200 Hektar Sawah Cirebon Menganggur
Sekitar 200 hektar sawah di Desa Jagapura Wetan, Kabupaten
Cirebon, Jabar, masih menganggur karena kesulitan air. Kondisi ini berpotensi
meningkatkan biaya produksi dan memperlambat masa panen padi di tengah lonjakan
harga beras. Sawah yang belum ditanami padi itu, tampak di dekat Balai Desa
Jagapura Wetan, Senin (26/2) siang. Lahannya masih berupa tanah kering yang
belum diolah. Bahkan,traktor tidak bisa berfungsi maksimal karena minimnya air.
Saluran irigasi tampak kering. Sejumlah sawah sudah tergenang air sisa hujan
pada Minggu (25/2). Beberapa petak sawah juga menjadi tempat persemaian benih
padi. Air itu dipasok dari kali setempat menggunakan mesin pompa. Namun, benih
itu belum dipindahkan.
”Petani belum berani menanam karena air belum mengalir ke
sawah. Di sini, kalau airnya enggak banyak, padinya habis dimakan tikus,” ujar Ma’ani
(40), petani setempat. Menurut dia, sudah sekitar tiga minggu saluran irigasi
Kedongdong belum memasok air ke sawah Jagapura Wetan. Padahal, katanya, petani
biasanya mulai menanam padi pada Januari seiring musim hujan. Namun, hingga
akhir Februari, hujan masih jarang turun. Sebagian besar petani pun baru menyiapkan
lahan dan benih padi. ”Kalau enggak segera ditanam, benih padinya nanti tambah
tua. Kalau begitu, padinya kurang bagus. Anakannya kurang dan butuh banyak
pupuk,” kata Ma’ani. Saat ini, benihnya sudah berusia 23 hari. Benih itu harus
ditanam pada umur maksimal 25 hari sampai 30 hari.
Oleh karena itu, penggarap sawah 1 hektar ini berencana menggunakan
mesin pompa untuk memasok air ke sawah. Para petani, lanjutnya, akan bertemu
aparat desa hari ini untuk menyepakati harga sewa mesin
pompa dan biaya solarnya. ”Kalau musim gadu (masa tanam kedua), harga sewa pompa
sekitar Rp 2 juta per hektar. Biaya itu untuk mengolah lahan sampai panen. Bayarnya
tiga kali,” ujar Ma’ani. Menurut dia, baru kali ini petani menggunakan sistem
pompa saat musim tanam pertama. Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Desa Jagapura
Wetan, Khumeidi mengatakan, sekitar 200 hektar dari total 498 hektar sawah di
desanya kesulitan mendapatkan air. Pihaknya akan memfasilitasi petani menyewa
mesin pompa dan surat rekomendasi pembelian solar bersubsidi. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023