Ekonomi
( 40707 )Yang Berekspansi dan Yang Terbebani
Dari tahun ke tahun, BUMN selalu menuturkan dua kisah. Kisah perusahaan pelat merah yang berprestasi, berekspansi, atau bertransformasi, dan kisah BUMN yang terbebani utang atau penugasan negara. Kisah itu kini terulang kembali. Saat ini, Kementerian BUMN terus mendorong perusahaan-perusahaan negara agar bisa berperan aktif di kancah regional dan global. Kawasan Asia Tenggara dan Indo-Pasifik menjadi sasaran. Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, beberapa BUMN berupaya memperkuat ekspansi bisnis di sejumlah sektor strategis di kawasan Asia Tenggara. Beberapa proyek kerja sama tengah berjalan di Singapura, Malaysia, dan Filipina. ”Hal ini merupakan buah transformasi perusahaan-perusahaan BUMN yang membuat mereka menjadi lebih tangguh, produktif, dan siap berkompetisi di panggung global,” ujarnya melalui siaran pers di Jakarta, Rabu (30/8).
Di Singapura, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk bekerja sama dengan Singtel, dalam pengintegrasian IndiHome ke Telkomsel. Dengan integrasi itu, kepemilikan efektif Telkom di Telkomsel naik menjadi 69,9 % dan Singtel 30,1 %. Selain itu, Telkom melalui anak usahanya, yakni NeutraDC, bekerja sama dengan Singtel dan Medco Power dalam pembangunan Data Center di Batam. Proyek yang ditargetkan mencapai kapasitas IT Load 51 megawatt hingga 2031 itu diharapkan mampu menarik minat perusahaan-perusahaan yang sebelumnya menaruh data di Singapura berpindah ke Batam. Di sisi lain, ada kisah beberapa BUMN yang tengah mengalami masa sulit, terutama BUMN Karya yang banyak terbebani utang dan penugasan pemerintah untuk membangun infrastruktur nasional. Ada lima BUMN Karya yang tengah terlilit utang jumbo, yaitu PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, Adhi Karya, dan PT Pembangunan Perumahan. Berdasarkan laporan keuangan BEI pada semester I-2023, total utang kelima BUMN Karya itu Rp 274,82 triliun, dengan Rp 46,21 triliun merupakan total utang BUMN Karya di bank-bank BUMN. (Yoga)
Optimisme Memacu Fungsi Intermediasi
Hasil Survei Perbankan Bank Indonesia mencatat penyaluran kredit baru pada kuartal II/2023 meningkat, yang tecermin dari saldo bersih tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru sebesar 94,0%, lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal sebelumnya 63,7%. Pertumbuhan kredit baru tersebut terjadi pada hampir seluruh jenis kredit, kecuali kredit investasi yang sedikit lebih rendah dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Namun, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, peningkatan permintaan kredit baru pada kuartal II/2023, relatif stabil. Berdasarkan jenis penggunaan, pertumbuhan kredit baru yang meningkat terjadi pada hampir seluruh jenis kredit. Hal tersebut terindikasi pada kredit modal kerja (SBT 89,5%) dan kredit konsumsi (SBT 85,3%). Sementara itu, kredit investasi (SBT 54,4%) terindikasi sedikit lebih rendah dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Kredit baru untuk seluruh jenis kredit konsumsi tumbuh lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Sementara itu, pada kuartal III/2023, kebijakan penyaluran kredit baru diproyeksikan tetap terjaga tumbuh positif, terindikasi dari SBT perkiraan penyaluran kredit baru sebesar 86,3%. Secara sektoral, pertumbuhan penyaluran kredit baru terutama terjadi pada sektor konstruksi (SBT 82,2%), diikuti oleh sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan (SBT 79,5%), dan sektor industri pengolahan (SBT 77,9%). Survei BI menyebut kebijakan penyaluran kredit diperkirakan lebih ketat, antara lain pada suku bunga kredit dan premi kredit berisiko. Selanjutnya, hasil survei menunjukkan responden tetap optimistis terhadap pertumbuhan kredit ke depan, di mana responden memperkirakan pertumbuhan kredit sepanjang 2023 sebesar 10,9% (YoY), tumbuh positif meski tidak setinggi realisasi pertumbuhan kredit pada 2022 sebesar 11,4% (YoY).
