Impor Jagung Pakan Belum Diperlukan
JAKARTA,ID-Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan bahwa impor jagung untuk pakan ternak belum diperlukan. Sebab, tahun ini Indonesia masih bisa surplus produksi jagung 1,5-2 juta ton. Di sisi lain, kalaupun saat ini diputuskan impor, jagung dari luar negeri itu baru tiba di Tanah Air pada 1-1,5 bulan ke depan atau ketika suplai domestik telah normal, sehingga kebijakan tersebut berpotensi mengganggu harga di petani. Menurut koordinator jagung dan Serealia Lain dari Direktorat Budi daya Serealia Ditjen Tanaman Pangan Kementan tidak pernah memberikan rekomendasi impor jagung untuk pakan ternak. Kalau pun saat ini ada jagung impor yang masuk ke Indonesia, itu dipastikan untuk memenuhi kebutuhan industri pangan. "Impor jagung pakan dari 2019 hingga saat ini belum ada, kalaupun ada barang yang masuk itu untuk pangan. Kementan semaksimal mungkin untuk tidak memasukkan jagung (pakan) impor. Dari dulu, Kementan selalu bilang, impor adalah sesuatu yang harus kami perjuangkan untuk tidak dilakukan karena akan mengganggu kondisi petani lokal," ungkap Indra. (Yetede)
Postingan Terkait
Potensi Tekanan Tambahan pada Target Pajak
26 Jun 2025
Politik Pangan Indonesia Picu Optimisme
25 Jun 2025
Substitusi Impor Tekstil Jangan Cuma Wacana
23 Jun 2025
Kemungkinan Pemerintah Membuka Opsi Impor Gas
20 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023