Ekonomi
( 40512 )Kesiapan Kerja Lulusan Jadi Fokus
Kesiapan lulusan perguruan tinggi memasuki dunia kerja menjadi fokus pendidikan di kampus-kampus. Perguruan tinggi pun mulai mengoptimalkan peluang belajar lewat magang hingga pembelajaran berbasis proyek untuk mengasah kemampuan dan karakter mahasiswa agar mampu beradaptasi dengan dunia kerja. Rektor Universitas Yarsi Fasli Jalal seusai acara Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Universitas Yarsi Semester Ganjil Tahun Akademik 2022-2023 di Jakarta, Sabtu (8/4), mengatakan, perguruan tinggi membekali mahasiswa untuk siap mengantisipasi dan beradaptasi karena lingkungan berubah dengan cepat. ”Namun, dengan selalu belajar dan terbuka dengan hal baru, lulusan perguruan tinggi diharapkan mampu menjadi pemelajar sepanjang hayat. Dengan demikian, mereka bisa mengantisipasi perubahansedahsyat apa pun, bisa memahami dan mencari cara pnyesuaian baru lagi di tengah kondisi yang berubah,” tutur Fasli.
Wisuda Universitas Yarsi sekaligus menyambut Dies Natalis Ke-56 Universitas Yarsi itu juga menampilkan orasi ilmiah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Muhammad Jusuf Kalla. Jusuf Kalla mengingatkan, kesempatan kuliah di perguruan tinggi bermanfaat untuk memberikan ilmu pengetahuan dan mengembangkan logika serta cara berpikir yang baik bagi generasi muda. Hal ini dibutuhkan untuk mengembangkan ekonomi yang efisien dan memecahkan masalah sosial. Apalagi, Indonesia sebagai negara dengan masyarakat Muslim terbesar di dunia harus mampu menghasilkan ilmuwan yang membawa kemajuan ilmu pengetahuan pada dunia. ”Pilihan bekerja yang terbatas harus dijawab dengan mendorong lulusan perguruan tinggi juga siap menjadi pelaku wirausaha atau entrepreneur,” ungkap Jusuf Kalla. (Yoga)
Penurunan Harga Untungkan UMKM
Indeks harga pangan Organisasi Pangan dan Pertanian atau FAO pada Maret 2023 menurun. Penurunan ini diharapkan berdampak positif bagi para pelaku industri kecil dan menengah (IKM) serta UMKM seiring perolehan bahan baku impor yang lebih murah. Kendati demikian, Indonesia tetap mesti mewaspadai kenaikan harga sejumlah komoditas pangan. FAO pada Jumat (7/4/2023) merilis indeks harga pangan secara umum pada Maret 2023 berada di posisi 126,9 poin. Posisi tersebut lebih rendah 2,1 % dibandingkan bulan sebelumnya. Jika dibandingkan dengan Maret 2022, indeks itu menurun 20,5 %. Berdasarkan jenis komoditasnya, kelompok serealia, minyak nabati, dan susu menyumbang penurunan tersebut. Indeks harga kelompok serealia pada Maret 2023 senilai 138,6 poin atau turun 5,6 % dibandingkan bulan sebelumnya.
