Menyelewengkan Beras, Teganya!
Langkah mengimpor beras untuk menjaga harga di pasar, demi mencegah inflasi, dinodai perbuatan jahat orang yang meraup keuntungan pribadi. Selama beberapa waktu terakhir, beras menjadi penyumbang inflasi di Tanah Air. Pemerintah pun mengimpor beras 500.000 ton, yang mulai terealisasi pada 16 Desember 2022. Beras yang didatangkan dari Vietnam, Thailand, Pakistan, dan Myanmar itu tiba di Indonesia secara bertahap melalui 14 pelabuhan, yakni di Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Banten, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Timur.
Diharapkan, distribusinya lebih mudah dan cepat sehingga tujuan menekan inflasi dapat tercapai dengan segera. Pada Januari 2023, beras masih menjadi penyumbang inflasi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, inflasi bulanan Januari 0,34 persen. Pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, beras merupakan penyumbang utama inflasi bulanan. Inflasi beras secara bulanan 2,34 persen. Kenaikan harga beras yang ditanggung konsumen ini kian memberatkan di tengah perekonomian yang belum pulih sepenuhnya akibat pandemi dan dikepung kemungkinan resesi di banyak negara. Namun, impor untuk menambah cadangan beras pemerintah dimanfaatkan pihak yang ingin memperkaya diri sendiri. Tujuh orang ditangkap di Serang, Banten, karena terbukti menyimpangkan beras impor. Modus mereka, antara lain, mengoplos beras impor berkualitas premium dengan beras lokal, mengemas ulang beras impor, dan menjual beras di atas harga eceran tertinggi (HET). (Yoga)
Tags :
#BerasPostingan Terkait
Potensi Tekanan Tambahan pada Target Pajak
Politik Pangan Indonesia Picu Optimisme
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023