;

Tren Pembiayaan Hijau untuk Proyek Berkelanjutan

Ekonomi Yoga 22 Oct 2022 Tempo
Tren Pembiayaan Hijau untuk Proyek Berkelanjutan

Pemerintah menyatakan kebutuhan dana untuk mencapai target nol emisi karbon atau net zero emission (NZE) pada 2060 atau lebih cepat harus melibatkan para pemangku kepentingan. Besaran dana yang dibutuhkan atau disiapkan untuk mencapai target penggunaan energi bersih itu harus berdasarkan konsensus, bukan perhitungan pemerintah semata. "Jadi bukan hanya konsensus satu pemerintahan saja, apalagi hanya kemudian ditanya pemerintah menyiapkan budget-nya berapa?," kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu, Febrio Kacaribu, dalam Tempo Energy Day hari ketiga sesi I bertajuk Pembiayaan Produk Energi Bersih, yang disiarkan secara langsung di Youtube Tempo Media di Jakarta, Jumat, 21 Oktober 2022. Menurut Febrio, pemahaman memenuhi kebutuhan dana untuk meralisasikan NZE perlu sama-sama dibentuk karena kekhawatiran dampak perubahan iklim sangat besar. Risiko yang sama juga dihadapi banyak negara lain, tidak hanya Indonesia. Dalam rencana aksi penurunan emisi karbon, kata Febrio, target NZE 2030 dinaikkan menjadi 31,9 % yang menyasar sektor kehutanan dengan target pengurangan 500 juta ton emisi karbon dan sektor energi dan transportasi sebesar 358 juta ton. Dua sektor ini sudah mencapai 97 % target,” tuturnya.

Selama ini emisi karbon terbesar berasal berasal dari kelistrikan sebanyak 62 % disumbang PLTU atau pembangkit batu bara. Untuk itu diperlukan upaya untuk mengurangi penggunaan PLTU diiringi dengan pembiayaan kompensasi dari masa operasi yang berkurang. “Kalau pembangkit sisa (operasi) 25 tahun, kami tawarkan pembiayaan yang lebih murah untuk working kapital berapa tahun dia bisa memotong masa operasinya,” kata Febrio. Wakil Dirut PT Bank Mandiri, Alexandra Askandar, mengakui terjadi peningkatan pembiyaan hijau. Dia mengungkapkan untuk mengejar target 31,9 % penurunan emisi 2030 butuh US$ 381 miliar atau Rp 4.000 triliun. “Itu angka yang sangat besar,” ujarnya. Alexandra melihat prospek pembiayaan hijau akan bagus seiring dengan meningkatknya inisiatif dari berbagai kementerian, investor, lembaga keuangan dan pelaku usaha. Bank Mandiri, kata dia, telah menyalurkan portofolio berkelanjutan sebesar Rp226 triliun selama semester pertama tahun ini. Portofolio hijau yang sudah tersalurkan Rp105 triliun atau 11,8 % total portofolio kredit perseroan. (Yoga)


Tags :
#Pembiayaan
Download Aplikasi Labirin :