;

Terjebak Pembangunan Infrastruktur Jokowi

02 Jan 2024 Tempo
Terjebak Pembangunan Infrastruktur Jokowi
PADA PENGUJUNG 2023, ekonomi Indonesia hanya tumbuh 4,94 persen. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal III itu, menurut lembaga kajian Institute for Development of Economics and Finance, akan turun lagi menjadi 4,9 persen pada kuartal IV. Kegagalan pemerintahan Presiden Joko Widodo mencapai target pertumbuhan 5 persen, apalagi 7 persen seperti yang ia janjikan saat awal memimpin pada 2014, terjadi justru di tengah euforia pembangunan infrastruktur dan derasnya investasi.

Selama 2016-2022, pemerintah memfasilitasi pengerjaan 153 proyek strategis nasional senilai Rp 1.040 triliun. Sebagian besar proyek tersebut merupakan infrastruktur fisik, seperti jalan tol, kereta cepat, dam, jembatan, hingga pelabuhan dan bandar udara. Sementara itu, nilai investasi sebesar Rp 1.053 triliun hingga kuartal III 2023. Meski hanya 75,2 persen dari target tahun lalu, angka itu tiga kali lipat dibanding nilai investasi pada 2013.

Pembangunan fisik merupakan infrastruktur ekonomi untuk menopang pertumbuhan, selain infrastruktur sosial (pendidikan, kesehatan, perumahan, dan rekreasi) serta infrastruktur administrasi (penegakan hukum, administrasi, dan koordinasi lembaga negara). Maka pembangunan infrastruktur ekonomi ala Jokowi yang jorjoran tak memberikan daya ungkit terhadap pertumbuhan ekonomi karena dua infrastruktur lain terabaikan.

Analisis ataupun studi ilmiah menunjukkan infrastruktur fisik, seperti jalan dan jembatan, tak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dibanding pendidikan, kesehatan, listrik, dan air bersih. Apalagi pada masa pemerintahan Jokowi, pembangunan fisik yang dipilih adalah yang memiliki efek gebyar, seperti jalan tol, pelabuhan, dan bandara. (Yetede)
Download Aplikasi Labirin :