PERBANKAN ASING : BERADU DALAM PEMBIAYAAN HIJAU
Sejumlah bank asing lebih dahulu memainkan perannya dalam penyaluran pembiayaan hijau di Indonesia, didorong kuatnya kampanye pembiayaan berkelanjutan di Tanah Air. Kuatnya dukungan pembiayaan berkelanjutan di Indonesia, membuat sektor perbankan ikut mengampanyekan pembiayaan hijau. Tak terkecuali bank asing yang berkantor di Indonesia. Sejumlah bank asing tercatat bergeliat mendorong pembiayaan hijau, seiring dengan potensi transisi ekonomi yang besar. Dalam Editors Roundtable yang digelar Standard Chartered PLC pada Kamis (15/6), isu pembiayaan hijau menjadi bahasan penting. Chairman Standard Chartered Group Jose Vinals mengatakan bahwa Standard Chartered PLC. berinovasi meluncurkan produk keuangan pembiayan hijau. Produknya berupa pembiayaan perdagangan berkelanjutan dan perjanjian pembelian kembali yang dikaitkan dengan kriteria environmental, social, and governance (ESG). Menurutnya, pembiayaan hijau juga dilakukan di Indonesia sebagai pasar yang potensial. “Apalagi, Indonesia telah sukses menjadi penanggung jawab Presidensi G20,” ujarnya.
Sejauh ini, Standard Chartered juga telah meluncurkan green mortgage, green auto loan dan sustainable deposit. Bank menargetkan untuk memobilisasi pembiayaan hijau dan transisi sebesar US$300 miliar pada akhir dekade ini. Vinals juga mengatakan banknya mempunyai berbagai portofolio pembiayaan hijau di Indonesia. “Kami memiliki platform transisi, terdapat proyek PLTS Cirata. Ini proyek yang juga sangat besar untuk ruang energi baru, sehingga menjadi peluang membantu Indonesia,” ujarnya. Standard Chartered memang telah membiayai proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Cirata 145 Megawatt yang akan menyediakan listrik untuk menyalakan 50.000 unit rumah, dan akan mengimbangi 214.000 ton emisi karbon dioksida. Standard Chartered juga berkerja sama dengan Pemerintah Indonesia dan mengambil bagian sebagai Joint Green Structuring Advisor. Executive Director Treasury & Markets Bank DBS Indonesia M. Suryo Mulyono mengatakan DBS juga mendorong akselerasi penarapan ekonomi hijau di Indonesia melalui pencanangan target net zero emission akan terwujud pada 2050. Kerja sama antara Bank DBS Indonesia dan Indika Energy merupakan transisi pembiayaan untuk mendanai proyek pengembangan sumber energi baru dan terbarukan berbasis biomassa yaitu wood pellet yang akan dilakukan oleh JBP. Tidak hanya dua bank asing itu, PT Bank UOB Indonesia juga tak mau ketinggalan mendorong pembiayaan hijau di Indonesia melalui target ambisius.
Tags :
#PerbankanPostingan Terkait
Kopdes Merahputih mendapat dukungan Bank Mandiri
Regulasi Perumahan perlu direformasi
Danantara Gencar Himpun Pendanaan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023