ULASAN SEKTORAL : EMITEN KESEHATAN JAGA ‘KEBUGARAN’
Sejumlah emiten sektor kesehatan mampu mengamankan laba bersih lebih tinggi pada 9 bulan 2022 dibandingkan dengan periode yang sama sebelum pandemi Covid-19. Inovasi produk, perluasan jaringan distribusi, pengendalian biaya, dan ruang penyesuaian harga menjadi siasat untuk menjaga tingkat margin keuntungan. Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, delapan dari 12 emiten kesehatan yang telah menyampaikan laporan keuangan per September 2022 mengalami penurunan laba bersih dibandingkan dengan periode yang sama 2021. Bahkan, dua emiten tercatat berbalik rugi. Meski begitu, PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) dan PT Phapros Tbk. (PEHA) menjadi dua perusahaan sektor kesehatan yang masih mampu mencetak pertumbuhan pendapatan dan laba dalam 9 bulan 2022. Bahkan, laba bersih KLBF konsisten bertumbuh sejak periode yang sama 2019. Chief Financial Officer Kalbe Farma Bernadus Karmin Winata memaparkan pertumbuhan pendapatan dan laba tak terlepas dari langkah perseroan terus memperhatikan pentingnya pengelolaan atas peningkatan biaya bahan baku melalui kebijakan kenaikan harga, pengelolaan portofolio, dan pengelolaan efisiensi biaya operasional. Pada 2022, KLBF mempertahankan target penjualan dan laba bersih tumbuh sekitar 11% hingga 15%.
Kendati mayoritas emiten mengalami koreksi secara tahunan, sebagian besar masih mampu mencetak keuntungan yang lebih tinggi dari 9 bulan 2019 atau prapandemi. Beberapa di antaranya, ialah PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) Rp245,52 miliar pada 9 bulan 2022 dari Rp210,05 miliar pada 9 bulan 2019. Selain HEAL, PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) yang juga mengelola rumah sakit membukukan laba bersih Rp744,18 miliar pada 9 bulan 2022 atau lebih tinggi dari realisasi laba bersih Rp531,79 miliar pada 9 bulan 2019. Analis Henan Putihrai Sekuritas Jono Syafei mengatakan saat ini pergerakan saham sektor rumah sakit memang terkoreksi. Hal ini berbanding terbalik dari tahun lalu saat lonjakan pandemi dengan kapasitas rumah sakit yang masih lebih terbatas dibanding sekarang.
Postingan Terkait
Regulasi Perumahan perlu direformasi
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Aturan Baru Jadi Tantangan Industri
Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Saham Energi
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023