Prodia Siapkan Belanja Rp 300 Miliar
PT Prodia Widyahusada (PRDA) tahun ini fokus memaksimalkan saluran digital sebagai langkah memperbaiki kinerja yang menyusut di tahun lalu.
Sepanjang 2022, Prodia membukukan laba bersih senilai Rp 371,64 miliar. Pencapaian ini menurun 40,36% dibandingkan realisasi 2021 yang senilai Rp 623,23 miliar. Dari sisi
top line,
pendapatan PRDA menurun 17,74% (yoy) menjadi Rp 2,18 triliun.
Direktur Utama Prodia Widyahusada, Dewi Muliaty menuturkan, salah satu strategi untuk mengungkit kinerja adalah menerapkan omnichannel untuk segmen business to consumer (B2C). Manajemen PRDA menilai, langkah ini perlu dilakukan lantaran pelayanan digital sangat berkembang dan terakselerasi di masa pandemi Covid-19.
Liana Kuswandi, Direktur Keuangan PRDA menambahkan, tahun ini pihaknya tak agresif menambah jaringan gerai. Meski demikian, Prodia tetap menargetkan pengembangan bisnis berupa penambangan satu sampai dua
outlet,
20
point of care
(POC), satu-dua lab di rumah sakit, hingga satu klinik khusus.
Sementara itu, untuk segmen
business to business
(B2B), Prodia memperkuat transformasi digital melalui ProdiaLink, yaitu
interoperability system
yang dapat mempermudah proses rujukan ke laboratorium yang dimiliki PRDA.
Tags :
#PerdaganganPostingan Terkait
Anggaran 2025 Terancam Membengkak
Regulasi Perumahan perlu direformasi
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Aturan Baru Jadi Tantangan Industri
Langkah Ekspansi dan Divestasi Perusahaan
Transformasi Digital Dorong Perluasan Retail
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023