Usul Bantuan Tunai Menguat Selama Pandemi
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jakarta Abdurrahman Suhaimi menyarankan agar bantuan sosial bagi masyarakat yang terimbas kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diubah menjadi bantuan langsung tunai. Ia menilai bantuan berupa uang jauh lebih mudah dan cepat disalurkan dibanding santunan berupa bahan pokok.
Untuk membantu masyarakat miskin dan rentan miskin, pemerintah DKI Jakarta melalui Perumda Pasar Jaya telah menyalurkan 1.194.633 paket bahan pokok berupa beras, makanan berprotein, biskuit, minyak goreng, masker kain, dan sabun mandi. Pendistribusian bantuan mengalami keterlambatan itu terjadi karena Pasar Jaya sempat kesulitan mendapatkan pasokan bahan pokok dan tenaga kerja yang terbatas. Suhaimi mengatakan, jika bantuan itu diberikan dalam uang bentuk tunai, bisa disalurkan melalui Bank DKI sehingga lebih efektif.
Menurut Ketua Komisi Bidang Pemerintahan DPRD Jakarta Mujiyono, ada sejumlah keuntungan jika bantuan sosial diubah dalam bentuk tunai atau cash transfer. Di antaranya biaya distribusi dan pengemasan paket bisa dihilangkan, dan masyarakat juga bisa menentukan prioritas kebutuhannya masing-masing selama masa pandemi. Kepala Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya Teguh Nugroho juga menilai, pemberian bantuan tunai justru dapat menggerakkan perekonomian lokal.
Tags :
#EkonomiPostingan Terkait
Kemenaker Siaga Hadapi Gelombang PHK
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Perjuangan Jakarta untuk Tumbuh 6% di 2026
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023