;

Kenaikan Tarif KRL Jabodetabek Tunggu Kemenhub

Ekonomi Yoga 25 Apr 2024 Kompas
Kenaikan Tarif KRL
Jabodetabek
Tunggu Kemenhub

KAI Commuter masih menunggu keputusan Kemenhub terkait rencana kenaikan tarif KRL Jabodetabek yang belum berubah sejak 2016. Di sisi lain, ahli transportasi mengingatkan kenaikan tarif harus melihat momen yang pas. Direktur Operasi dan Pemasaran KAI Commuter Broer Rizal mengatakan, rencana kenaikan tarif KRL Jabodetabek masih terus dibahas. Pihaknya masih menunggu keputusan pemerintah untuk kenaikan tarif KRL Jabodetabek. Sebab, ketentuan tarif KRL Jabodetabek merupakan kewenangan Kemenhub selaku regulator. ”Itu merupakan kebijakan dari pemerintah. Kami hanya eksekutor yang melaksanakan keputusan pemerintah. Usulan dan pembahasannya sudah dilakukan di Kemenhubungan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (24/4).  Hingga kini Kemenhub belum juga memutuskan usulan tersebut.

Karena itu, Broer tidak dapat memastikan kapan usulan kenaikan tarif KRL Jabodetabek ini direalisasikan. Namun, pihaknya siap melaksanakan kenaikan tarif KRL Jabodetabek jika Kemenhub sudah memberikan komando. KRL Jabodetabek merupakan angkutan antarkota yang mendapat subsidi tarif berupa public service obligation (PSO) dari pemerintah. Artinya, pemerintah menanggung biaya operasional KRL, seperti perawatan sarana dan prasarana, gaji pegawai, dan bahan bakar. Saat ini, tarif KRL Jabodetabek masih mengikuti aturan Kepmenhub No 354 Tahun 2020 tentang Tarif Angkutan Orang dengan Kereta Api Pelayanan Kelas Ekonomi untuk Melaksanakan Kewajiban Pelayanan Publik. Dalam aturan tersebut, tarif KRL Jabodetabek diatur sebesar Rp 3.000 untuk 25 kilometer pertama dan Rp 1.000 untuk 10 kilometer berikutnya. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :