;

Waspadai Gelembung di Pasar Aset Kripto

Ekonomi R Hayuningtyas Putinda 10 May 2021 Investor Daily, 10 Mei 2021
Waspadai Gelembung di Pasar Aset Kripto

JAKARTA – Di tengah lonjakan harga aset mata uang kripto, investor diimbau tetap harus waspada dan hati-hati menyikapinya. Sebagai contoh, harga dogecoin, salah satu aset kripto, melonjak 400% dalam kurun waktu seminggu. Hal ini memicu kekhawatiran terjadinya gelembung (bubble) di pasar aset kripto atau cryptocurrency.

“Para pakar investasi mengingatkan, ketika semua orang melakukan itu, gelembung harga akhirnya harus meledak dan investor pemula akan dibiarkan merugi jika tidak bisa keluar tepat waktu. Celakanya, sulit untuk memastikan kapan gelembung itu akan pecah. Artinya, unsur tiba-tiba, dadakan, kejutan, senantiasa membayangi mereka yang berinvestasi di aset kripto,” kata Ekonom dan Staf Ahli Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ryan Kiryanto dalam keterangan tertulis, Minggu (9/5). Sementara itu, berdasarkan survei Bank of America, hampir 3 dari 4 atau setara 74% dari responden investor profesional melihat bitcoin sebagai gelembung. Mereka juga menilai bitcoin ada di peringkat kedua daftar perdagangan yang paling ramai, tepat di belakang saham teknologi. Tak heran, jika beberapa investor sudah memandang bitcoin sebagai gelembung spekulatif.

Mata uang kripto paling kondang, bitcoin, telah memiliki kapitalisasi pasar (market capitalization) di atas US$ 1 triliun setelah lonjakan harga yang terjadi pada tahun ini. Harga bitcoin sempat menyentuh level US$ 58.858. Alhasil, total kapitalisasi pasar mata uang kripto ini telah menembus US$ 2 triliun untuk pertama kalinya dalam sejarah. Hal ini didorong oleh lonjakan yang terjadi selama dua bulan terakhir seiring dengan kenaikan permintaan dari investor institusi. Untuk bitcoin, harganya bergerak cenderung positif seiring dengan keterlibatan investor institusional yang berniat meningkatkan return-nya.

Namun untuk berinvestasi, BI mengimbau masyarakat untuk berhatihati karena berinvestasi di cryptocurrency dengan alasan underlying asset (aset dasar) yang tidak jelas dan risiko yang tinggi. Dalam artian lain, mengingat aspek spekulatifnya begitu tinggi, maka investor, lebih-lebih investor pemula, termasuk investor milenial, harus cermat, cerdas dan berhati-hati sebelum memutuskan berinvestasi di aset kripto ini.

(Oleh - HR1)

Download Aplikasi Labirin :