1,5 Juta Pekerja Dirumahkan dan di PHK
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menyebutkan hingga Jumat (10/4) ada sekitar 1,5 juta tenaga kerja yang dirumahkan dan di-PHK. sebanyak 90% dirumahkan dan 10% terkena PHK sebagaimana disampaikan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah Sabtu (11/4). Data ini didapatkan dari perusahaan dan serikat pekerja (SP) atau serikat buruh (SB).
Sekjen Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) Timboel Siregar menambahkan hal ini dipicu salah satunya karena produksi bahan baku terhambat sehingga sangat berpengaruh ke produktifitas perusahaan
Penurunan kinerja keseluruhan industri diakui oleh Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Kamdani, Menurutnya banyak perusahaan mem-PHK karyawan tidak tetap dan ada juga yang meminta pegawai tetap untuk cuti tak bergaji sampai waktu yang tidak ditentukan. Situasi ini turut di amini para pelaku bisnis dari berbagai sektor industri
Dari sektor Transportasi, Ketua Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Denon Prawiraatmadja, Sekretaris Jenderal DPP Organisasi Angkutan Darat (Organda) Ateng Aryono dan Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perhubungan yang juga Ketua Indonesia National Shipowner’s Association (INSA) Carmelita Hartoto mengatakan pukulan terjadi secara merata di seluruh moda transportasi seraya menambahkan saat ini merupakan yang terparah dibandingkan krisis yang pernah dialami sebelumnya sehingga membuat perusahaan mengalami negative cash flow
Dari sektor Pariwisata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani dan Ketua PHRI DKI Jakarta Krishandi menjelaskan, sejauh ini terdapat 1.266 hotel yang terpaksa tutup di 31 provinsi, khusus Jakarta 95 hotel dari total sekitar 200 hotel telah menghentikan operasionalnya dan merumahkan sekitar 20 ribu karyawan. Wakil Ketua Umum PHRI Maulana Yusran turut menyayangkan belum adanya komitmen kepala daerah untuk menyelamatkan industri pariwisata, baik dalam bentuk relaksasi pajak daerah ataupun keringanan lainnya padahal industri pariwisata selama ini berperan sangat besar dalam menyumbang perekonomian daerah.
Dari Industri Otomotif, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memangkas target penjualan mobil tahun ini dari 1,050 juta unit menjadi 600 ribu unit. sebagaimana disampaikan Ketua I Gaikindo Jongkie D Sugiarto. Tiga pabrikan terpaksa menutup sementara pabrik, yakni PT Honda Prospect Motor (HPM), PT Suzuki Indomobil Sales, dan Wuling Motors (Wuling).
Dari Ritel Modern Wakil Ketua Umum Asosiasi Peritel Indonesia (Aprindo) Fernando Repi menyampaikan saat ini pembelian di toko ritel modern seperti supermarket menurun sekitar 20-25% sedangkan untuk fesyen, anjlok hingga 70-80%
Dari Tekstil, Menurut Sekretaris Jenderal Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Rizal Rakhman, produksi tekstil dan produk tekstil (TPT) tahun ini diprediksi merosot lebih dari 50%. Akibat permintaan anjlok dan diperburuk serangan produk impor sehingga menyulitkan pembayaran kredit ke bank dan Ribuan pekerja juga sudah dirumahkan.
Ketua Umum Asosiasi Semen Indonesia (ASI) Widodo Santoso juga menuturkan, penjualan semen turun 5,4% dengan kuartal II diprediksi semakin dalam.
Di lain sisi, penjualan properti yang trennya sudah turun 30-50% sejak lima tahun terakhir, kondisinya makin berat dengan adanya pandemi corona sebagaimana disampaikan Wakil Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia (REI) Theresia Rustandi
Tags :
#Pengusaha domestikPostingan Terkait
Meningkatkan Pendapatan dari Pajak Digital
Kemenaker Siaga Hadapi Gelombang PHK
Ancaman Deindustrialisasi & Nasib Buruh
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023