Geliat Pulau Madura, Merenda Kemajuan dari Jembatan Suramadu
Pada 10 Juni 2009 Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan Jembatan Suramadu, sepanjang 5.438 meter, yang tak sekadar menghubungkan Pulau Jawa dan Madura, tetapi juga menjadi gerbang perubahan wajah kawasan ini. Setelah dibuka, jalur dari dan ke Madura tak pernah sepi, bahkan hingga hari ini. Ribuan warga wira-wiri menggunakan jembatan itu untuk beraktivitas dari dan ke Madura. Setelah ada jembatan ini, potensi wilayah pun menjadi lebih mudah diperdagangkan. Geliat itu, dirasakan perajin batik Madura di Tanjung Bumi. Momentum batik Madura itu diperkuat dengan pengukuhan batik sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO. Kini, batik Madura melenggang di pasar-pasar Jawa dengan motif ngejreng dan berani.
Perubahan pada laju mobilitas diikuti pula laju perekonomian dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Pada 2009, berdasarkan data BPS, IPM di empat kabupaten di Pulau Madura masuk terendah di Jatim. Selang 15 tahun ada kenaikan angka IPM, kesejahteraan, dan pendidikan. Pada 2023, angka IPM Pamekasan 70,32, Sampang 66,19. Bangkalan 66,82 dan Sumenep 69,13. Ada kenaikan, tetapi masih di bawah rata-rata Jatim di 74,65 dan di bawah nasional di 74,39. Dalam data terakhir 2023, penduduk miskin di Pamekasan turun menjadi 13,85 %, Sampang 21,76 % dan Bangkalan 19,35 %, Sumenep 18,70 %. Namun, angka itu belum mencapai rata-rata nasional 9,36 % dan rata-rata Jatim 10,35 %. Partisipasi sekolah tingkat atas, yakni usia 16-18 tahun, pun meningkat. (Yoga)
Postingan Terkait
Regulasi Perumahan perlu direformasi
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023