Bank Sentral Genjot Perluasan Digitalisasi Pembayaran
Bank Indonesia terus menggenjot digitalisasi sistem pembayaran nasional. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan keuangan digital merupakan masa depan ekonomi Indonesia, peluang bisnis, hingga penyediaan lapangan pekerjaan. Salah satu peluang untuk digitalisasi keuangan yang bisa disasar adalah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Perry mengatakan, untuk mendorong digitalisasi keuangan UMKM, bank sentral akan terus menyasar retail, bahkan hingga ke pelosok. Pelaku usaha kecil-menangah nantinya akan diberi layanan dari teknologi finansial (tekfin) dan digital banking. Untuk langkah awal, Perry mengatakan terus mensosialisasi QRIS atau Quick Response Indonesia Standard. Menurut Perry, sudah ada 3 juta merchant yang berhasil terintegrasi dengan QRIS, dari perbankan hingga tekfin. Bukan tidak mungkin QRIS bisa berinovasi dan dikembangkan ke negara lain. Saat ini bank sentral sedang menjajaki proses standardisasi dengan Thailand. Begitu juga Thailand yang mengembangkan standar versi Indonesia. Asisten Gubernur dan Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Filianingsih, menagatakan peran digitalisasi sudah berubah di hilir. Menurut dia, Indonesia sangat adaptif terhadap inovasi digital. Secara demografi, struktur penduduk usia produktif itu sekitar 173 juta. Indonesia juga menjadi pengguna Internet terbesar nomor empat dengan porsi 63 persen, yang merupakan digital native.
Tags :
#Digital Ekonomi umumPostingan Terkait
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023