Angka tersebut juga lebih rendah 18,6 % dibandingkan Maret 2022. Penurunan itu salah satunya akibat pelemahan harga gandum 7,1 % karena adanya perpanjangan Inisiatif Biji-bijian Laut Hitam yang membuat Ukraina dapat mengekspor pasokannya. Perkiraan jumlah panen gandum di Australia yang tinggi serta kenaikan kualitas lahan tanam di kawasan Uni Eropa turut menyebabkan harga di pasar dunia menurun. Menurut Dirjen IKM Kemenperin Reni Yanita, penurunan harga gandum tersebut semestinya berdampak positif bagi industry kecil menengah di bidang makanan-minuman, khususnya di tengah kenaikan permintaan pada masa Ramadhan-Lebaran 2023. ”Harga (di pasar global) yang cenderung menurun membuat industri tepung terigu tidak kesulitan mendapatkan gandum sebagai bahan baku,” tutur Reni saat dihubungi pada Minggu (9/4). (Yoga)
Jalan Impor Pangan
Rapat dengar pendapat Bapanas dengan Komisi IV DPR pada 3 April 2023, menguak persoalan klasik Indonesia yang tak kunjung kelar selama hampir satu dekade janji swasembada pangan Presiden Jokowi. Demi merealisasikan cadangan pangan pemerintah (CPP) sesuai Perpres RI No 125 Tahun 2022 tentang CPP, impor jadi pilihan utama. Dari 11 komoditas yang bakal disiapkan sebagai CPP, enam komoditas dari impor. Berdasarkan data Bapanas (NFA), pada Maret-Mei 2023, pemerintah akan mengimpor beras 500.000 ton, jagung 527.241 ton, kedelai 746.956 ton, bawang putih 190.325 ton, daging sapi 89.054 ton, dan gula konsumsi 448.550 ton. Sebelumnya, pemerintah telah mengimpor beras pada 2022 yang baru terealisasi pada awal 2023, sebanyak 492.863 ton. Pemerintah juga telah merealisasikan impor jagung dan kedelai pada Januari-Februari 2023 masing-masing 127.165 ton dan 352.666 ton.
Tahun ini, pemerintah juga memutuskan mengimpor beras sebanyak 2 juta ton. Berbagai alasan dan pertimbangan digulirkan, seperti ada gagal panen pada Februari sebanyak 820.000 ton akibat dampak La Nina dan potensi gangguan produksi akibat El Nino.Selain itu, Bulog tak mampu menyerap gabah atau beras petani secara optimal lantaran harganya tinggi. Padahal, Bulog perlu memiliki cadangan beras pemerintah (CBP) untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Beras (SPHP). Sejumlah anggota Komisi VI DPR menilai pemerintah tidak lagi memegang kuat filosofi dan semangat UU No 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Bahkan ada yang berpendapat, pengadaan pangan baru sebatas mencukupi kebutuhan, bukan kedaulatan pangan berbasis peningkatan produksi, dimana kini, jalan impor pangan Indonesia terbuka lebar, swebagaimana tertera dalam UU No 6 Tahun 2023 tentang Penetapan PP Pengganti UU No 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi UU. Pasal 30 Ayat 1 UU itu membuka lebar keran impor. (Yoga)
9.549 Lot Saham Telah Diwakafkan
Wakaf saham bisa menjadi pilihan bagi para investor di bursa efek untuk berinvestasi sekaligus bersedekah untuk masyarakat luas. Program ini bisa menjadi alternatif pembiayaan program sosial dan ekonomi lewat pasar modal, tetapi tetap berpegang pada prinsip syariah. Perwakilan Divisi Pasar Modal Syariah Bursa Efek Indonesia (BEI) Aldiansah Akbar menyatakan, pewakafan saham bisa menjadi cara bagi para investor di bursa untuk mendapatkan keuntungan investasi dan juga membantu masyarakat luas. Sejak diluncurkan tahun 2019, ada 9.549 lot saham yang diwakafkan dengan total nilai wakaf saham sebesar Rp 285.900.654.
Jumlah ini relatif kecil jika dibandingkan total transaksi harian di bursa. Hingga kini ada tujuh sekuritas yang memenuhi syarat menjadi penyalur saham yang diwakafkan. Wakaf saham dianggap dapat menjadi salah satu metode penyaluran ataupun pembiayaan program sosial. ”Wakaf saham bisa menjadi salah satu pilar pembangunan yang bertujuan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Investasi di dunia dan akhirat,” ujar Aldiansah di Jakarta, Sabtu (8/4). Secara aturan, saham yang diwakafkan haruslah saham syariah yang masuk dalam indeks syariah, seperti Indonesia Sharia Stock Index (ISSI) atau Jakarta Islamic Index (JII). Kini sudah ada 118.000 investor syariah yang mendaftar di BEI. (Yoga)
Tunjangan Hari Raya Dorong Konsumsi
Pakaian dan aksesori mode menjadi barang yang paling sering dibeli oleh masyarakat pada bulan Ramadhan 2023. Selain itu, masyarakat juga mencari gawai, peralatan elektronik rumah tangga, dan furnitur. Keinginan masyarakat membeli barang-barang ini didorong oleh pembagian tunjangan hari raya dari pemberi kerja. Mengutip Studi Perilaku Konsumen yang dibuat oleh tim Market Research Home Credit Indonesia, pakaian dan aksesori mode menjadi barang yang dibeli di bulan Ramadhan dengan persentase 43 %. Setelah itu, ada gawai dan aksesori di peringkat kedua barang yang paling sering dibeli dengan persentase 34 %. Survei dilakukan terhadap 1.322 responden pelanggan Home Credit Indonesia yang mengisi kuesioner secara sukarela melalui aplikasi My Home Credit. Survei digelar pada 10-13 Februari 2023.
Hasil lain dari studi tersebut, pembayaran dengan uang tunai menjadi metode paling banyak digunakan pada periode bulan Ramadhan 2023, dengan persentase 63 %, lalu metode beli sekarang bayar nanti (pay later) 43 % responden, dompet elektronik 34 %. VP Brand and Marketing Strategy Home Credit Indonesia Martha Grashiana menjelaskan, survei dilakukan untuk menangkap bagaimana pola dan perilaku belanja konsumen pada periode Ramadhan tahun ini. Ia menambahkan, secara historis periode bulan Ramadhan selalu mendorong belanja di masyarakat. Salah satunya ditopang oleh pembagian THR oleh pemberi kerja kepada karyawannya. (Yoga)
Penukaran Uang Kertas Makin Gencar
Penukaran uang kertas terus meningkat menjelang Idul Fitri 1444 Hijriah. Selain di kota-kota besar, Bank Indonesia juga menggencarkan pelayanan penukaran uang di wilayah terpencil dan kepulauan. ”Tahun ini, kami melakukan penukaran uang di berbagai tempat. Khusus hari libur, kami buka di Gelora Bung Karno,” kata Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI Marlison Hakim di area Parkir Timur Senayan, Jakarta, Minggu (9/4/2023). (Yoga)
Dana Asing Mengalir Deras ke Tanah Air
Gejolak ekonomi global dan krisis likuiditas perbankan ternyata menjadi berkah bagi pasar modal
emerging market, termasuk Indonesia. Gara-gara krisis tersebut, pelaku pasar kini sibuk memindahkan dananya ke pasar negara berkembang.
Dari data EPFR Global dan TD Securities yang dilansir
Bloomberg, Sabtu (8/4), ada sekitar US$ 5,5 miliar dana asing yang mengalir ke pasar ekuitas
emerging market
sepanjang Maret lalu. Lebih dari 70% dana tersebut masuk ke China dan sisanya masuk ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Menurut data Bursa Efek Indonesia, sepanjang 2023 berjalan ini, investor asing membukukan
net buy
Rp 9,34 triliun. Sebulan terakhir, per 6 April, investor asing mencetak
net buy
sebesar Rp 6,51 triliun.
Sementara itu di pasar obligasi, kepemilikan investor asing bertambah Rp 2,66 triliun dibandingkan posisi akhir Maret 2023. Sedangkan jika dibandingkan dengan posisi awal tahun ini, kepemilikan asing di Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp 58,28 triliun atau naik 7,64%.
Ada beberapa faktor yang mendorong masuknya dana asing ke pasar negara berkembang. Misalnya, kebijakan moneter yang lunak dan pembukaan kembali ekonomi setelah pandemi Covid-19. Mayoritas mata uang Asia juga menguat terhadap dollar AS.
Para pakar juga menilai pertumbuhan ekonomi di negara berkembang lebih bergantung ke pasar domestik.
Aroma Tak Sedap di Tata Niaga Impor Bawang Putih
Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mencium aroma tidak beres dari perizinan dan aktivitas impor bawang putih. Wasit persaingan usaha ini menduga adanya kartel dan monopoli di pasar bawang putih.
