KINERJA INTERMEDIASI : KREDIT SINDIKASI BERGULIR
Di tengah geliat kebutuhan dana jumbo korporasi, kalangan perbankan menggulirkan kredit sindikasi yang menyasar segmen keberlanjutan atau sustainability. Terbaru, PT Bank BTPN Tbk. (BTPN) dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) memberikan kredit sindikasi kepada anak usaha di Indomobil Group, PT IMG Sejahtera Langgeng (IMGSL) senilai US$450 juta atau Rp7,3 triliun (asumsi kurs Rp16.231 per dolar AS). Kredit sindikasi ini memiliki beberapa tranche dalam penggunaan dananya, salah satunya yaitu tranche pembiayaan hijau senilai US$225,8 juta atau Rp3,66 triliun yang akan digunakan untuk mendukung upaya transisi menuju ekonomi hijau melalui pengembangan ekosistem kendaraan listrik. Dalam sindikasi yang melibatkan 32 kreditur ini, Bank BTPN dan SMBC berperan sebagai coordinating mandated lead arranger and bookrunner dan juga lead green loan coordinator, agen fasilitas, agen jaminan, serta account bank. Head of Wholesale, Commercial, and Transaction Banking Bank BTPN Nathan Christianto mengatakan Bank BTPN dan SMBC berkomitmen memfasilitasi pembiayaan yang mendukung upaya keberlanjutan bisnis di Indonesia. Sebagai anak usaha PT Indomobil Sukses Internasional Tbk. (IMAS), IMGSL akan memanfaatkan fasilitas kredit sindikasi untuk memperkuat pengembangan ekosistem dan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia.
“Kredit sindikasi ini juga akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan korporasi lainnya,” ujar Business Development Director Indomobil Group Andrew Nasuri.
Senada, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menyalurkan kredit sindikasi sebesar US$845 juta pada kuartal I/2024. Adapun, kredit sindikasi tersebut terutama menyasar sektor terkait baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Mengacu laporan Bloomberg Table League, dari sisi mandated lead aranger (MLA), total nilai kredit sindikasi yang disalurkan oleh lembaga keuangan di Indonesia pada kuartal I/2024 telah mencapai US$3,42 miliar. Sementara itu, Bank Mandiri mencatatkan pangsa pasar paling dominan yakni 24,7% dari total volume kredit sindikasi di Indonesia tersebut.
Langkah serupa ditempuh Citibank, N.A., Indonesia (Citi Indonesia) yang menyalurkan kredit sindikasi sebesar US$200 juta dan Rp7,5 triliun untuk PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN). Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Amin Nurdin menyoroti bahwa prospek kredit sindikasi akan jauh lebih baik pada kuartal II/2024 dengan sektor seperti infrastruktur, konstruksi, properti, dan pertambangan yang menjadi pendorong.
“Sindikasi ataupun korporasi ini kan sekali disbursement cukup besar, dan ini akan berpengaruh signifikan dalam menurunkan NPL,” ucapnya.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023