;

Daya Beli Lemah, Penjualan Mobil Turun 19,43 Persen

Ekonomi Yoga 19 Jul 2024 Kompas
Daya Beli Lemah, Penjualan Mobil Turun 19,43 Persen

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita meminta pabrikan mobil menahan kenaikan harga jual mengingat pasar otomotif tengah lesu. Menurut dia, daya beli masyarakat sedang turun seiring penguatan nilai tukar dollar AS terhadap rupiah sehingga kenaikan harga jual akan memperlambat penjualan. Meski demikian, lesunya pasar dalam negeri diharapkan bisa diimbangi peningkatan kinerja ekspor mobil. ”Pada dasarnya pemerintah minta supaya produsen jangan menaikkan harga produknya karena sekarang pasar dan daya beli sedang lesu,” ujar Agus Gumiwang di sela-sela acara pembukaan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, Kamis (18/7). Agus menjelaskan, kondisi ini disebabkan ketidakpastian global yang menguatkan nilai tukar dollar AS terhadap rupiah, yang memperlambat perekonomian dalam negeri.

Mengutip data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil di Indonesia periode Januari-Juni 2024 sebanyak 408.012 unit, turun 19,43 % dibanding periode yang sama tahun lalu. di 506.427 unit. Chief Operating Officer Hyundai Motors Indonesia Fransiscus Soerjopranoto mengatakan, beberapa pabrikan mobil, termasuk Hyundai, memprediksi penjualan mobil tahun ini tidak mencapai 900.000 unit. Ia menjelaskan, penjualan mobil lesu lantaran tekanan ekonomi global, seperti kebijakan suku bunga tinggi dari bank sentral AS,The Federal Reserves (The Fed). Suku bunga acuan The Fed biasanya diikuti bank sentral negara lain dengan menaikkan suku bunga acuan mereka, yang memperlambat konsumsi dan pertumbuhan ekonomi. Selain itu, tahun ini Indonesia juga menjalani pemilu sehingga banyak konsumen menahan pembelian mobil baru. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :