Mulai April, DTSEN akan Digunakan untuk Penyaluran Bantuan Sosial
Pemerintah mulai menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional atau DTSEN mulai April 2025. Dengan data ini, pembagian bansos diharapkan akan lebih tepat sasaran. Mensos Saifullah Yusuf mengatakan, data kesejahteraan masyarakat sangat dinamis, jumlah orang miskin dan miskin ekstrem terus berubah setiap hari. Karena itu, pemutakhiran DTSEN setiap tiga bulan sekali menjadi kunci agar data ini tetap akurat dan relevan. Saat ini, pemutakhiran data untuk DTSEN terus dilakukan. Pengecekan lapangan ini melibatkan para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), BPS, dan dinas sosial di seluruh Indonesia.
”Ya, untuk triwulan pertama ini, akhir Maret sudah bisa kita terima data terbaru. Setelah ground check (pemutakhiran) ini selesai (bansos akan disalurkan dengan DTSEN),” kata Saifullah di Kantor Kemensos, Jakarta, Rabu (26/2). Dia menegaskan, peran para pendamping PKH dalam pemutakhiran data tersebut sangat krusial. Pemutakhiran DTSEN meliputi pelaksanaan pengecekan kondisi penerima bansos untuk melengkapi variabel data dengan memeriksa keberadaan keluarga penerima manfaat atau penerima manfaat (KPM/PM) aktif atau tidak aktif. Ada 36 variabel untuk dasar pemeringkatan telah ditetapkan oleh BPS. Kemudian, pendamping PKH melakukan verifikasi lapangan terhadap usul dan sanggah masyarakat, serta memanfaatkan DTSEN untuk mendampingi KPM lebih efektif. (Yoga)
Postingan Terkait
Bansos Mengalir ke Aktivitas Judi Online
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023