Jakarta Gandeng Sentra Produksi Pangan
Jakarta dinilai rawan mengalami lonjakan harga dan krisis pangan karena hampir seluruh kebutuhan bahan pangan berasal dari luar daerah. Pemprov DKI Jakarta mengantisipasi dampak perubahan iklim yang menyebabkan krisis pangan dengan menggelar pasar sembako murah serta menjalin kerja sama lintas daerah untuk memperkuat stok bahan pangan. Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, Senin (1/7) mengatakan, pihaknya mengantisipasi krisis pangan yang berpotensi terjadi pada tahun 2050 sesuai peringatan PBB. Di sisi lain, ketersediaan pangan di Jakarta 98 % berasal dari pasokan luar daerah. Untuk mengatasi hal ini, Pemprov DKI Jakarta menggencarkan kerja sama dengan daerah penghasil guna mencegah krisis pangan.
Pemprov DKI Jakarta juga melibatkan BUMD bidang pangan, yakni Food Station Tjipinang Jaya, Sarana Jaya, Pasar Jaya, dan Dharma Jaya. Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan beberapa provinsi untuk penyediaan pangan, antara lain Banten, Jabar, Jateng, Jatim, DI Yogyakarta, Bali, NTB, NTT, Kaltim, Sulsel, Sumbar, dan Riau. Komoditas yang disediakan oleh daerah yang menjalin kerja sama dengan Jakarta antara lain beras, daging ayam, daging sapi, telur ayam, cabai, bawang, dan gula. ”Kami akan menyetok tiga kali lipat bahan pangan melalui kerja sama dengan daerah-daerah penghasil, termasuk NTT. Kerja sama dengan NTT untuk ketersediaan hewan ternak sapi,” kata Heru. Pemprov DKI juga melibatkan para pemangku kepentingan (stakeholders) untuk memastikan pasokan pangan aman. Selain itu, Pemprov DKI rutin menggelar sembako murah di lima wilayah Jakarta. (Yoga)
Postingan Terkait
Kuota Impor Sapi Dibebaskan Pemerintah
Bulog Ajukan Tambahan Modal Rp 6 Triliun
Politik Pangan Indonesia Picu Optimisme
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023