;

Nikel, Harta Karun Masa Kini dari Pulau Obi

Lingkungan Hidup Yoga 14 Dec 2023 Kompas
Nikel, Harta Karun Masa Kini dari Pulau Obi

Pulau Obi di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, terberkati dengan kekayaan alam yang luar biasa. Pulau itu memiliki tanah dengan kandungan nikel yang tinggi. Komoditas yang begitu bernilai saat ini. Tak terbayang dalam benak Fandi Noferdi Padapak (33) di kawasan Salam Kawasi, Rabu (29/11), warga Desa Wayaloar, Kecamatan Obi Selatan, Halmahera Selatan, bahwa wilayah tempatnya tinggal akan menjadi salah satu sentra nikel. Di pulau seluas 2.500 kilometer persegi itu, jutaan metrik ton tanah yang terkandung nikel dikeruk serta diproses lebih lanjut menjadi baja nirkarat (stainless steel) dan bahan baku baterai. Kawasan yang berlokasi 5 km dari pusat industri pertambangan nikel Harita Nickel, dinamai Salam Kawasi atau kependekan dari Bersama Belajar pada Alam Kawasi, yang juga bagian dari kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) Harita Nickel, satu dari beberapa perusahaan pemegang izin usaha pertambangan (IUP) nikel di Pulau Obi. Menurut data Kementerian ESDM, sumber daya nikel di Indonesia 17,3 miliar ton dengan cadangan 5 miliar ton. Produksi tahun 2022 mencapai 106,3 juta ton bijih nikel, 516.700 ton feronikel, dan 76.000 nikel matte. Industri nikel yang telah dijalankan Indonesia ialah baja nirkarat dan baterai ion litium.

Smelter hidrometalurgi pertama di Indonesia berada di Pulau Obi oleh Harita Nickel yang berproduksi pada 2021. Rico Wirdy Albert, Head of Technical Support Harita Group Smelter, mengatakan, setiap tahun Harita menghasilkan sedikitnya 1,4 juta ton FeNi, 365.000 ton MHP, 120.000 ton nikel sulfat, dan 30.000 ton kobal sulfat. Deputy Head Nickel Sulfate and Acid Plant HPL Roy Martua Sigiro menjelaskan, produksi saat ini ialah 340 ton nikel sulfat per hari dan 70 ton kobal sulfat per hari. ”Dalam setahun, kami harapkan nantinya produksi mencapai 160.000 ton nikel sulfat dan 32.000 ton kobal sulfat. Itu baru tahap satu dan kami optimalisasi dulu. Nanti, tahap dua, produksi akan ditingkatkan,” kata Roy. Ekspansi bisnis Harita Nickel menjadi gambaran besarnya potensi nikel di Pulau Obi. Angka itu belum termasuk produksi perusahaan pemegang IUP lain di pulau berjarak 240 km dari Ternate itu. Nikel, harta karun Obi, kini dimanfaatkan untuk energi terbarukan. Kepala Urusan Kesejahteraan Pemerintah Desa Kawasi Bambang Bakir mengatakan, sebelumnya, warga Obi tidak tahu-menahu tentang kekayaan alam tersebut. Barulah saat dimulai eksploitasi pertambangan nikel, mereka menyadari bahwa Pulau Obi ternyata menyimpan harta karun yang kini sangat dibutuhkan dunia. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :