Ekositem EV Baterai Membutuhkan Insentif
JAKARTA, ID – Ekosistem baterai electric vehicle (EV) di Indonesia belum terbentuk. Dari enam tahapan pengembangan ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai, baru smelter produk tambang yang sudah siap. Sedang yang lain, masih dalam tahap pembangunan, bahkan perencanaan. Pemerintah perlu segera memberikan insentif menarik guna mempercepat pembentukan ekosistem baterai EV. Untuk mempercepat pengambangan ekosistem baterai EV kata Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira, pemerintah perlu memberikan insentif yang tepat. Insentif mobil listrik yang sedang dirancang pemerintah ini tidak sekadar mensyaratkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) tertentu. “Insentif harus efektif guna memperkuat ekosistem mobil listrk di dalam negeri, dengan sasaran menyerap hasil smelter perusahaan tambang yang sudah menelan investasi besar (seperti milik Freeport Indonesia yang mencapai US$ 3 miliar atau sekitar Rp 45 triliun —Red),” katanya kepada Investor Daily, Senin (16/01/2023). (Yetede)
Postingan Terkait
Ketahanan Investasi di Sektor Hulu Migas
Proyek Hilirisasi US6 Miliar Segera meluncur
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023