;

Kasus Kecelakaan di Km 91-104 bertambah dengan adanya Tabrakan Beruntun di Tol Cipularang

Lingkungan Hidup Yoga 12 Nov 2024 Kompas (H)
Kasus
Kecelakaan di Km 91-104 bertambah dengan adanya Tabrakan Beruntun di Tol
Cipularang

Jumlah korban akibat kecelakaan beruntun di Jalan Tol Cipularang Kilometer 92, Purwakarta, Jabar, Senin (11/11) sore, mencapai 23 orang. Satu di antaranya tewas dan 22 orang lain mengalami luka-luka. Kecelakaan ini menambah kasus di Km 91-104. Sebagian besar korban dilarikan ke RS Abdul Rojak dan RS Siloam Purwakarta,” kata Kapolres Purwakarta, AKBP Lilik Ardiansyah. Dari data Jasamarga Metropolitan Tollroad, kecelakaan beruntun itu terjadi pada Senin pukul 15.15 WIB, di jalan tol arah Jakarta. Akibat kejadian tersebut, lalu lintas di ruas Tol Cipularang Km 92 arah Jakarta ditutup. Menurut data Polda Jabar, kecelakaan itu melibatkan 19 kendaraan, baik kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Ada satu kendaraan meloncat melewati beton pembatas ke arah jalan berlawanan.

Dalam video yang beredar di media sosial, para korban selamat tampak meninggalkan kendaraannya. Sebagian berjalan tertatih-tatih ke pinggir jalan tol. Kabid Humas Polda Jabar Kombes Jules Abast menyebut, kecelakaan itu diduga dipicu truk barang yang mengalami rem blong. Truk menabrak kendaraan di depannya. Truk itu juga ditabrak kendaraan di belakangnya. ”Truk ini diduga mengalami rem blong karena mengangkut muatan barang yang melebihi kapasitas,” ujarnya. Kecelakaan kemarin menambah panjang daftar kecelakaan maut di jalur rawan antara Km 91 dan Km 104 di jalan tol itu. Dalam catatan Kompas dan perbincangan bersama sejumlah pengemudi, sejumlah kecelakaan terjadi di titik rawan di Km 91 sampai Km 104. Kejadian fatal sebelumnya terjadi di Km 91 arah Bandung menuju Jakarta pada Senin, 2 September 2019, melibatkan belasan kendaraan, menewaskan delapan orang.

Kecelakaan dipicu saat truk pengangkut tanah yang dikemudikan Dedi Hidayat(45) melaju kencang di jalan menurun di Km 91 dari arah Bandung lalu kehilangan kendali sehingga memicu tabrakan beruntun. Pada Juni 2019, enam kendaraan terlibat kecelakaan beruntun di Km 95, dengan delapan orang luka-luka. Desember 2012, delapan orang tewas dan 34 orang luka-luka setelah bus pariwisata menyeruduk bagian belakang truk di Km 100. Pada 2011, enam orang tewas saat minibus sarat penumpang menabrak truk di Km 93. Dari hasil penelusuran Kompas, Tol Cipularang memang memiliki beberapa titik rawan kecelakaan. Lokasi paling rawan tidak lain di Km 92 sampai Km 104. Faktor kelalaian manusia tetap menjadi faktor penyebab utama di luar masalah titik-titik rawan di jalan tol tersebut. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :