PEREKONOMIAN DAERAH : MEMOMPA MANUFAKTUR JAWA TENGAH
Aktivitas manufaktur Jawa Tengah mengendur dalam beberapa tahun terakhir akibat hantaman pandemi Covid-19. Tak pelak, pasar tenaga kerja wilayah ini pun mengalami tekanan. Pemulihan pasar negara tujuan ekspor dan menjelang momen Ramadan serta Idulfi tri mendorong optimisme pelaku usaha di wilayah ini. Sektor usaha manufaktur mengambil porsi hingga 33,93% pada struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Jawa Tengah pada 2022.Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan porsi manufaktur Jawa Tengah pada distribusi PDRB atas dasar harga berlaku masih kuat. Sejak 2010, porsinya selalu lebih besar dari angka 30%. Bahkan, porsi manufaktur mencatat rekor tertingginya pada PDRB Jawa Tengah pada 2014 dengan capaian 35,67%.Kendati, mesin manufaktur memang sempat mengendur dalam beberapa tahun terakhir. Jika menggunakan data yang sama, terlihat tren penurunan dimulai sejak 2019. Hanya saja, kondisi tersebut dapat dipahami sebagai dampak dari pandemi Covid-19 yang menghantam dunia. Pada sektor Tekstil dan Produk Tekstil (TPT), yang jadi unggulan Jawa Tengah, misalnya. Pelaku industri masih terpukul akibat pelemahan permintaan dari negara utama tujuan ekspor, seperti Amerika Serikat (AS) dan negara-negara di Eropa.
“TPT Jawa Tengah mayoritas adalah assembly yang tergantung pada order internasional. Di sisi lain, bahan bakunya sebagian besar impor. Jadi terkena tekanan dua kali. Dari demand internasional dan juga cost of production karena pelemahan rupiah,” jelas Wahyu Widodo, Ekonom Universitas Diponegoro (Undip) saat dihubungi Bisnis, belum lama ini. Wahyu memperkirakan, dalam waktu dekat manufaktur Jawa Tengah bisa kembali moncer. Indikator tersebut, terlihat dari kinerja perekonomian di negara utama tujuan ekspor, di AS misalnya. Ratna Kawuri, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah, mengungkapkan bahwa relokasi pabrik sudah mulai terjadi. Beberapa daerah yang jadi incaran adalah Kabupaten Klaten, Kabupaten Brebes, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Semarang, juga Kabupaten Purbalingga.Relokasi tersebut jadi momentum positif bagi investasi di daerah, khususnya Jawa Tengah.
Tags :
#Industri ManufakturPostingan Terkait
KETIKA PERAK TAK LAGI SEKADAR LOGAM
PHK Massal Bisa Jadi Efek Domino Perang
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023