Agar Resolusi Keuangan Tak Sekadar Wacana
Belakangan ini, beredar di berbagai media sosial, konten video seseorang yang sedang mengevaluasi resolusi keuangannya. Di tayangan yang menjadi viral itu tertulis enam tujuan pada 2022. Keenam poin itu adalah beli laptop, beli HP baru, menikah, menabung Rp 100 juta, hidup bahagia, dan berolahraga. Namun, si pembuat konten merevisi satu per satu tujuannya. ”Beli laptop” berubah menjadi ”beli lap”, sedangkan ”beli HP baru” berubah menjadi ”beli casing HP baru”. Tulisan ”nabung Rp 100.000.000” pun dicoret tiga digit nol di belakang sehingga menjadi ”nabung Rp 100.000”. Video satir itu mengundang gelak tawa. Sayangnya, tawa warganet itu bisa jadi ”pahit” karena sebenarnya mereka sedang menertawakan diri sendiri yang mengalami kegagalan serupa.
Arista (32), ibu rumah tangga, merasa kisah di video itu betul-betul mencerminkan dirinya. ”Itu gue banget. Awal tahun lalu mau resolusi apa, eh, capaiannya apa,” ujarnya, Jumat (30/12). Pada penghujung tahun lalu, ia berharap sepanjang 2022 bisa menyisihkan uang operasionalisasi rumah tangga untuk ditabung dan diinvestasikan. Namun, rencana indah itu tak terwujud. ”Rencana awal, tuh, saya mau menyisihkan Rp 1 juta sebulan untuk investasi. Eh, tapi habis terus malah belanja online, apalagi pas promo diskon,” ujarnya terkekeh. Edo (28). Karyawan swasta ini awalnya berencana untuk bisa berhemat dengan tidak ngemil minuman manis, es krim, ataupun goreng-gorengan, karena ingin menyusutkan perutnya yang makin membuncit, dan lebih berhemat. Akan tetapi, rencana tinggal rencana. Nyatanya, dia masih saja jajan berbagai kudapan.
Namun, ada warga yang berhasil menjalankan resolusi keuangannya. Di penghujung 2021, Ardian 29, karyawan swasta, berencana membeli sepeda motor baru, yang lama yang telah berumur 15 tahun sering bermasalah. Ia menyisihkan Rp 750.000 tiap bulan dari gajinya untuk uang muka. Pada Oktober, dia membeli sepeda motor skuter matik 125 cc. Dengan uang muka yang telah terkumpul Rp 7,5 juta, cicilan bulanan menjadi lebih ringan. ”Senang sekali rasanya apa yang kita rencanakan itu bisa tercapai. Menurut saya, kuncinya komitmen, sabar, dan disiplin,” ujar Ardian. Perencana keuangan Mitra Rencana Edukasi, Mike Rini Sutikno, mengatakan, pergantian tahun adalah waktu yang tepat untuk mengevaluasi cita-cita keuangan. Ini menjadi momentum untuk menyusun tujuan dan strategi perencanaan keuangan tahun berikutnya. Banyaknya kegagalan resolusi keuangan, disebabkan resolusi itu terlalu ambisius dan sulit dicapai. Semestinya resolusi keuangan disusun bertahap dari sesuatu yang mudah dicapai. Jika sudah berhasil, tingkatkan kembali tujuannya untuk mencapai sesuatu yang lebih menantang. (Yoga)
Tags :
#KeuanganPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023