;

200 Hektar Sawah Cirebon Menganggur

Lingkungan Hidup Yoga 27 Feb 2024 Kompas
200 Hektar Sawah Cirebon Menganggur

Sekitar 200 hektar sawah di Desa Jagapura Wetan, Kabupaten Cirebon, Jabar, masih menganggur karena kesulitan air. Kondisi ini berpotensi meningkatkan biaya produksi dan memperlambat masa panen padi di tengah lonjakan harga beras. Sawah yang belum ditanami padi itu, tampak di dekat Balai Desa Jagapura Wetan, Senin (26/2) siang. Lahannya masih berupa tanah kering yang belum diolah. Bahkan,traktor tidak bisa berfungsi maksimal karena minimnya air. Saluran irigasi tampak kering. Sejumlah sawah sudah tergenang air sisa hujan pada Minggu (25/2). Beberapa petak sawah juga menjadi tempat persemaian benih padi. Air itu dipasok dari kali setempat menggunakan mesin pompa. Namun, benih itu belum dipindahkan.

”Petani belum berani menanam karena air belum mengalir ke sawah. Di sini, kalau airnya enggak banyak, padinya habis dimakan tikus,” ujar Ma’ani (40), petani setempat. Menurut dia, sudah sekitar tiga minggu saluran irigasi Kedongdong belum memasok air ke sawah Jagapura Wetan. Padahal, katanya, petani biasanya mulai menanam padi pada Januari seiring musim hujan. Namun, hingga akhir Februari, hujan masih jarang turun. Sebagian besar petani pun baru menyiapkan lahan dan benih padi. ”Kalau enggak segera ditanam, benih padinya nanti tambah tua. Kalau begitu, padinya kurang bagus. Anakannya kurang dan butuh banyak pupuk,” kata Ma’ani. Saat ini, benihnya sudah berusia 23 hari. Benih itu harus ditanam pada umur maksimal 25 hari sampai 30 hari.

Oleh karena itu, penggarap sawah 1 hektar ini berencana menggunakan mesin pompa untuk memasok air ke sawah. Para petani, lanjutnya, akan bertemu aparat desa   hari ini untuk menyepakati harga sewa mesin pompa dan biaya solarnya. ”Kalau musim gadu (masa tanam kedua), harga sewa pompa sekitar Rp 2 juta per hektar. Biaya itu untuk mengolah lahan sampai panen. Bayarnya tiga kali,” ujar Ma’ani. Menurut dia, baru kali ini petani menggunakan sistem pompa saat musim tanam pertama. Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Desa Jagapura Wetan, Khumeidi mengatakan, sekitar 200 hektar dari total 498 hektar sawah di desanya kesulitan mendapatkan air. Pihaknya akan memfasilitasi petani menyewa mesin pompa dan surat rekomendasi pembelian solar bersubsidi. (Yoga) 

Download Aplikasi Labirin :