Kredit Mikro Tumbuh 11,41%, BRI Makin Tangguh, Cetak Laba Rp29,56 Triliun
JAKARTA,ID-PT bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk berhasil menjaga kinerja positif hingga triwulan II-2023. Keberhasilan BRI mengorkestrasi startegi yang dijalankan perseroan tercermin dari kinerja yang sehat dan berkelanjutan, hal tersebut tercermin dari aset yang meningkat 9,21% year on year (yoy) menjadi Rp1.805,15 triliun sehingga BRI berhasil mencetak laba konsolidarian senilai Rp29,56 triliun atau tumbuh 18,83% secara yoy. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama BRI Sunarso pada Pemaparan Kinerja Keuangan BRI Triwulan II-2023 pada rabu (30/8). Sunarso mengungkapkan bahwa faktor utama penopang kinerja BRI diantaranya adalah pertumbuhan kredit makro dan CASA yang mencapai double digit, kualitas aset terjaga, rasio efisiensi yang membaik proporsi fee-based income yang terus tumbuh konsisten, serta semakin solidnya kinerja perusahan anak yang tergabung dalam BRI group. (Yetede)
Agar Epicentrum of Growth Tak Jadi Slogan Semata
JAKARTA,ID-Keketuaan Asean yang kini dipegang Indonesia berpeluang mengantarkan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara itu menjadi pusat pertumbuhan (epicentrum of growth) dunia yang berkelanjutan. Namun, itu akan menjadi pasti bila Pertemuan Pleno KTT Asean ke-43 di jakarta awal September nanti menghasilkan deklarasi yang bisa menjadi panduan bagi penyelesaian sejumlah tantangan seperti integrasi yang tersendat dan berpengaruh atau peran global Asean yang masih minim. Terkait faktor-faktor pendorong bagi terwujudnya Asean sebagai spectrum of growth diantaranya adalah konektivitas kawasan yang telah terbangun. Jumlah penduduk negara-negara Asean yang mencapai 660 juta dengan pertumbuhan signifikan di kelas menengah, juga menjadi nilai lebih dari sisi pasar. Apalagi, Asean menjadi penghasil bahan baku, terutama critical minerals untuk bahan baku transisi energi seperti nikel, bauksit, dan bijih besi yang kini banyak diburu pelaku industri. (Yetede)
Kembali ke RI, Pepsi Investasi US$ 200 Juta
CIKARANG,ID-Setelah hengkang dari Indonesia pada 2019, PT PepsiCo Indonesia Foods and Beverages (PepsiCo Indonesia) kini kembali dengan langkah yang lebih serius dalam membidik pasar Indonesia. Perusahaan asal Amerika Serikat (AS) tersebut menggelontorkan investasi sebesar US$ 200 juta atau sekitar Rp3,04 triliun (kurs Rp15.227) untuk beberapa tahun mendatang. Salah satu bentuk investasinya adalah pembangunan pabrik PepsiCo di Cikarang, Jawa Barat, yang ditargetkan operasional pabrik akan dimulai pada 2025 mendatang. Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadahlia menerangkan, keputusan PepsiCo membangun pabrik di Indonesia sangat strategis. Populasi Indonesia mencakup 48% dari keseluruhan Asia Tenggara dengan pertumbuhan kelas menengah yang semakin meningkat dan posisi GDP Indonesia yang kini masuk ke 15 besar dunia. Selain itu investasi PepsiCo juga menunjukkan tahun politik tidak akan berpengaruh negatif terhadap perlambatan aktivitas penanaman modal. (Yetede)
Garuda Godok Skema Merger dengan Pelita Air
TANGERANG,ID-PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk tengah menggodok skema penggabungan usaha (merger) dengan PT Citilinl Indonesia dan PT Pelita Air Service. Kajian merger dilakukan secara menyeluruh, baik dari sisi finansial, prospek bisnis, hingga keputusan yang menguntungkan semua pihak. "Kami sedang diskusi mengenai peluang market, detailnya, dan finansialnya bagaimana. Nanti begitu selesai dengan Pertamina, opsi-opsi yang ada, akan kami sampaikan kepada pemegang saham," kata Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra kepada Investor Daily saat ditemui di kantor garuda Indonesia di Tangerang, banten, Rabu (30/8/2023). Irfan menambahkan, opsi-opsi itu termasuk saran komposisi saham hingga posisi di pasar. "Semuanya pasti akan kami sampaikan. Dan pastinya nanti kalau melihat Pak Tiko dan Pak Erick kami akan diskusi dan telaah lebih dalam sampai mereka memutuskan jalan yang akan diambil," ungkap dia. Irfan mengatakan, aksi korporasi ini memungkinkan tidak akan berjalan berlartu-larut. "Kalau melihat gayanya Pak Erick beliau pasti minta cepat," ujar dia. (Yetede)
