TELEKOMUNIKASI, Layanan Masih Bermasalah, Kecepatan Internet Didorong Ditingkatkan
Kemenkominfo mendorong agar kecepatan akses internet,
terutama berbasis jaringan tetap telekomunikasi atau fixed broadband, naik menjadi
100 megabit per detik atau Mbps. Kecepatan akses internet yang ada sekarang ini
dianggap masih rendah. Selain itu, masih ada masalah mutu layanan di
masyarakat. Dalam rapat koordinasi dengan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet
Indonesia (APJII) dan Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia
(ATSI), pekan lalu, di Jakarta, Menkominfo Budi Arie Setiadi mengatakan,
kecepatan rata-rata internet di Indonesia masih rendah, hanya 24,96 Mbps dan
dari fixed broadband 27,87 Mbps. Di kawasan AsiaTenggara, kecepatan rata-rata
akses internet di Indonesia ada di urutan kesembilan. Budi lantas mewacanakan supaya kecepatan
rata-rata akses internet di Indonesia bisa lebih tinggi lagi, setidaknya naik menjadi
100 Mbps.
Kepala Bidang Pengaduan dan Hukum Yayasan Lembaga Konsumen
Indonesia (YLKI) Rio Priambodo, Senin (29/1) di Jakarta, mengatakan, sepanjang
2019-2023, masalah telekomunikasi selalu masuk kelima besar pengaduan terbanyak.
Pada 2023, sebanyak 12,1 % dari 943 pengaduan adalah masalah telekomunikasi.
Selama lima tahun berturut-turut, YLKI mencatat dua masalah teratas bidang
telekomunikasi mengenai kualitas internet. Pertama, layanan internet kerap
anjlok, koneksi lambat, dan kecepatan rata-rata yang diterima konsumen tidak
sesuai dengan informasi paket berlangganan yang ditawarkan operator. Kedua,
konsumen biasanya mengadukan layanan internet bermasalah lalu petugas datang,
tetapi keesokan harinya masalah tetap terjadi atau tak terselesaikan. ”Internet
menjadi salah satu kebutuhan pokok masyarakat. Karena itu, masalah koneksi
internet lambat, sering anjlok, dan kecepatan rendah yang kerap dikeluhkan
konsumen sebaiknya segera ada jalan keluarnya,” ujarnya. (Yoga)
Postingan Terkait
Regulasi Perumahan perlu direformasi
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023