Beras Komersial Dialihkan untuk Perkuat Stok
Selain meindahkan beras dari wilayah surplus ke daerah defisit, pemerintah mengalihkan beras komersial yang dikelola Perum Bulog menjadi cadangan beras pemerintah atau CBP. Penguatan CBP dinilai perlu untuk meningkatkan stok CBP serta mengintervensi harga di pasar. Strategi itu dipaparkan dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR, Rabu (7/12). Mentan Syahrul Yasin Limpo, Kepala Badan Pangan Nasional (NFA) Arief Prasetyo Adi, dan Dirut Perum Bulog Budi Waseso hadir dalam rapat yang dipimpin Ketua Komisi IV DPR Sudin. Per 6 Desember 2022, stok beras yang dikelola Bulog 494.202 ton. Sebanyak 295.337 ton di antaranya merupakan CBP, sedangkan 198.865 ton lainnya merupakan beras komersial. Stok CBP jauh berkurang ketimbang data 14 Oktober yang 693.812 ton. Sepanjang November-Desember 2022, kata Arief, kebutuhan beras nasional diperkirakan 5 juta ton. ”Namun, produksi (beras) di bawah angka itu (kebutuhan). Selisihnya 2 juta ton. Oleh sebab itu, saat ini terjadi perebutan gabah hingga beras. Intervensi pemerintah dibutuhkan sampai panen raya tiba,” ujarnya. BPS mencatat, rata-rata nasional harga gabah kering panen di tingkat petani Rp 5.781 per kg. Di penggilingan, rata-rata harga beras Rp 10.245 per kg atau naik 0,85 % dibandingkan bulan sebelumnya dan naik 10,78 % dibandingkan November 2021. (Yoga)
Tags :
#BerasPostingan Terkait
Bulog Ajukan Tambahan Modal Rp 6 Triliun
Politik Pangan Indonesia Picu Optimisme
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023