Harga Nikel Turun, Laba INCO Tetap Naik
Permintaan komoditas nikel yang masih positif membuat kinerja keuangan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) bertumbuh. Ini tercermin dari kenaikan kinerja keuangan Vale Indonesia pada kuartal III-2023 di tengah lesunya harga nikel. Bernardus Irmanto, Chief Financial Officer INCO pada Jumat (27/10) menyebut realisasi harga jual rata-rata alias average selling price (ASP) pada sembilan bulan pertama 2023 sebesar US$ 18.596 per ton, turun 6% dibandingkan dengan realisasi harga rata-rata pada periode serupa 2022 yang US$ 19.703 per ton nikel. Meskipun terjadi penurunan harga, Irmanto menyebut INCO mencatat peningkatan penjualan 7% di periode tersebut yakni 50.435 ton nikel dalam matte. Pada kuartal III-2022, volume penjualan Vale Indonesia hanya 44.347 ton nickel matte. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh peningkatan volume pengiriman nikel dalam matte. Dus, produsen nikel ini membukukan laba bersih senilai US$ 221,08 juta atau naik 31,29% dari posisi di periode yang sama tahun lalu sebesar US$168,38 juta. Adapun INCO optimistis untuk mencapai target produksi setahun penuh pada tahun ini di kisaran 70.000 ton nikel dalam matte. Optimisme ini berkaca pada moncernya kinerja operasional INCO per akhir September 2023. Analis BRI Danareksa Sekuritas Hasan Barakwan menyematkan rating overweight di sektor nikel. Hasan memperkirakan harga nikel kelas 1 seperti di sektor nikel. Hasan memperkirakan harga nikel kelas 1 seperti (MHP), nikel sulfat (NiSO4), dan nikel matte serta dan nikel kelas 2 akan stabil di sisa tahun ini, di tengah ekspektasi peningkatan permintaan dari industri stainless steel dan prekursor baterai listrik.
Tags :
#NikelPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023