CUAN OBLIGASI
Pasar surat utang di Indonesia sedang dapat momentum. Infl asi Amerika Serikat (AS) yang melandai pada Maret 2023, menyalakan lampu hijau bagi penguatan pasar obligasi di Tanah Air. Inflasi Negeri Paman Sam pada Maret 2023 tercatat sebesar 5%. Inflasi periode itu pun mampu melawan ekspektasi pasar yang meramalkan inflasi 5,2% secara tahunan.Situasi di AS yang lebih kondusif pun memberikan suntikan tenaga kepada pergerakan nilai tukar rupiah yang mampu menyentuh Rp14.700 per dolar AS atau level terendah tahun ini. Sejalan dengan penguatan rupiah, pasar surat utang pun ikut moncer karena transaksi semakin ramai yang turut mengerek harga. Hal itu bisa dimanfaatkan investor untuk meraup cuan.
Ekonom Senior Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto mengatakan pasar mulai mengantisipasi langkah Federal Reserve menurunkan suku bunga acuan. Kala suku bunga acuan melandai, surat utang yang berasal dari negara berkembang makin menarik di mata pemodal.
Dukungan kinerja nilai tukar yang solid, katanya, akan mendongkrak daya tarik surat utang RI, khususnya, pada instrumen dengan tenor dua tahun dan 10 tahun. Namun, saat pasar menunjukkan lebih banyak data dan ekstra keyakinan, investor bakal memperlebar horizon investasinya ke surat utang bertenor lima tahun dan 10 tahun.
Dia menyarankan agar investor menempatkan 80% dana pada obligasi pemerintah, dan 20% pada obligasi korporasi. Menurutnya, investor perlu mengoleksi instrumen yang likuid karena jumlah penerbitan obligasi pemerintah lebih besar meskipun dari sisi imbal hasil, obligasi korporasi lebih menarik. Mengacu pada data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) hingga 12 April 2023, nilai Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp5.527,33 triliun dengan 14,86% di antaranya dikuasai oleh investor asing. Sementara itu, obligasi korporasi beredar mencapai Rp452,59 triliun atau kurang dari 10% total SBN beredar.
Mengawal Kebutuhan Rumah Milenial
Transit Oriented Development (TOD) atau pembangunan yang berorientasi pada transportasi umum tengah menjadi buah bibir. Konsep pembangunan kota yang menempatkan transportasi massal sebagai pusat hunian kini menjadi primadona milenial. Konsep ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, dan mendorong aksesibilitas ke transportasi umum. TOD memungkinkan masyarakat untuk hidup dan bekerja di dekat stasiun kereta api atau halte bus. Skema TOD pertama kali digulirkan raja real estat dari Amerika, Thomas Lowry, pada 1865. Dia memberi nama Twin Cities Rapid Transit (TCRT). Awalnya, konsep ini diimplementasikan di St. Louis Park dan Columbia Heights, AS. Lahirnya konsep TOD di Indonesia seiring dengan perkembangan transportasi massal, seperti commuterline, mass rapid transit (MRT), dan light rail transit (LRT). Proyek TOD diinisiasi oleh pemerintah, karena sejumlah lahan dikelola oleh badan usaha milik negara (BUMN). Kementerian BUMN melaporkan telah menyelesaikan 8.348 unit apartemen proyek hunian milenial dengan total pendanaan mencapai Rp5 triliun. Dari jumlah tersebut, telah terjual sebanyak 65%. Pembeli proyek apartemen itu kebanyakan dari kalangan milenial, mencapai 41%. Hunian milenial tersebut dibangun di sejumlah lokasi, antara lain Depok, Jakarta, Tangerang, Bogor, dan Karawang. Presiden Joko Widodo baru saja meresmikan apartemen berbasis TOD yang berada di Depok. Apartemen yang bernama Samesta Mahata Margonda itu terdapat 940 unit. Sebanyak 733 unit telah terjual atau sekitar 78%. Menurut harian ini, pembangunan hunian TOD sangat positif dipacu guna memenuhi kebutuhan perumahan di Indonesia. Apalagi, seperti diucapkan Presiden, 75% wilayah Indonesia merupakan laut dan 25% darat. Hal itu menimbulkan keterbatasan lahan di Indonesia.
MOMENTUM LEBARAN : EMITEN TRANSLOG KETIBAN BERKAH
Berkah Ramadan Lebaran berpeluang menyambangi emiten yang bergerak di bidang transportasi dan logistik. Lonjakan mobilitas masyarakat yang pulang kampung dan kiriman barang, dapat meningkatkan pendapatan para emiten. Data Kementerian Perhubungan mencatat jumlah pemudik pada Hari Raya Idulfitri 1444 H diperkirakan mencapai 123,8 juta penumpang atau naik 47% dibandingkan dengan musim Lebaran tahun lalu. Sementara itu, kiriman logistik juga diprediksi meningkat. Salah satu emiten yang mencatatkan kenaikan volume pengiriman selama periode Ramadan dan Lebaran tahun ini adalah PT Blue Bird Tbk. (BIRD). Diketahui, Blue Bird memiliki layanan logistik bernama BirdKirim yang menawarkan kecepatan layanan logistik dalam kota melalui fasilitas angkutan muat yang lebih besar yakni 750 liter atau 200 kilogram dalam satu kali perjalanan. Wakil Direktur Blue Bird Adrianto Djokosoetono mengatakan perseroan mencatat kenaikan volume pengiriman melalui BirdKirim pada bulan Ramadan. Meski demikian, pihaknya belum bisa memberikan angka pasti mengenai berapa presentase kenaikan maupun keuntungan yang didapatkan BirdKirim. Di lain sisi, emiten jasa kurir, PT Satria Antaran Prima Tbk. (SAPX) atau SAP Express mencatatkan pertumbuhan pengiriman barang hingga 20% selama bulan Ramadan, dibanding periode normal. "Volume pengiriman naik sejak 2 minggu lalu sekitar 20% dan puncaknya hingga menjelang hari raya kami perkirakan di angka 30% dari waktu biasa," ujar Sekretaris Perusahaan SAP Express Deny Parhan kepada Bisnis, Kamis, (13/4).
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









