Perbankan Diminta Naikkan Sistem Elektronik
JAKARTA, ID - Industri perbankan sudah seharusnya belajar banyak dari kasus serangan siber di masa lalu dan terus meningkatkan ketahanan sistem elektroniknya. Lebih dari itu, setiap bank mesti lebih antisipatif memperkuat organisasi tanggap darurat, meramu metode analisis bersama, hingga mengentaskan persoalan minimnya sumber daya manusia (SDM) di bidang teknologi informasi (TI). Kejahatan siber (cyber crime) semakin variatif dan frekuensinya semakin tinggi. Technopreneur Bidang Keamanan Informasi Budi Rahardjo menyampaikan, data pada 2020 menerangkan bahwa 175,4 juta orang atau mencakup 64% dari total populasi Indonesia telah mengadopsi internet. Jumlah ini punya skala potensi yang besar, sekaligus risiko yang besar pula. Pandemi pun mengakselerasi adopsi masyarakat terhadap penggunaan dan pemanfaatan perkembangan TI. Mulai dari kebutuhan belanja di e-commerce, membeli tiket secara online, berkomunikasi melalui sosial media, tak terkecuali pemanfaatan layanan jasa keuangan. “Kita sudah sangat bergantung kepada TI. Artinya, ini tidak bisa dilepaskan dalam kehidupan kita sehari-hari. Sehingga kalau terjadi masalah keamanan, maka ini dampaknya besar,” ungkap Budi dalam suatu seminar, dikutip Minggu (14/5/202). (Yetede)
Tags :
#PerbankanPostingan Terkait
Meningkatkan Pendapatan dari Pajak Digital
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023