Ambisi Pemerintah Menyetop Impor Gula Konsumsi pada Tahun Depan
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menanggapi potensi kritis di masa transisi giling 2025 yang mengancam agenda menyetop impor gula konsumsi pada tahun depan. Ia mengatakan, pemerintah akan meningkatkan produksi komoditas itu tahun depan. "Kalau stok akhir tahun ini sudah 700 ribu sekian, berarti itu yang jadi andalan stok awal tahun depan. Tapi produksinya harus naik. Ini semangatnya harus dikejar. Berat, iya berat. Berat memang. Tapi itu semangatnya itu harus diambil. Momentumnya juga harus diambil," ujar Arief saat dihubungi Tempo, Sabtu, 28 Desember 2024. Untuk menggenjot produksi, Arief mengatakan, bibit tebu harus merupakan varietas unggul. Varietas ini dicirikan dengan tinggi mencapai 4 meter dan jarak antar ruas 35–40 centimeter. Ia mengatakan, mustahil produksi naik jika varietasnya stunting.
Arief menambahkan, varietas juga harus diperbarui setiap tahun. Varietas tak boleh sama dengan yang ditanam 5 hingga 20 tahun lalu. Varietas harus sudah adaptif terhadap berbagai cuaca, termasuk El Nino dan La Nina. Selain bibit, Arief mengatakan pemerintah mengupayakan peningkatan pupuk bersubsidi dari 4,7 juta ton menjadi 9,55 juta ton pada tahun depan. Pupuk ini akan disediakan bagi total lahan seluas sekitar 2 juta hektare. Ia juga menagtakan pemerintah mengupayakan pembangunan dan perbaikan irigasi untuk menopang ketersediaan air
Ekonom Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori sebelumnya meragukan ambisi pemerintah menyetop impor gula konsumsi pada tahun depan. Pasalnya, stok gula konsumsi akan kritis pada masa transisi giling sekitar Juni hingga September 2025. Tahun depan, pemerintah membidik produksi gula konsumsi mencapai 2,58 juta ton. Angka ini naik dari produksi tahun ini yang diperkirakan mencapai 2,46 juta ton. Adapun stok akhir tahun ini yang akan menjadi stok awal tahun depan yakni sebesar 1,47 juta ton. Khudori memperkirakan, stok 1,47 juta ton itu hanya cukup memenuhi kebutuhan selama 6 bulan atau sampai Juni 2025. Sedangkan musim giling tebu pabrik gula dalam jumlah kecil baru mulai pada Mei 2025 dan dalam jumlah besar mulai pada bulan berikutnya. Musim giling biasanya berlangsung sampai Oktober atau November. (Yetede)
Tags :
#KomoditasPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023