;

Bulog Diminta Lebih Berani Salurkan Beras

Lingkungan Hidup Yoga 21 Nov 2022 Kompas
Bulog Diminta
Lebih Berani
Salurkan Beras

Laju penyaluran beras di tingkat penggilingan lebih cepat dibandingkan dengan penyerapan gabah di tengah musim tanam saat ini. Oleh karena itu, pelaku penggilingan membutuhkan cadangan beras pemerintah atau CBP yang dikelola Perum Bulog untuk mengisi pasar. Pelaku penggilingan diharapkan dapat mengimbangi laju penyaluran beras dengan penyerapan gabah. Ketum Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras (Perpadi) Sutarto Alimoeso menilai, pemerintah dan Bulog mesti lebih berani menyalurkan stok CBP di pasar. ”Kami harus tetap mengisi permintaan pasar. Agar harga beras (di tingkat konsumen) tidak terganggu, pemerintah harus melepas cadangannya ke pasar,” katanya saat dihubungi pada Minggu (20/11). Perbedaan laju itu berdampak pada penurunan kapasitas penggilingan. Sutarto menyebutkan, kapasitas  penggilingan besar dan menengah saat ini turun 25-50 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Adapun penggilingan kecil yang dia temui di Malang, Jatim, turun 5-10 %. Di sisi hulu, Sutarto mengatakan, laju penyerapan gabah lebih lambat dibandingkan dengan penyalurannya lantaran harga gabah yang tinggi, yakni Rp 5.100-Rp 5.300 per kg. Secara musiman, harga gabah di akhir tahun cenderung lebih tinggi karena kualitasnya lebih baik, sedangkan kuantitasnya lebih sedikit. Oleh karena itu, Sutarto berpendapat, pemerintah melalui Perum Bulog perlu menyalurkan beras lewat operasi pasar hingga 200.000 ton sampai akhir Desember 2022. Dia memperkirakan, jumlah tersebut dapat mengerem laju kenaikan harga di pasar. Stok beras yang dikelola Bulog mencapai 625.000 ton. Per 17 November 2022, realisasi penyaluran beras Bulog untuk program Ketersediaan Pangan dan Stabilisasi Harga (KPSH) atau operasi pasar 936.000 ton, sedangkan pengadaan dalam negeri mencapai 897.000 ton. (Yoga)


Tags :
#Beras
Download Aplikasi Labirin :