Pemerintah Revisi HPP Gabah/Beras
Pemerintah tengah merumuskan harga pembelian pemerintah atau HPP gabah dan beras untuk melindungi harga gabah petani di tengah panen raya pada semester I tahun ini. Pemerintah memastikan HPP gabah kering panen Rp 4.200 per kg tidak akan dipakai lagi. Badan Pangan Nasional menginisiasi pertemuan perumusan HPP gabah dan beras tersebut di Bogor, Jabar, Kamis (2/3). Pertemuan itu menghadirkan seluruh pemangku kepentingan perberasan, seperti kementerian dan lembaga, asosiasi dan organisasi petani, serta pelaku usaha. Setiap perwakilan menyampaikan usulan besaran HPP gabah kering panen (GKP) berdasarkan perhitungan struktur ongkos usaha tani. Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI) mengusulkan HPP GKP Rp 5.700 per kg, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) mengusulkan Rp 5.550 per kg, Serikat Petani Indonesia (SPI) Rp 5.600 per kg.
Penggerak Pembangunan Masyarakat Desa (Gerbangmassa) mengusulkan harga GKP Rp 5.375 per kg dan Kementan di kisaran Rp 4.800-Rp 5.100 per kg. BRIN juga mengusulkan harga GKP berkisar Rp 4.850-Rp 5.000 per kg. Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi mengatakan, pihaknya telah menampung usulan-usulan itu. Setelah dianalisis, Badan Pangan Nasional akan membawanya ke tingkat pertemuan yang lebih tinggi. alam penetapan nanti, menurut Arief, pemerintah pasti akan mempertimbangkan berbagai aspek, baik dari sisi kesejahteraan petani, pelaku usaha penggilingan, maupun daya beli konsumen dan inflasi. (Yoga)
Tags :
#BerasPostingan Terkait
Bulog Ajukan Tambahan Modal Rp 6 Triliun
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Aturan Baru Jadi Tantangan Industri
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023