Waspadai Gelembung di Pasar Aset Kripto
JAKARTA – Di tengah
lonjakan harga aset mata
uang kripto, investor
diimbau tetap harus
waspada dan hati-hati
menyikapinya. Sebagai
contoh, harga dogecoin,
salah satu aset kripto,
melonjak 400% dalam
kurun waktu seminggu.
Hal ini memicu
kekhawatiran terjadinya
gelembung (bubble) di
pasar aset kripto atau
cryptocurrency.
“Para pakar investasi mengingatkan,
ketika semua orang melakukan itu,
gelembung harga akhirnya harus
meledak dan investor pemula akan
dibiarkan merugi jika tidak bisa keluar
tepat waktu. Celakanya, sulit untuk
memastikan kapan gelembung itu
akan pecah. Artinya, unsur tiba-tiba,
dadakan, kejutan, senantiasa membayangi mereka yang berinvestasi di aset
kripto,” kata Ekonom dan Staf Ahli
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ryan
Kiryanto dalam keterangan tertulis,
Minggu (9/5).
Sementara itu, berdasarkan survei
Bank of America, hampir 3 dari 4 atau
setara 74% dari responden investor
profesional melihat bitcoin sebagai
gelembung. Mereka juga menilai
bitcoin ada di peringkat kedua daftar
perdagangan yang paling ramai, tepat
di belakang saham teknologi. Tak
heran, jika beberapa investor sudah
memandang bitcoin sebagai gelembung spekulatif.
Mata uang kripto paling kondang,
bitcoin, telah memiliki kapitalisasi
pasar (market capitalization) di atas
US$ 1 triliun setelah lonjakan harga
yang terjadi pada tahun ini. Harga
bitcoin sempat menyentuh level US$
58.858. Alhasil, total kapitalisasi pasar
mata uang kripto ini telah menembus
US$ 2 triliun untuk pertama kalinya
dalam sejarah. Hal ini didorong oleh
lonjakan yang terjadi selama dua bulan
terakhir seiring dengan kenaikan permintaan dari investor institusi. Untuk
bitcoin, harganya bergerak cenderung
positif seiring dengan keterlibatan
investor institusional yang berniat
meningkatkan return-nya.
Namun untuk berinvestasi, BI
mengimbau masyarakat untuk berhatihati karena berinvestasi di cryptocurrency dengan alasan underlying
asset (aset dasar) yang tidak jelas dan
risiko yang tinggi. Dalam artian lain,
mengingat aspek spekulatifnya begitu tinggi, maka investor, lebih-lebih
investor pemula, termasuk investor
milenial, harus cermat, cerdas dan
berhati-hati sebelum memutuskan
berinvestasi di aset kripto ini.
(Oleh - HR1)
Tags :
#Crypto CurrencyPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023