Waspada Inflasi Akibat Pangan Impor
JAKARTA – Dampak kenaikan harga pangan dunia masih membayangi laju inflasi Indonesia pada tahun depan, terutama dari komoditas-komoditas yang masih harus diimpor. Indonesia juga diprediksi kesulitan mendapat pasokan pangan impor dengan harga terjangkau. Sebab, tak sedikit produsen pangan global menahan ekspornya. "Ada juga tekanan dari fluktuasi kurs rupiah. Ini semua jadi ancaman serius," ujar Direktur Center of Economic and Law Studies Bhima Yudhistira kepada Tempo, kemarin, 13 November 2023.
Beberapa komoditas yang pada tahun ini cukup banyak diimpor antara lain beras, daging sapi dan kerbau, kedelai, bawang putih, gula, serta jagung. Komoditas-komoditas ini diperkirakan kembali diimpor pada tahun depan. Namun hingga saat ini pemerintah baru memutuskan kuota impor pangan 2024 untuk beras sebesar 2 juta ton dan sisa penugasan pada tahun ini sekitar 400 ribu ton. Adapun jagung impor yang akan tiba setidaknya pada awal tahun mendatang adalah sisa kuota tahun ini.
Pasokan beras menjadi salah satu komoditas yang disorot Bhima. Musababnya, panen raya yang biasanya terjadi pada Maret terancam mundur karena musim tanam pertamanya terganggu anomali iklim El Nino. Khusus untuk jagung, kata dia, pasokannya akan mempengaruhi harga daging dan telur ayam. Sebab, komoditas itu mayoritas digunakan untuk pakan ternak. "Kondisi ini bisa menyebabkan harga yang lebih mahal di konsumen retail." (Yetede)
Postingan Terkait
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
30 Jun 2025
Kuota Impor Sapi Dibebaskan Pemerintah
26 Jun 2025
Bulog Ajukan Tambahan Modal Rp 6 Triliun
26 Jun 2025
Potensi Tekanan Tambahan pada Target Pajak
26 Jun 2025
Politik Pangan Indonesia Picu Optimisme
25 Jun 2025
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
24 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023