Nikel, Harta Karun Masa Kini dari Pulau Obi
Pulau Obi di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku
Utara, terberkati dengan kekayaan alam yang luar biasa. Pulau itu memiliki
tanah dengan kandungan nikel yang tinggi. Komoditas yang begitu bernilai saat
ini. Tak terbayang dalam benak Fandi Noferdi Padapak (33) di kawasan Salam
Kawasi, Rabu (29/11), warga Desa Wayaloar, Kecamatan Obi Selatan, Halmahera
Selatan, bahwa wilayah tempatnya tinggal akan menjadi salah satu sentra nikel.
Di pulau seluas 2.500 kilometer persegi itu, jutaan metrik ton tanah yang terkandung
nikel dikeruk serta diproses lebih lanjut menjadi baja nirkarat (stainless
steel) dan bahan baku baterai. Kawasan yang berlokasi 5 km dari pusat industri
pertambangan nikel Harita Nickel, dinamai Salam Kawasi atau kependekan dari Bersama
Belajar pada Alam Kawasi, yang juga bagian dari kegiatan tanggung jawab sosial
perusahaan (corporate social responsibility/CSR) Harita Nickel, satu dari beberapa
perusahaan pemegang izin usaha pertambangan (IUP) nikel di Pulau Obi. Menurut
data Kementerian ESDM, sumber daya nikel di Indonesia 17,3 miliar ton dengan
cadangan 5 miliar ton. Produksi tahun 2022 mencapai 106,3 juta ton bijih nikel,
516.700 ton feronikel, dan 76.000 nikel matte. Industri nikel yang telah dijalankan
Indonesia ialah baja nirkarat dan baterai ion litium.
Smelter hidrometalurgi pertama di Indonesia berada di Pulau Obi
oleh Harita Nickel yang berproduksi pada 2021. Rico Wirdy Albert, Head of Technical
Support Harita Group Smelter, mengatakan, setiap tahun Harita menghasilkan
sedikitnya 1,4 juta ton FeNi, 365.000 ton MHP, 120.000 ton nikel sulfat, dan
30.000 ton kobal sulfat. Deputy Head Nickel Sulfate and Acid Plant HPL Roy Martua
Sigiro menjelaskan, produksi saat ini ialah 340 ton nikel sulfat per hari dan
70 ton kobal sulfat per hari. ”Dalam setahun, kami harapkan nantinya produksi
mencapai 160.000 ton nikel sulfat dan 32.000 ton kobal sulfat. Itu baru tahap
satu dan kami optimalisasi dulu. Nanti, tahap dua, produksi akan ditingkatkan,”
kata Roy. Ekspansi bisnis Harita Nickel menjadi gambaran besarnya potensi nikel
di Pulau Obi. Angka itu belum termasuk produksi perusahaan pemegang IUP lain di
pulau berjarak 240 km dari Ternate itu. Nikel, harta karun Obi, kini
dimanfaatkan untuk energi terbarukan. Kepala Urusan Kesejahteraan Pemerintah
Desa Kawasi Bambang Bakir mengatakan, sebelumnya, warga Obi tidak tahu-menahu
tentang kekayaan alam tersebut. Barulah saat dimulai eksploitasi pertambangan
nikel, mereka menyadari bahwa Pulau Obi ternyata menyimpan harta karun yang
kini sangat dibutuhkan dunia. (Yoga)
Postingan Terkait
Optimalkan Kekuatan Ekonomi Domestik
Menggali Potensi Wisata Raja Ampat
Proyek Hilirisasi US6 Miliar Segera meluncur
Kemendagri Bentuk Satgas Khusus
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023