Ancaman Tunggakan Paylater
Tunggakan penggunaan paylater yang belum tuntas masih membayangi Hendri Saputra. Pemuda berusia 23 tahun itu masih ingat betapa menggiurkannya fitur "beli sekarang, bayar nanti" yang diiklankan di platform marketplace favoritnya itu. Tak seperti kartu kredit atau pinjaman perbankan, proses pengajuan paylater sangat mudah dan cepat, hanya membutuhkan KTP dan verifikasi online. Awalnya, dia mendapat limit rendah sebesar Rp 1 juta, sampai akhirnya terus meningkat cepat seiring dengan penggunaan fitur paylater yang kian intens. Dia banyak menggunakan paylater untuk membeli barang konsumtif, seperti produk fashion, elektronik, serta makanan dan minuman. Petaka pun mengintai ketika akhirnya penggunaan paylater tersebut melebihi kemampuan membayar pria yang baru satu tahun bekerja itu. “Waktu itu keranjingan belanja karena prosesnya sangat mudah dan cepat. Yang penting beli sekarang, mikir bayarnya nanti, sampai kemudian tagihan paylater yang masuk sudah lebih dari Rp 5 juta,” ujar dia kepada Tempo, kemarin, 30 Agustus 2023. (Yetede)
PARIWISATA, Angkutan Udara Berperan Sentral
Akses transportasi udara masih memegang peran sentral untuk mendukung perjalanan wisata karena kondisi geografis Indonesia yang berupa kepulauan. Penambahan rute dan frekuensi penerbangan dinilai bakal memikat turis untuk datang selain harus disertai promosi destinasi yang gencar. Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Hariyadi B Sukamdani, saat dihubungi di Jakarta, Rabu (30/8) berpendapat, ketika suatu bandara internasional menambah maskapai tujuan internasional, potensi wisatawan mancanegara (wisman) datang juga akan bertambah. Pada tahun 2023, pemerintah menargetkan 8,5 juta kunjungan wisman. Hingga Juni 2023, realisasinya 5,18 juta kunjungan. Sementara target pergerakan wisatawan Nusantara (wisnus) 1,4 miliar pergerakan dan realisasinya sampai Juni 2023 mencapai 433,57 juta pergerakan.
Menurut dia, maskapai nasional bisa bekerja sama dengan maskapai luar negeri untuk mendatangkan wisman potensial. Pemda juga berperan penting dalam mendukung penerbangan langsung (direct flight). Pemerintah di Manado, Sulut misalnya, termasuk yang agresif mendukung penerbangan langsung untuk mendatangkan wisman. Dirut Garuda Indonesia Irfan Setiaputra, memperkirakan, hingga akhir 2023, Garuda dapat mencatatkan pertumbuhan penumpang lebih dari 60 %. Target ini diharapkan tercapai saat periode puncak, seperti Natal 2023 dan Tahun Baru 2024. Hal ini didukung ekspansi rute dan penambahan frekuensi penerbangan di rute favorit secara bertahap. Memasuki triwulan III-2023, kata Irfan, Garuda terus memperkuat jaringan, antara lain rencana pembukaan rute Denpasar-Sorong, peningkatan frekuensi penerbangan untuk rute favorit dari/menuju Denpasar, Surabaya, Singapura, Malang, dan Tanjung Pinang. Selain Garuda, maskapai lain juga membuka rute baru atau menambah frekuensi penerbangan untuk mendukung pemulihan pariwisata. (Yoga)
Pelaku Industri Rotan Tertekan Penyelundupan Bahan Baku
Penyelundupan rotan mentah menimbulkan ketidakpastian pasokan bahan baku bagi pelaku industri furnitur dalam negeri. Ketua Presidium Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia Abdul Sobur mengatakan, pasokan bahan baku untuk industri furnitur dan kerajinan berbahan baku rotan menurun 8-10 persen. ”Suplai bahan baku rotan terkendala dengan maraknya penyelundupan,” katanya di Jakarta, Rabu (30/8/2023). (Yoga)
Lokapasar Perlu Dukung UMKM Perluas Akses Pasar
Pemerintah berharap pengelola lokapasar mengutamakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM produsen lokal agar memiliki akses pemasaran yang luas, termasuk ke pasar luar negeri. ”Melalui lokapasar, produsen sekaligus pedagang dapat terhubung langsung dengan pembeli secara lebih mudah. Lokapasar perlu membantu UMKM lokal agar punya akses pasar,” ujar Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Rabu (30/8/2023), di Jakarta. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









