IDI Akui Kecurangan Administrasi Sebabkan BPJS Tekor
Ikatan Dokter Indonesia (IDI)melalui Ketua Biro Hukum dan Pembinaan Anggota IDI,Nazar, mengakui kecurangan administrasi berupa praktik re-admission pasien di rumah sakit yang menyebabkan klaim ganda ke BPJS Kesehatan. Menurut Nazar, contoh paling mudah terjadi pada penyakit asma. Saat seorang pasien datang ke rumah sakit, ia akan dilayani, lalu diminta pulang ke rumah. Setelah itu, pasien kembali sakit dan harus berobat lagi ke rumah sakit.
Ketua Bidang Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, menilai praktik kecurangan administrasi menambah panjang daftar permasalahan di sistem jaminan kesehatan nasional. Untuk itu, dia menyarankan agar pemerintah tidak hanya melakukan audit administrasi terhadap keuangan BPJS, tapi juga audit medis. Menurut Timboel, pernyataan Menteri Kesehatan soal operasi caesar yang menjadi salah satu faktor penyumbang defisit BPJS sebesar Rp 32 triliun hingga akhir 2019 berkorelasi dengan kecurangan administrasi oleh dokter. Dalam catatan BPJS Watch, ada 585 ribu perempuan di Indonesia yang melahirkan secara caesar sepanjang Januari hingga November 2018. Jumlah klaimnya mencapai Rp 3,2 triliun. Sedangkan jumlah klaim 273 ribu ibu yang melahirkan secara normal adalah Rp 481 miliar.
Tags :
#KesehatanPostingan Terkait
Anggaran 2025 Terancam Membengkak
Regulasi Perumahan perlu direformasi
Aturan Baru Jadi Tantangan Industri
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023