Penurunan Upah Riil Perlu Diwaspadai
Meski tingkat pengangguran secara global menurun dan lapangan
kerja bertumbuh di 2023, gejala penurunan upah riil tetap perlu diwaspadai.
Gejala ini sejalan dengan bertumbuhnya angka pekerja informal secara global. Laporan
World Employment and Social Outlook: Trends 2024 yang dirilis Organisasi Buruh
Internasional (ILO) pada Rabu (10/1/2024) menyebutkan, tingkat pengangguran dan
tingkat kesenjangan pekerjaan (jumlah orang tanpa pekerjaan yang tertarik untuk
mencari kerja) telah turun di bawah tingkat sebelum pandemi Covid-19. Tingkat
pengangguran global pada 2023 mencapai 5,1 %, sedikit turun dibanding tahun
2022 yang 5,3 %. Director General ILO Gilbert F Houngbo, dalam siaran persyang
dikutip Jumat (12/1), mengatakan, secara global jumlah pekerja di sektor
informal meningkat melebihi 2 miliar orang pada 2023. Tahun 2024, tingkat
pekerja informal akan statis di angka 58 % dari total angkatan kerja global, tetapi
kualitas pekerjaannya masih rendah. Artinya, masih banyak pekerja tidak mendapatkan
pekerjaan yang layak di sektor dan bidang pekerjaan yang mereka kuasai.
”Ketimpangan pendapatan semakin melebar. Penurunan pendapatan
riil yang dapat dibelanjakan menjadi pertanda buruk bagi permintaan agregat dan
pemulihan ekonomi berkelanjutan,” ujar Gilbert. Menurut Direktur Eksekutif Center
of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal, Jumat, isi laporan ILO sejalan
dengan kondisi yang terjadi di Indonesia. BPS dalam beberapa tahun terakhir
juga menyebutkan penurunan upah riil. Penurunan ini bahkan terjadi sepanjang
2023 meski tahun 2022 sempat membaik. Penurunan upah riil dialami oleh pekerja
di banyak sektor, seperti perdagangan, keuangan, dan informasi/komunikasi. Upah
riil di industri manufaktur hanya naik tipis. Hanya se bagian kecil pekerja
sektor pertanian yang upah riil mereka masih positif. Dengan kondisi ini,
ujarnya, daya beli pekerja menurun. Pembelian barang tersier menjadi berkurang
karena pekerja fokus untuk membeli barang kebutuhan pokok. ”Hal itu mendorong
pertumbuhan ekonomi dari sisi konsumsi rumah tangga semakin rendah,” ucap
Faisal. (Yoga)
Postingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Mencontoh Negara Lain Melindungi Pekerja Gig
Kemenaker Siaga Hadapi Gelombang PHK
Perllindungan terhadap Semua Pekerja
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023