Sebagai gambaran, total kuota perizinan impor (PI) Kementerian Perdagangan (Kemdag) untuk kebutuhan Ramadan ditetapkan sebesar 80.000 ton. Hingga akhir Maret lalu, impor bawang putih yang sudah masuk ke pasar dalam negeri sekitar 8.000 ton atau 10% dari total kuota impor.
Nah, seorang sumber KONTAN menyatakan, baru-baru ini pemerintah memberikan lagi kuota impor sebanyak 28.964 ton untuk enam perusahaan. "Ada yang mendapat 4.000 ton ada yang hampir 7.000 ton," kata dia sambil menunjukkan nama-nama perusahaan tersebut kepada KONTAN, akhir pekan lalu.
Sampai berita ini naik cetak, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan belum merespons permintaan klarifikasi dari KONTAN. Yang jelas, KPPU juga menyatakan telah mencium dugaan permainan dalam tata niaga impor bawang putih ini.
Kecurigaan KKPU itu bermula saat melihat harga bawang putih di pasaran yang relatif tinggi di kisaran Rp 40.000 per kilogram (kg). Padahal harga bawang impor di kisaran Rp 17.000-Rp 20.000 per kg.
Direktur Ekonomi, Kedeputian dan Advokasi KPPU Mulyawan Ramanggala menyatakan, berdasar temuan KPPU, dugaan pelanggaran importir bawang putih mengarah kepada praktek kartel dan monopoli. KPPU menemukan indikasi kuat adanya penetapan harga bawang putih di tingkat importir dan distributor.
Investor Asing Menambah Kepemilikan SBN Rp 58 Triliun
Kepemilikan investor asing di surat berharga negara (SBN) meningkat tajam di sepanjang tahun ini. Data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan terbaru pada 5 April 2023 mencatat, kepemilikan asing mencapai Rp 821,19 triliun.
Total kepemilikan asing di SBN bertambah Rp 2,66 triliun dibanding akhir Maret 2023 sebesar Rp 818,53 triliun. Per 2 Januari, kepemilikan asing baru Rp 762,91 triliun. Jadi bila dihitung sejak awal tahun, kepemilikan asing bertambah Rp 58,28 triliun.
Tapi, persentase kepemilikan asing dibanding keseluruhan nilai SBN yang dapat diperdagangkan tak jauh berbeda. Per 5 April 2023, persentase kepemilikan asing di SBN sebesar 14,88%, dan pada 2 Januari 2023 sebesar 14,37%.
Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori Fajar Dwi Alfian mengatakan, naiknya kepemilikan investor asing di SBN didorong krisis perbankan di Amerika Serikat (AS) yang kemudian menjalar ke Eropa. Kondisi ini membuat pasar khawatir terhadap sistem perbankan dan keuangan di AS dan Eropa.
Faktor lain yang mempengaruhi, menurut Analis Fixed Income Sucorinvest Asset Management Alvaro Ihsan, adalah kondisi ekonomi Indonesia yang baik. Inflasi inti cenderung stabil serta terkendali. Bank Indonesia juga menahan kenaikan suku bunga acuan yang saat ini ada di 5,75%. Yield curve lebih mendatar membuat investor masuk obligasi Indonesia karena memberi yield atraktif.
KISAH KLASIK UMKM
Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menyimpan kisah tersendiri. Pelaku di sektor ini selalu diagungkan sebagai tumpuan ekonomi yang memiliki daya tahan terhadap berbagai gejolak dan krisis. Namun, potret heroisme pelaku UMKM kerap dibayangi oleh persoalan klasik seperti akses pasar yang masih terbatas, daya saing, manajemen, dan paling sering disorot urusan modal. Upaya pemerintah memberikan bantuan permodalan dengan bunga murah, dirasa belum cukup menjangkau pelaku UMKM yang jumlahnya hingga puluhan juta. Terlebih, arus modal yang digulirkan pemerintah, seringkali tidak tepat sasaran. Alhasil, peran pendampingan dibutuhkan untuk menjaga pelaku UMKM berjalan di rel bisnisnya sehingga mampu naik kelas.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









