Persiapan untuk Bekerja di Ibu Kota
Setelah libur Lebaran, Ibu Kota kembali dipenuhi pendatang yang ingin bekerja. Persiapan administrasi, tempat tinggal, hingga mental menghadapi kehidupan kota yang cepat jadi bekal utama para pendatang. Rina Auliani (30), pendatang dari Semarang, Jateng, tiba di Jakarta sejak Kamis (3/4). Setelah bertahun-tahun bekerja di kota kelahirannya, ia harus menyesuaikan diri dengan kehidupan baru di Jakarta. ”Saya kerja di bidang perhotelan. Mulai Senin besok dipindahkan ke Jakarta. Selama dua hari (Sabtu dan Minggu) ada pertemuan, jadi harus sudah di Jakarta,” kata Rina, Jumat (4/4). Meski Rina sudah terbiasa bekerja di dunia perhotelan, lingkungan kerja di Jakarta berbeda. Ia harus beradaptasi dengan ritme pekerjaan lebih cepat dan tuntutan lebih tinggi. ”Saya harus mengelola data tamu, mempersiapkan laporan, dan memastikan semua transaksi lancar. Di Jakarta semuanya serba cepat, jadi harus lebih teliti,” ujarnya.
Ia memilih tempat tinggal dekat dengan tempat kerjanya di Jaksel. Dia indekos dengan harga Rp 1,5 juta per bulan. Ia juga memastikan kemudahan akses transportasi umum, seperti Transjakarta, MRT, atau KRL, untuk membantu mobilitas sehari-hari. Sulthon (25) juga baru dua hari tiba di Jakarta. Laki-laki asal Surabaya, Jatim, ini akan memulai kehidupan baru di Jakpus. Sejak menerima tawaran pekerjaan dari pamannya, Sulthon mempersiapkan banyak hal, seperti mengurus administrasi kepindahan KTP dan KK Jakarta serta mencari tempat tinggal yang dekat dengan kantor. ”Saya datang ke Jakarta untuk memulai karier di bidang teknologi (data scientist). Untungnya, akan ada program orientasi yang diadakan oleh perusahaan untuk membantu memahami lebih banyak tentang Jakarta,” tutur Sulthon.
Dia pernah mengikuti pelatihan untuk meningkatkan keterampilan yang dibutuhkan di pasar kerja Jakarta, seperti pelatihan bahasa, teknologi informasi, atau keterampilan teknis lainnya. Meski demikian, ia menyadari tantangan yang ada, seperti biaya hidup yang tinggi dan persaingan yang ketat di dunia kerja. Jakarta, dengan segala kesibukannya, memang menghadirkan tantangan. Namun, bagi Sulthon, setiap tantangan adalah kesempatan untuk berkembang. Kadisdukcapil Jakarta, Budi Awaluddin mengatakan akan terbuka bagi pendatang yang ingin merantau ke Jakarta. Namun, Budi menekankan pentingnya kepastian pekerjaan dan tempat tinggal bagi pendatang baru yang ingin menetap di Ibu Kota, agar kedatangan mereka tidak sia-sia dan hanya menambah jumlah pengangguran. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023