;

Jelang Kemarau produksi Getah Karet Turun

29 Jun 2021 Sriwijaya Post
Jelang Kemarau produksi Getah Karet Turun

BATURAJA, SRIPO - Petani karet di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) merasa lega karena harga jual mulai membaik dari Rp 7.500 - Rp 8.000 /Kg naik menjadi Rp 10.000 - Rp 12.500 /Kg. Namun sayangnya, justru produksi karet dari batangnya menurun dari 3 kwintal per dua minggu, kini hanya menghasilkan 1,5 kwaintal. Kondisi ini disebabkan faktor cuaca jelang memasuki musim kemarau sehingga getah karet menipis.

Seperti dituturkan Suci (27), petani karet di Kecamatan Lubukbatang Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Produksi getah karet sudah jauh menurun, seiring memasuki musim kemarau dengan angka penurunan getah karet hampir 50 % dari kondisi normal. "Kalau sudah memasuki musim kemarau getah karet menyusut," kata Suci dengan nada sedih.

Sebelum kemarau, produksi karet yang disadapnya sekitar 3 kwintal per dua minggu, namun saat ini hanya 1,5 kwintal per dua minggu dengan harga jual ditingkat petani, "Untuk karet yang diitmbang dua minggu harga di tingkat petani berkisar Rp 10.000 - Rp 12.500 /kg. Sebelumnya harga karet masih diangka Rp 7.500 /kg - Rp 8.000 /kg. Namun sayangnya disaat harga naik, produksi getah karet mengalami penurunan yang cukup signifikan. Penurunan produksi karet ini karena dipengaruhi faktor Cuaca yang sudah memasuki musim kemarau," katanya.

Keluhan yang sama juga disampaikan Ismail (37), petani karet Kecamatan Semidangaji Kabupaten Ogan Komering Ulu. Menurutnya, getah karet yang disadap sudah mulai menurun. Menurut ayah dua anak ini selama musim kemarau ini produksi getah karet sudah bernagsur-angsur turun. Biasanya seiring semakin panajang musim kemarau maka getah akan semakin habis, terlihat daun karet sudah mulai rontok dan diantaranya ada pohon karet yang duannya sudah gundul. Apabila kondisi pohon karet Sudah seperti ini maka aktivitas menyadap juga harus dikurangi bahkan diistirahatkan. "Padahal saat ini harga getah karet diitingkat petani sudah mulai membaik," kata Ismail.

Karet memang menjadi tanaman primadona di Kabupaten OKU, berdasarkan catatan Sripo luas arel perkebunan karet alam milik rakyat yang terdata saja setidaknya 71.807,5 Ha dengan total produksi yang terdata sedikitnya 52.447,47 ton per tahun. Jumlah ini baru yang terdata saja, sedangkan yang tidak terdata jumlahnya diperkirakan masih banyak. Sedangkan perkebunan besar milik perusahaan terdata setidaknya 918,09 Ha dengan total produksi sekitar 1.893,48 ton per tahun. Perekonomian rakyat.

Tags :
Download Aplikasi Labirin :