Lebaran, Cuan Mengalir Deras ke Kantong ”Rangers”
Asisten rumah tangga telah mudik, padahal rumah mesti
dibersihkan jelang Lebaran. Pekerjaan pun jatuh ke penyedia layanan bersih-bersih
rumah. Order membeludak, tetapi sulit ditolak. Cuan mengalir lebih deras dari biasanya.
Kesibukan Dihqon Nadaamist (26) pendiri sekaligus CEO Cleansheet Indonesia,
perusahaan jasa kebersihan rumah dan kantor, sejak awal Maret lalu bertambah. Bahkan,
sampai menjelang Lebaran, ia masih harus mengatur para rangers (sebutan bagi
staf pembersihan di perusahaannya) untuk memenuhi permintaan pelanggan. ”Kenaikan
order jasa pembersihan rumah saat ini hingga 300 % karena ART sudah mudik,”
ujar Dihqon, Kamis (4/4) di rumah di Lebak Bulus, Jaksel, yang sedang
dibersihkan dua rangers-nya.
Kehadirannya menyemangati rangers Fachri Ali Taufik Nur (22)
dan Indra Romadoni yang tengah menyapu, mengepel lantai, membersihkan kamar mandi,
dan lain-lain di rumah klien seluas 400 meter persegi. Dihqon, alumnus S-1 dan
S-2 IPB University, itu menceritakan, setiap kali menjelang Lebaran, order
bersih-bersih rumah naik drastis. Order mulai berdatangan saat Ramadhan tiba,
berlanjut hingga seminggu-dua minggu setelahLebaran. Tahun lalu, pada rentang
waktu sama, ia menerima 10-25 order per hari untuk pembersihan rumah dan
perabot (sofa, karpet, dan tempat tidur). Tahun ini, pada periode sama, masuk
15-50 order per hari. Dihqon kini memiliki 200 rangers yang tersebar di Bogor
dan Jakarta.
Tarif pembersihan rumah dan perabot berkisar Rp 200.000 sampai
Rp 10 juta. Tarif pembersihan Rp 200.000 meliputi menyapu, mengepel,
membersihkandapur,toilet, kaca, dan debu di langit-langit rumah. Tarif Rp 10
juta untuk pembersihan total rumah dan isinya. Tarif juga bergantung jenis pekerjaan
dan luas ruangan yang perlu dibersihkan. Untuk ruangan besar, apalagi bertingkat,
ia bisa mengerahkan rangers hingga lima orang yang bekerja sampai dua hari. Otomatis,
order pekerjaan para rangers naik dua kali lipat. Fakhri yang baru setahun
bekerja rata-rata mendapat dua pekerjaan per hari. Sementara Eva Hanipah (27)
yang sudah dua tahun bekerja di Cleansheet, bisa mendapat tiga order pada musim
ramai begini.
Cuan yang masuk kantong Fachri, Indra, dan Eva juga meningkat
dua kali lipat. Pendapatan per minggu mereka rata-rata Rp 300.000-Rp 400.000
(bergantung hari mereka masuk karena sebagian masih sekolah atau kuliah).
Tetapi, saat Ramadhan, pendapatan naik menjadi Rp 700.000-Rp 800.000 per
minggu, belum termasuk tip yang besarnya bisa sampai Rp 100.000-Rp 130.000 dari
satu pelanggan. Kadang mereka juga diajak berbuka puasa oleh pemilik rumah
karena mereka harus tetap tinggal sampai kasur, sofa, atau karpet kering lagi. Tambahan
cuan itu menambah semangat para rangers yang bekerja di bulan Ramadhan. (Yoga)
Postingan Terkait
Aturan Baru Jadi Tantangan Industri
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023