;

Proyek Genom Manusia Indonesia Melibatkan Swasta

Proyek Genom
Manusia Indonesia
Melibatkan Swasta

Kemenkes bekerja sama dengan perusahaan rintisan penyedia platform genetik, PT Asa Ren Global Nusantara, untuk mengumpulkan informasi genetik manusia dan patogen di Indonesia. Hal ini bertujuan untuk menyediakan layanan pengobatan presisi bagi masyarakat. Dirjen Kefarmasian dan Alkes Kemenkes Lucia Rizka Andalucia mengatakan, pemerintah menargetkan pengumpulan 10.000 genom manusia Indonesia pada 2024. Keterlibatan swasta membuat program Biomedical and Genome Science Initiative (BGSi) yang dicanangkan Kemenkes jadi inklusif guna mewujudkan transformasi ketahanan kesehatan. Jika teknologi genom di Indonesia makin canggih, warga tidak perlu lagi berobat keluar negeri. Data genom tiap orang akan membuat diagnosis penyakit lebih presisi sehingga pengobatan bisa spesifik dan personal. Hal ini mengingat 278,69 juta penduduk Indonesia memiliki kondisi kesehatan beragam. Dengan data genom, biaya pengobatan bisa ditekan.

”Kita ingin memperkuat sistem surveilans suatu penyakit dengan laboratorium memakai teknologi terdepan agar dapat melihat pola penyakit di Indonesia. Jadi, kalau ada pandemic selanjutnya atau krisis kesehatan kita tak gagap,” kata Lucia, Jumat (29/9) di Jakarta. Meski bekerja sama dengan swasta, Lucia menegaskan, masyarakattidak perlu khawatir akan kerahasiaan data genom mereka. Sebab, Pasal 342 UU No 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan memberi jaminan kerahasiaan data genetik tiap orang Indonesia. Namun, aturan turunan yang mengatur teknis perlindungannya masih digodok. CEO PT Asa Ren Global Nusantara (Asa Ren) Aloysius Liang menegaskan, pihaknya akan mengikuti aturan pemerintah dalam mengumpulkan data genom masyarakat Indonesia. ”Kami mengikuti aturan di Indonesia. Semua data dari dan untuk orang Indonesia, kami tak akan menjualnya (data genom Indonesia) ke pihak luar,” kata Aloysius. (Yoga) 

Download Aplikasi Labirin :