Pemerintah Bersiap Hadapi Potensi Darurat Beras
Darurat stok dan harga beras berpotensi terjadi. Beberapa indikatornya adalah produksi beras turun, harga gabah dan beras masih tinggi, sumber-sumber utama air irigasi mendekati titik kritis, serta musim tanam I mundur. Pemerintah bersiap menghadapi kemungkinan terburuk. Kepala Badpanas (NFA) Arief Prasetyo Adi, Selasa (19/9) mengatakan, saat ini pemerintah terus berupaya meredam kenaikan harga beras. Stabilisasi harga komoditas itu dilakukan dengan menggelontorkan cadangan beras pemerintah (CBP) ke Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) dan pasar-pasar tradisional. Dalam enam hari terakhir, 14-19 September 2023, harga beras medium di PIBC telah turun dari Rp 12.500 per kg menjadi Rp 12.256 per kg. Penambahan CBP di Perum Bulog melalui impor juga akan dipercepat hingga CBP mencapai 1,2 juta ton pada awal 2024.
”Pemerintah siapkan upaya mengatasi kemungkinan terburuk atau di saat harga gabah dan beras masih tinggi. Jika diperlukan, bantuan beras tahap II akan digulirkan demi menambah pasokan beras di PIBC dan pasar tradisional. Gerakan pangan murah juga akan ditingkatkan,” ujarnya di Jakarta. NFA, lanjut Arief, tidak ingin situasi perberasan seperti ini terulang kembali ke depan. Untuk itu, pada tahun depan, Kementan harus meningkatkan produksi beras, sedangkan NFA memperkuat CBP. Berdasarkan pantauan Kompas pada 12-15 September 2023, masih ada tanaman padi di sejumlah titik di Jabar dan Jateng. Harga gabah kering panen (GKP) di daerah-daerah itu, seperti di Sragen dan Demak, Jateng, serta Indramayu dan Cirebon, Jabar, berkisar Rp 7.200-Rp 7.800 per kg. Di Sragen, sejumlah petani yang kehabisan stok gabah bahkan terpaksa membeli beras dengan harga lebih tinggi. Jika semula mereka membeli Rp 10.000 per kg, kini dengan harga Rp 12.000 per kg. Tantangan eksternalnya, penambahan CBP di Bulog juga terhambat karena negara produsen beras menyetop ekspor komoditas itu. (Yoga)
Tags :
#BerasPostingan Terkait
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Politik Pangan Indonesia Picu Optimisme
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Harga Energi Naik-Turun, Investor Perlu Cermat
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023